<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berantas Hoaks, Kominfo Gelar Literasi Media Digital</title><description></description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/30/16/1823322/berantas-hoaks-kominfo-gelar-literasi-media-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/30/16/1823322/berantas-hoaks-kominfo-gelar-literasi-media-digital"/><item><title>Berantas Hoaks, Kominfo Gelar Literasi Media Digital</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/30/16/1823322/berantas-hoaks-kominfo-gelar-literasi-media-digital</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/30/16/1823322/berantas-hoaks-kominfo-gelar-literasi-media-digital</guid><pubDate>Kamis 30 November 2017 19:32 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/30/16/1823322/berantas-hoaks-kominfo-gelar-literasi-media-digital-oxsXLENBqe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi media sosial (Foto: kominfo.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/30/16/1823322/berantas-hoaks-kominfo-gelar-literasi-media-digital-oxsXLENBqe.jpg</image><title>Ilustrasi media sosial (Foto: kominfo.go.id)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini menggelar acara literasi media digital di Jakarta, Kamis (30/11/2017). Acara tersebut digelar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menghentikan peredaran berita hoaks.
Acara dihadiri oleh sejumlah kalangan masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, guru, tokoh agama dan lainnya. Peserta juga mendapatkan workshop penulisan untuk membuat artikel dengan informasi yang benar.
Dikatakan oleh Gun Gun Siswadi, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, media sosial sebenarnya memiliki sisi positif untuk penyebaran informasi, sosialisasi, bahkan pemasaran. Namun media sosial kerap pula digunakan untuk menyebarkan informasi hoaks.
Guna menghentikan penyebaran berita palsu tersebut, Kominfo dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan literasi kepada masyarakat agar dapat memilih berita.
&quot;Untuk itu, peran masyarakat menjadi penting dalam menggunakan media sosial dengan bijak. Jangan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Bila kita ada dalam keraguan, maka lakukan tabayyun,&quot; ungkapnya kepada Okezone.
Menurut&amp;nbsp;Gun Gun&amp;nbsp;saat ini Indonesia&amp;nbsp;tengah dilanda banjir informasi yang berasal dari media&amp;nbsp;sosial.&amp;nbsp;Berdasarkan laporan APJII&amp;nbsp;pada 2016&amp;nbsp;total pengguna internet di Indonesia&amp;nbsp;mencapai&amp;nbsp;132,7&amp;nbsp;juta. Kemudian&amp;nbsp;akses&amp;nbsp;media sosial sebanyak&amp;nbsp;129,2 juta.
Oleh karena itu,&amp;nbsp;ia melanjutkan,&amp;nbsp;masyarakat harus bisa memilih informasi mana dan mana yang yang mengandung kabar hoaks.&amp;nbsp;Dengan&amp;nbsp;diadakannya&amp;nbsp;literasi media digital diharapkan bisa&amp;nbsp;menekan peredaran&amp;nbsp;berita palsu tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini menggelar acara literasi media digital di Jakarta, Kamis (30/11/2017). Acara tersebut digelar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menghentikan peredaran berita hoaks.
Acara dihadiri oleh sejumlah kalangan masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, guru, tokoh agama dan lainnya. Peserta juga mendapatkan workshop penulisan untuk membuat artikel dengan informasi yang benar.
Dikatakan oleh Gun Gun Siswadi, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, media sosial sebenarnya memiliki sisi positif untuk penyebaran informasi, sosialisasi, bahkan pemasaran. Namun media sosial kerap pula digunakan untuk menyebarkan informasi hoaks.
Guna menghentikan penyebaran berita palsu tersebut, Kominfo dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan literasi kepada masyarakat agar dapat memilih berita.
&quot;Untuk itu, peran masyarakat menjadi penting dalam menggunakan media sosial dengan bijak. Jangan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Bila kita ada dalam keraguan, maka lakukan tabayyun,&quot; ungkapnya kepada Okezone.
Menurut&amp;nbsp;Gun Gun&amp;nbsp;saat ini Indonesia&amp;nbsp;tengah dilanda banjir informasi yang berasal dari media&amp;nbsp;sosial.&amp;nbsp;Berdasarkan laporan APJII&amp;nbsp;pada 2016&amp;nbsp;total pengguna internet di Indonesia&amp;nbsp;mencapai&amp;nbsp;132,7&amp;nbsp;juta. Kemudian&amp;nbsp;akses&amp;nbsp;media sosial sebanyak&amp;nbsp;129,2 juta.
Oleh karena itu,&amp;nbsp;ia melanjutkan,&amp;nbsp;masyarakat harus bisa memilih informasi mana dan mana yang yang mengandung kabar hoaks.&amp;nbsp;Dengan&amp;nbsp;diadakannya&amp;nbsp;literasi media digital diharapkan bisa&amp;nbsp;menekan peredaran&amp;nbsp;berita palsu tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
