<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Aplikasi Smartphone Berbahaya, Apa Saja?</title><description>5 aplikasi media sosial berbahaya di smartphone.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/01/19/207/1847273/5-aplikasi-smartphone-berbahaya-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/01/19/207/1847273/5-aplikasi-smartphone-berbahaya-apa-saja"/><item><title>5 Aplikasi Smartphone Berbahaya, Apa Saja?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/01/19/207/1847273/5-aplikasi-smartphone-berbahaya-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/01/19/207/1847273/5-aplikasi-smartphone-berbahaya-apa-saja</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2018 10:21 WIB</pubDate><dc:creator>Lely Maulida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/19/207/1847273/5-aplikasi-smartphone-berbahaya-apa-saja-Y3uvdfULxH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: TechCrunch)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/19/207/1847273/5-aplikasi-smartphone-berbahaya-apa-saja-Y3uvdfULxH.jpg</image><title>(Foto: TechCrunch)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aplikasi menjadi sesuatu yang wajib ada dalam sebuah smartphone. Tanpa aplikasi, smartphone yang kini banyak dimiliki orang di berbagai penjuru dunia mungkin tak akan bisa dioperasikan secara maksimal.
Beragam aplikasi hadir dan melengkapi kehidupan pengguna smartphone. Namun siapa sangka beberapa aplikasi media sosial dinilai berbahaya bagi pengguna, terkhusus bagi anak-anak.
Pasalnya, aplikasi berbahaya itu kerap disalahgunakan oleh para penjahan siber demi tujuan pribadi mereka. Alhasil, pengguna apalagi yang masih anak-anak rentan mengalami pencurian data.
Berikut Okezone rangkum 5 aplikasi media sosial berbahaya, yang sering disalahgunakan penjahat siber.
Snapchat
Snapchat menjadi aplikasi berbahaya termasuk anak-anak. Hal tersebut disebabkan banyak pengguna yang bisa mengakses konten yang dipublikasikan dalam aplikasi tersebut, sehingga memungkinkan banyak risiko bagi pengguna.

Di wilayah tertentu, aplikasi ini memang banyak digunakan, sehingga menjadi target penjahat siber. Pada 2014, Snapchat mengalami peretasan dimana sejumlah foto pribadi dipublikasikan.
Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk men-screenshot konten, dan bisa saja disalahgunakan oleh penjahat siber.Ask.fm
Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan yang  mereka inginkan, baik sebagai diri mereka sendiri atau anonim. Namun,  beberapa pengguna anonim kerap memanfaatkan aplikasi ini berbahaya ini  untuk mengajukan pertanyaan yang vulgar.
Tak jarang mereka juga melontarkan komentar yang menyinggung perasaan  pengguna lain. Beberapa pengguna bahkan membalasnya dengan hinaan.  Alhasil aplikasi ini dinilai berbahaya bagi anak-anak.
Instagram
Serupa dengan Snapchat, Instagram juga dinilai merupakan aplikasi  yang berbahaya. Aplikasi berbagi foto ini memungkinkan pengguna untuk  menjepret dan mempublikasikan foto kepada followers.

Hal ini membuat informasi pengguna dengan mudah diketahui. Tak hanya  itu, informasi sensitif juga kerap dipublikasikantanpa disadari  pengguna, sehingga memungkinkan penjahat siber untuk menyalahgunakannya.Whisper
Whisper merupakan aplikasi pengakuan dimana pengguna bisa membuat   pengakuan saat dirinya menjadi pengguna anonim. Aplikasi berbahaya ini   menggunakan pelacak lokasi GPS untuk melacak pengguna lain.
Meski pengguna memilih untuk menjadi pengguna anonim, aplikasi ini   mampu menunjukkan area lokasi dimana pesan itu terkirim. Akibatnya,   setiap penjahat siber bisa mengerti lokasi target yang mereka incar.
Pada 2013 bahkan seorang pria diduga menggunakan aplikasi Whisper   untuk melacak seorang gadis di bawah umur kemudian melakukan hal tidak   pantas.
Tinder
Tinder merupakan aplikasi kencan online dimana pengguna bisa   menemukan seseorang yang cocok dengannya. Aplikasi berbahaya ini juga   menggunakan pelacak lokasi untuk menysuri pengguna Tinder lain yang   berada di dekatnya.

