<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bermasalah, Pemerintah AS Tarik 25 Juta Airbag Keluaran Takata</title><description>Pemerintah Amerika Serikat AS menarik hampir dua pertiga kendaraan yang  memiliki airbag inflator rusak, dan dibuat oleh Takata Corp.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/20/15/1817056/bermasalah-pemerintah-as-tarik-25-juta-airbag-keluaran-takata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/20/15/1817056/bermasalah-pemerintah-as-tarik-25-juta-airbag-keluaran-takata"/><item><title>Bermasalah, Pemerintah AS Tarik 25 Juta Airbag Keluaran Takata</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/20/15/1817056/bermasalah-pemerintah-as-tarik-25-juta-airbag-keluaran-takata</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/20/15/1817056/bermasalah-pemerintah-as-tarik-25-juta-airbag-keluaran-takata</guid><pubDate>Senin 20 November 2017 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tachta Citra Elfira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/20/15/1817056/bermasalah-pemerintah-as-tarik-25-juta-airbag-keluaran-takata-gR74lspbjX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/20/15/1817056/bermasalah-pemerintah-as-tarik-25-juta-airbag-keluaran-takata-gR74lspbjX.jpg</image><title>Ilustrasi Foto: Reuters</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Pemerintah Amerika Serikat AS menarik hampir dua pertiga kendaraan yang memiliki airbag inflator rusak, dan dibuat oleh Takata Corp. Tetapi tidak segera diperbaiki meski perusahaan tersebut telah mendapat peringatan.

Pada pertengahan September, 20 juta kendaraan terdapat airbag inflator Takata yang tak stabil dan belum diperbaiki. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Jhon Buretta selaku monitor independen yang mengawasi penarikan kembali dan mantan jaksa AS, ada sekira 64% kendaraan dari 31,5 juta kendaraan yang terdapat bagian-bagian tyang rusak.

Jika ditotal, ada sekira 43 juta inflator yang telah ditarik kembali hingga kini, dan masih tersisa 25 juta yang memerlukan penggantian, karena beberapa kendaraan memiliki dua kantong udara yang rusak.

Baca Yuk : Akibat Lupa Parkir, Pria Ini Temukan Mobilnya 20 Tahun Kemudian

Penarikan tersebut diperkirakan akan membengkak menjadi sekira 65 juta inflator pada akhir 2018 di bawah sebuah rencana National Highway Traffic Safety Administration, untuk mengganti bagian-bagiannya secara bertahap, dan menjadwalkan bagian yang paling berisiko untuk diperbaiki terlebih dahulu.

Diketahui, risiko yang paling berbahaya jika airbag inflator rusak adalah bagian tersebut akan meledak dalam kecelakaan, dan menghujani pengendara dengan pecahan logam. Inflator rusak telah menyebabkan 13 kematian di AS dan ratusan luka-luka.

Penarikan kendaraan tersebut membuat Takata Corp mengalami kebangkrutan pada Juni lalu. Laporan itu menyimpulkan bahwa industri otomotif mulai membuat kemajuan yang berarti, dan mengembangkan strategi efektif untuk mengingat masih banyak ruang dalam perbaikan. Demikian dinukil dari Automotive News, Senin (20/11/2017).
Baca Juga:&amp;nbsp; Hati-Hati! Polisi Akan Denda Pengemudi yang Menggunakan Ponsel saat Berkendara</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Pemerintah Amerika Serikat AS menarik hampir dua pertiga kendaraan yang memiliki airbag inflator rusak, dan dibuat oleh Takata Corp. Tetapi tidak segera diperbaiki meski perusahaan tersebut telah mendapat peringatan.

Pada pertengahan September, 20 juta kendaraan terdapat airbag inflator Takata yang tak stabil dan belum diperbaiki. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Jhon Buretta selaku monitor independen yang mengawasi penarikan kembali dan mantan jaksa AS, ada sekira 64% kendaraan dari 31,5 juta kendaraan yang terdapat bagian-bagian tyang rusak.

Jika ditotal, ada sekira 43 juta inflator yang telah ditarik kembali hingga kini, dan masih tersisa 25 juta yang memerlukan penggantian, karena beberapa kendaraan memiliki dua kantong udara yang rusak.

Baca Yuk : Akibat Lupa Parkir, Pria Ini Temukan Mobilnya 20 Tahun Kemudian

Penarikan tersebut diperkirakan akan membengkak menjadi sekira 65 juta inflator pada akhir 2018 di bawah sebuah rencana National Highway Traffic Safety Administration, untuk mengganti bagian-bagiannya secara bertahap, dan menjadwalkan bagian yang paling berisiko untuk diperbaiki terlebih dahulu.

Diketahui, risiko yang paling berbahaya jika airbag inflator rusak adalah bagian tersebut akan meledak dalam kecelakaan, dan menghujani pengendara dengan pecahan logam. Inflator rusak telah menyebabkan 13 kematian di AS dan ratusan luka-luka.

Penarikan kendaraan tersebut membuat Takata Corp mengalami kebangkrutan pada Juni lalu. Laporan itu menyimpulkan bahwa industri otomotif mulai membuat kemajuan yang berarti, dan mengembangkan strategi efektif untuk mengingat masih banyak ruang dalam perbaikan. Demikian dinukil dari Automotive News, Senin (20/11/2017).
Baca Juga:&amp;nbsp; Hati-Hati! Polisi Akan Denda Pengemudi yang Menggunakan Ponsel saat Berkendara</content:encoded></item></channel></rss>
