<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena 4 Gerhana di 2018, Nomor 3 Paling Menarik</title><description>4 gerhana yang akan terjadi di 2018.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/02/02/56/1853638/fenomena-4-gerhana-di-2018-nomor-3-paling-menarik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/02/02/56/1853638/fenomena-4-gerhana-di-2018-nomor-3-paling-menarik"/><item><title>Fenomena 4 Gerhana di 2018, Nomor 3 Paling Menarik</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/02/02/56/1853638/fenomena-4-gerhana-di-2018-nomor-3-paling-menarik</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/02/02/56/1853638/fenomena-4-gerhana-di-2018-nomor-3-paling-menarik</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2018 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Lely Maulida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/02/56/1853638/fenomena-4-gerhana-di-2018-nomor-3-paling-menarik-8fTbYIPPws.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: BSU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/02/56/1853638/fenomena-4-gerhana-di-2018-nomor-3-paling-menarik-8fTbYIPPws.jpg</image><title>(Foto: BSU)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gerhana bulan total yang terjadi pada 31 Januari lalu telah menarik banyak perhatian masyarakat di berbagai negara. Pasalnya fenomena ini terjadi bersamaan dengan fenomena lain yang terbilang langka.
Mulanya bulan berada dalam jarak yang dekat dengan bumi sehingga tampak berukuran besar dan disebut Supermoon. Kemudian bulan menjadi berwarna kemerahan seperti darah selama gerhana bulan total (Bloodmoon).
Selanjutnya bulan berwana biru menandai purnama dalam satu bulan Masehi (Bluemoon) hingga menampakkan dirinya dengan tampilan campuran Supermoon, Bloodmoon dan Bluemoon sehingga disebut Super Blue Blood Moon.
Tak hanya fenomena Super Blue Blood Moon, beberapa fenomena alam lainnya juga akan menghiasi langit di 2018. Apa saja fenomena tersebut? Berikut Okezone rangkum 4 gerhana yang akan terjadi di 2018 seperti dilansir Time.
Gerhana Matahari Parsial - Februari
Tak lama lagi fenomena gerhana akan menghiasi langit. Pada 15 Februari gerhana matahari parsial, sebagaimana dilaporkan Sky dan Telescope.

Sayangnya fenomena ini hanya akan tampak sempurna dari Antartika. Beberapa wilayah juga bisa melihat fenomena ini yakni di Chile dan Argentina.Gerhana Matarahari Parsial - Juli
Fenomena serupa akan kembali terjadi pada 13 Juli. Gerhana matahari  parsial ini juga tak bisa dilihat secara sempurna dimana bayangan bulan  akan turun antara Australia dan Antartika.
Masyarakat di Tasmania dan stasiun di pantai Antartika kemungkinan akan mampu melihat gerhana secara sekilas.
Gerhana Bulan Total - Juli

Gerhana bulan total kedua akan terjadi enam bulan dari saat ini yakni  pada 27 Juli 2018. Fenomena ini akan terlihat sempurna di seluruh  Eropa, Afrika, Asia dan Australia.Gerhana Matahari Parsial &amp;ndash; Agustus

Gerhana matahari parsial akan kembali terjadi pada 11 Agustus 2018.   Fenomena menarik ini akan tampak sempurna dari pantai Siberia.
Gerhana matahari parsial pada Agustus ini sekaligus menjadi penutup fenomena gerhana di 2018.  (lnm).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gerhana bulan total yang terjadi pada 31 Januari lalu telah menarik banyak perhatian masyarakat di berbagai negara. Pasalnya fenomena ini terjadi bersamaan dengan fenomena lain yang terbilang langka.
Mulanya bulan berada dalam jarak yang dekat dengan bumi sehingga tampak berukuran besar dan disebut Supermoon. Kemudian bulan menjadi berwarna kemerahan seperti darah selama gerhana bulan total (Bloodmoon).
Selanjutnya bulan berwana biru menandai purnama dalam satu bulan Masehi (Bluemoon) hingga menampakkan dirinya dengan tampilan campuran Supermoon, Bloodmoon dan Bluemoon sehingga disebut Super Blue Blood Moon.
Tak hanya fenomena Super Blue Blood Moon, beberapa fenomena alam lainnya juga akan menghiasi langit di 2018. Apa saja fenomena tersebut? Berikut Okezone rangkum 4 gerhana yang akan terjadi di 2018 seperti dilansir Time.
Gerhana Matahari Parsial - Februari
Tak lama lagi fenomena gerhana akan menghiasi langit. Pada 15 Februari gerhana matahari parsial, sebagaimana dilaporkan Sky dan Telescope.

Sayangnya fenomena ini hanya akan tampak sempurna dari Antartika. Beberapa wilayah juga bisa melihat fenomena ini yakni di Chile dan Argentina.Gerhana Matarahari Parsial - Juli
Fenomena serupa akan kembali terjadi pada 13 Juli. Gerhana matahari  parsial ini juga tak bisa dilihat secara sempurna dimana bayangan bulan  akan turun antara Australia dan Antartika.
Masyarakat di Tasmania dan stasiun di pantai Antartika kemungkinan akan mampu melihat gerhana secara sekilas.
Gerhana Bulan Total - Juli

Gerhana bulan total kedua akan terjadi enam bulan dari saat ini yakni  pada 27 Juli 2018. Fenomena ini akan terlihat sempurna di seluruh  Eropa, Afrika, Asia dan Australia.Gerhana Matahari Parsial &amp;ndash; Agustus

Gerhana matahari parsial akan kembali terjadi pada 11 Agustus 2018.   Fenomena menarik ini akan tampak sempurna dari pantai Siberia.
Gerhana matahari parsial pada Agustus ini sekaligus menjadi penutup fenomena gerhana di 2018.  (lnm).</content:encoded></item></channel></rss>
