<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uber Merugi di 'Kandang' Sendiri, Kenapa?</title><description>CEO Uber, Dara Khosrowshahi mengatakan bahwa Uber akan terus merugi di pasar dalam negerinya akibat persaingan dengan Lyft.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/10/207/1811983/uber-merugi-di-kandang-sendiri-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/10/207/1811983/uber-merugi-di-kandang-sendiri-kenapa"/><item><title>Uber Merugi di 'Kandang' Sendiri, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/10/207/1811983/uber-merugi-di-kandang-sendiri-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/10/207/1811983/uber-merugi-di-kandang-sendiri-kenapa</guid><pubDate>Jum'at 10 November 2017 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Lely Maulida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/10/207/1811983/uber-merugi-di-kandang-sendiri-kenapa-GuFK4kvbyk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/10/207/1811983/uber-merugi-di-kandang-sendiri-kenapa-GuFK4kvbyk.jpg</image><title>(Foto: Reuters)</title></images><description>CALIFORNIA &amp;ndash; Perusahaan transportasi berbasis aplikasi meski dibutuhkan oleh banyak masyarakat tak luput dari persaingan. Perusahaan sekelas Uber pun mengakui  hal tersebut dimana ia bersaing ketat dengan Lyft di beberapa negara.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi bahkan mengatakan bahwa Uber akan terus merugi di pasar dalam negerinya akibat persaingan dengan Lyft.

&amp;ldquo;Amerika Serikat (AS) menjadi kompetisi yang sangat berat diantara Uber dan Lyft saat ini, sehingga saya tidak melihat AS sebagai pasar yang sangat menguntungkan untuk enam bulan kedepan,&amp;rdquo; kata Khosrowshahi dalam sebuah konferensi di New York.

Seorang juru bicara pun mengonfirmasi bahwa Uber secara keseluruhan tidak akan menguntungkan meski beberapa kota kemungkinan akan meraup untung.

Uber kerap mengatakan bahwa kerugiannya yang cukup banyak itu dilakukan secara terpaksa demi membangun pangsa pasar baru. Namun kurangnya keuntungan di pasar dalam negeri dan pasar lainnya seperti di Asia Tenggara menimbulkan pertanyaan tentang model bisnis perusahaan yang sangat bergantung pada subsidi bagi pelanggan dan driver agar harga tetap rendah, dengan menggunakan dana dari investor yang terus meningkat.

Disisi lain komentar Khosrowshahi menunjukkan pertumbuhan Lyft. Perusahaan yang memulai debutnya pada 2012 itu kini telah melenggang di lebih dari 350 kota di 41 negara bagian dan telah mengumpulkan USD1 miliar dana dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Alphabet.

Tahun lalu Uber memang meraupu untuk di AS dan Kanada, meski dalam periode yang singkat. Khosrowshahi menggarisbawahi tantangan di Asia Tenggara, di mana Uber harus menghabiskan banyak uang demi bersaing dengan layanan lokal Ola, Grab serta Go-Jek.

&amp;ldquo;Ekonomi pasar itu bukan seperti yang kita inginkan. Saya pikir itu terlalu dikapitalisasi saat ini. Tapi saya tak optimis pasar akan menguntungkan dalam waktu dekat,&amp;rdquo; ujar Khosrowshahi.

Khosrowshahi diketahui merupakan mantan CEO Expedia yang didapuk menjadi CEO Uber Agustus lalu. Sayangnya berbagai masalah yang dihadapi Uber menjadi beban berat yang harus dihadapi Khosrowshahi demi menunbuhkan bisnis perusahaan besutan Travis Kalanick itu. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (10/11/2017). (lnm).</description><content:encoded>CALIFORNIA &amp;ndash; Perusahaan transportasi berbasis aplikasi meski dibutuhkan oleh banyak masyarakat tak luput dari persaingan. Perusahaan sekelas Uber pun mengakui  hal tersebut dimana ia bersaing ketat dengan Lyft di beberapa negara.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi bahkan mengatakan bahwa Uber akan terus merugi di pasar dalam negerinya akibat persaingan dengan Lyft.

&amp;ldquo;Amerika Serikat (AS) menjadi kompetisi yang sangat berat diantara Uber dan Lyft saat ini, sehingga saya tidak melihat AS sebagai pasar yang sangat menguntungkan untuk enam bulan kedepan,&amp;rdquo; kata Khosrowshahi dalam sebuah konferensi di New York.

Seorang juru bicara pun mengonfirmasi bahwa Uber secara keseluruhan tidak akan menguntungkan meski beberapa kota kemungkinan akan meraup untung.

Uber kerap mengatakan bahwa kerugiannya yang cukup banyak itu dilakukan secara terpaksa demi membangun pangsa pasar baru. Namun kurangnya keuntungan di pasar dalam negeri dan pasar lainnya seperti di Asia Tenggara menimbulkan pertanyaan tentang model bisnis perusahaan yang sangat bergantung pada subsidi bagi pelanggan dan driver agar harga tetap rendah, dengan menggunakan dana dari investor yang terus meningkat.

Disisi lain komentar Khosrowshahi menunjukkan pertumbuhan Lyft. Perusahaan yang memulai debutnya pada 2012 itu kini telah melenggang di lebih dari 350 kota di 41 negara bagian dan telah mengumpulkan USD1 miliar dana dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Alphabet.

Tahun lalu Uber memang meraupu untuk di AS dan Kanada, meski dalam periode yang singkat. Khosrowshahi menggarisbawahi tantangan di Asia Tenggara, di mana Uber harus menghabiskan banyak uang demi bersaing dengan layanan lokal Ola, Grab serta Go-Jek.

&amp;ldquo;Ekonomi pasar itu bukan seperti yang kita inginkan. Saya pikir itu terlalu dikapitalisasi saat ini. Tapi saya tak optimis pasar akan menguntungkan dalam waktu dekat,&amp;rdquo; ujar Khosrowshahi.

Khosrowshahi diketahui merupakan mantan CEO Expedia yang didapuk menjadi CEO Uber Agustus lalu. Sayangnya berbagai masalah yang dihadapi Uber menjadi beban berat yang harus dihadapi Khosrowshahi demi menunbuhkan bisnis perusahaan besutan Travis Kalanick itu. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (10/11/2017). (lnm).</content:encoded></item></channel></rss>
