<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Ada Selisih Data antara Dukcapil dan Operator, Ini Kata Rudiantara</title><description>Komisi I DPR RI menyoroti adanya perbedaan data yang cukup besar terhadap data yang sudah teregistrasi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/03/19/207/1875080/masih-ada-selisih-data-antara-dukcapil-dan-operator-ini-kata-rudiantara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/03/19/207/1875080/masih-ada-selisih-data-antara-dukcapil-dan-operator-ini-kata-rudiantara"/><item><title>Masih Ada Selisih Data antara Dukcapil dan Operator, Ini Kata Rudiantara</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/03/19/207/1875080/masih-ada-selisih-data-antara-dukcapil-dan-operator-ini-kata-rudiantara</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/03/19/207/1875080/masih-ada-selisih-data-antara-dukcapil-dan-operator-ini-kata-rudiantara</guid><pubDate>Senin 19 Maret 2018 21:18 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Chandra Laksana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/19/207/1875080/masih-ada-selisih-data-antara-dukcapil-dan-operator-ini-kata-rudiantara-OtE69HeAXJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/19/207/1875080/masih-ada-selisih-data-antara-dukcapil-dan-operator-ini-kata-rudiantara-OtE69HeAXJ.jpg</image><title>(Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Komisi I DPR RI menyoroti adanya perbedaan data yang cukup besar terhadap data yang sudah teregistrasi di dalam database Dukcapil dan masing-masing operator. Mereka menganggap perbedaan data yang cukup besar ini berkaitan dengan operator yang &amp;lsquo;nakal&amp;rsquo;.

&amp;ldquo;Di data Dukcapil, ada 304 juta pengguna yang sudah didaftarkan. Sedangkan di operator total ada 350 juta pengguna. Adaa selisih sekitar 46 juta,&amp;rdquo; ujar salah satu anggota Komisi I DPR, Roy Suryo dalam Rapat Kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kominfo dan operator seluler, Senin (19/3/2018).

&amp;ldquo;Saya menduga ini ada kaitannya dengan operator yang ingin kejar target pelanggan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Baca juga: Komisi I Usulkan Panja Perlindungan Data Pelanggan
Menanggapi hal tersebut, Menkominfo Rudiantara mengatakan hal ini wajar. Dia menilai, ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut.

&amp;ldquo;Salah satu alasannya dikarenakan masyarakat yang ragu hingga mendaftarkan diri dua kali. Ini kan di database Dukcapil tidak tercatat, sedangkan di operator terdeteksi dua kali,&quot; jelas Rudiantara.
Baca juga: Registrasi Ulang SIM Prabayar, Dukcapil: Database Kami Terlindungi dengan Baik
Dia juga menjelaskan bahwa angka ini nantinya akan lebih rapat lagi, setelah dilakukan rekonsiliasi, yang akan dilaksanakan sekira awal April mendatang.

&amp;ldquo;Tapi saya tegaskan, datanya tidak akan persis antara Dukcapil dan operator. Hal Ini merujuk kepada data pengguna seluler dunia, rasionya hanya 0,67,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Jadi dari 100 nomer yang terdaftar, pengguna aslinya hanya 67. Dan saya pikir ini tidak akan jauh (dari data Indonesia ke depannya),&amp;rdquo; tegasnya.

Selain itu, Kominfo beserta operator akan mengusahakan untuk menjalankan apa yang diminta oleh Komisi I DPR, yakni menginfomasikan pelanggan mengenai nomer mana saja yang menggunakan sebuah NIK dan KK tertentu. (chn)</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi I DPR RI menyoroti adanya perbedaan data yang cukup besar terhadap data yang sudah teregistrasi di dalam database Dukcapil dan masing-masing operator. Mereka menganggap perbedaan data yang cukup besar ini berkaitan dengan operator yang &amp;lsquo;nakal&amp;rsquo;.

&amp;ldquo;Di data Dukcapil, ada 304 juta pengguna yang sudah didaftarkan. Sedangkan di operator total ada 350 juta pengguna. Adaa selisih sekitar 46 juta,&amp;rdquo; ujar salah satu anggota Komisi I DPR, Roy Suryo dalam Rapat Kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kominfo dan operator seluler, Senin (19/3/2018).

&amp;ldquo;Saya menduga ini ada kaitannya dengan operator yang ingin kejar target pelanggan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Baca juga: Komisi I Usulkan Panja Perlindungan Data Pelanggan
Menanggapi hal tersebut, Menkominfo Rudiantara mengatakan hal ini wajar. Dia menilai, ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut.

&amp;ldquo;Salah satu alasannya dikarenakan masyarakat yang ragu hingga mendaftarkan diri dua kali. Ini kan di database Dukcapil tidak tercatat, sedangkan di operator terdeteksi dua kali,&quot; jelas Rudiantara.
Baca juga: Registrasi Ulang SIM Prabayar, Dukcapil: Database Kami Terlindungi dengan Baik
Dia juga menjelaskan bahwa angka ini nantinya akan lebih rapat lagi, setelah dilakukan rekonsiliasi, yang akan dilaksanakan sekira awal April mendatang.

&amp;ldquo;Tapi saya tegaskan, datanya tidak akan persis antara Dukcapil dan operator. Hal Ini merujuk kepada data pengguna seluler dunia, rasionya hanya 0,67,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Jadi dari 100 nomer yang terdaftar, pengguna aslinya hanya 67. Dan saya pikir ini tidak akan jauh (dari data Indonesia ke depannya),&amp;rdquo; tegasnya.

Selain itu, Kominfo beserta operator akan mengusahakan untuk menjalankan apa yang diminta oleh Komisi I DPR, yakni menginfomasikan pelanggan mengenai nomer mana saja yang menggunakan sebuah NIK dan KK tertentu. (chn)</content:encoded></item></channel></rss>