Aplikasi ini banyak digunakan oleh kalangan remaja hingga dewasa.   Tinder memungkinkan pengguna untuk melihat foto pengguna lain dan   memulai komunikasi bersama mereka yang dinilai cocok.
Beberapa pengguna cenderung menggunakan profil palsu untuk menarik   pengguna lain. Bukan tidak mungkin, pengguna tersebut memiliki maksud   tersembunyi ketika mengajak untuk bertemu. (lnm).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aplikasi menjadi sesuatu yang wajib ada dalam sebuah smartphone. Tanpa aplikasi, smartphone yang kini banyak dimiliki orang di berbagai penjuru dunia mungkin tak akan bisa dioperasikan secara maksimal.
Beragam aplikasi hadir dan melengkapi kehidupan pengguna smartphone. Namun siapa sangka beberapa aplikasi media sosial dinilai berbahaya bagi pengguna, terkhusus bagi anak-anak.
Pasalnya, aplikasi berbahaya itu kerap disalahgunakan oleh para penjahan siber demi tujuan pribadi mereka. Alhasil, pengguna apalagi yang masih anak-anak rentan mengalami pencurian data.
Berikut Okezone rangkum 5 aplikasi media sosial berbahaya, yang sering disalahgunakan penjahat siber.
Snapchat
Snapchat menjadi aplikasi berbahaya termasuk anak-anak. Hal tersebut disebabkan banyak pengguna yang bisa mengakses konten yang dipublikasikan dalam aplikasi tersebut, sehingga memungkinkan banyak risiko bagi pengguna.

Di wilayah tertentu, aplikasi ini memang banyak digunakan, sehingga menjadi target penjahat siber. Pada 2014, Snapchat mengalami peretasan dimana sejumlah foto pribadi dipublikasikan.
Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk men-screenshot konten, dan bisa saja disalahgunakan oleh penjahat siber.Ask.fm
Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan yang  mereka inginkan, baik sebagai diri mereka sendiri atau anonim. Namun,  beberapa pengguna anonim kerap memanfaatkan aplikasi ini berbahaya ini  untuk mengajukan pertanyaan yang vulgar.
Tak jarang mereka juga melontarkan komentar yang menyinggung perasaan  pengguna lain. Beberapa pengguna bahkan membalasnya dengan hinaan.  Alhasil aplikasi ini dinilai berbahaya bagi anak-anak.
Instagram
Serupa dengan Snapchat, Instagram juga dinilai merupakan aplikasi  yang berbahaya. Aplikasi berbagi foto ini memungkinkan pengguna untuk  menjepret dan mempublikasikan foto kepada followers.

Hal ini membuat informasi pengguna dengan mudah diketahui. Tak hanya  itu, informasi sensitif juga kerap dipublikasikantanpa disadari  pengguna, sehingga memungkinkan penjahat siber untuk menyalahgunakannya.Whisper
Whisper merupakan aplikasi pengakuan dimana pengguna bisa membuat   pengakuan saat dirinya menjadi pengguna anonim. Aplikasi berbahaya ini   menggunakan pelacak lokasi GPS untuk melacak pengguna lain.
Meski pengguna memilih untuk menjadi pengguna anonim, aplikasi ini   mampu menunjukkan area lokasi dimana pesan itu terkirim. Akibatnya,   setiap penjahat siber bisa mengerti lokasi target yang mereka incar.
Pada 2013 bahkan seorang pria diduga menggunakan aplikasi Whisper   untuk melacak seorang gadis di bawah umur kemudian melakukan hal tidak   pantas.
Tinder
Tinder merupakan aplikasi kencan online dimana pengguna bisa   menemukan seseorang yang cocok dengannya. Aplikasi berbahaya ini juga   menggunakan pelacak lokasi untuk menysuri pengguna Tinder lain yang   berada di dekatnya.

Aplikasi ini banyak digunakan oleh kalangan remaja hingga dewasa.   Tinder memungkinkan pengguna untuk melihat foto pengguna lain dan   memulai komunikasi bersama mereka yang dinilai cocok.
Beberapa pengguna cenderung menggunakan profil palsu untuk menarik   pengguna lain. Bukan tidak mungkin, pengguna tersebut memiliki maksud   tersembunyi ketika mengajak untuk bertemu. (lnm).</content:encoded></item></channel></rss>
