<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE INNOVATION: Mengenal Alat Tulis Pena yang Awalnya Terbuat dari Bulu, Nih Sejarahnya!</title><description>Tahukah Anda pena awalnya terbuat dari bulu? Hal ini dijelaskan dalam buku berjudul&amp;nbsp;Deliciae Physico-Mathematicae&amp;nbsp;(1636).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/02/56/1807413/okezone-innovation-mengenal-alat-tulis-pena-yang-awalnya-terbuat-dari-bulu-nih-sejarahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/02/56/1807413/okezone-innovation-mengenal-alat-tulis-pena-yang-awalnya-terbuat-dari-bulu-nih-sejarahnya"/><item><title>OKEZONE INNOVATION: Mengenal Alat Tulis Pena yang Awalnya Terbuat dari Bulu, Nih Sejarahnya!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/02/56/1807413/okezone-innovation-mengenal-alat-tulis-pena-yang-awalnya-terbuat-dari-bulu-nih-sejarahnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/02/56/1807413/okezone-innovation-mengenal-alat-tulis-pena-yang-awalnya-terbuat-dari-bulu-nih-sejarahnya</guid><pubDate>Kamis 02 November 2017 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/02/56/1807413/okezone-innovation-mengenal-alat-tulis-pena-yang-awalnya-terbuat-dari-bulu-nih-sejarahnya-DaNOVjUeeZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Mashable)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/02/56/1807413/okezone-innovation-mengenal-alat-tulis-pena-yang-awalnya-terbuat-dari-bulu-nih-sejarahnya-DaNOVjUeeZ.jpg</image><title>(Foto: Mashable)</title></images><description>JAKARTA - Saat ini pena atau bolpoin mungkin telah mulai digantikan oleh smartphone untuk melakukan tugas pencatatan. Dengan keyboard virtual yang ada dalam smartphone seseorang bisa menulis sebuah catatan dengan mudah.

Namun tahukah Anda bahwa pena awalnya terbuat dari bulu? Hal ini dijelaskan dalam buku berjudul Deliciae Physico-Mathematicae (1636) yang diceritakan oleh penemu asal Jerman, Daniel Schwenter. Ia mengatakan bahwa pena awalnya terbuat dari bulu.

Pena kemudian mengalami beberapa perubahan seiring dengan perkembangan zaman saat itu. Pada Mei 1827, penemu berkebangsaan Rumania bernama Petrache Poenaru menerima paten di Prancis untuk pena pertamanya.

Pena buatannya memiliki desain yang lebih baik sehingga tak mudah tumpah dan dapat merobek kertas. Kemudian sejak 1850 berbagai paten pun diajukan berkaitan dengan desain pena.

Pada 1870-an, Duncan MacKinnon asal Kanada dan penduduk New York City bersama Alonzo T. Cross dari Providence, Rhode Island membuat pena stilograf. Pena tersebut berbentuk tabung berlubang dan sebatang kawat yang berfungsi sebagai katup.

Pena stilograf ini umumnya dipakai untuk menggambar dan populer untuk menulis. Sementara produksi massal pena dilakukan pada 1880-an di Amerika Serikat.

Pada waktu itu, sebagian besar pena diisi dengan membuka bagian pemegang tinta, dan meneteskan tinta ke dalam penampung tinta dengan memakai penetes mata (pipet). Tapi cara pengisian tinta seperti ini sulit dan tidak rapi.

Perbaikan desain yang lebih modern kemudian dilakukan oleh Waterman, Walter A. Sheaffer, dan Parker. Mereka membuat desain pena dapat diisi tanpa harus membuka penampung tinta di awal abad 20.

Pena merupakan salah satu penemuan penting yang kini masih bisa ditemukan. Alat tulis ini membantu orang-orang untuk melakukan pencatatan, mengatur jadwal hingga menjadi pelukis.</description><content:encoded>JAKARTA - Saat ini pena atau bolpoin mungkin telah mulai digantikan oleh smartphone untuk melakukan tugas pencatatan. Dengan keyboard virtual yang ada dalam smartphone seseorang bisa menulis sebuah catatan dengan mudah.

Namun tahukah Anda bahwa pena awalnya terbuat dari bulu? Hal ini dijelaskan dalam buku berjudul Deliciae Physico-Mathematicae (1636) yang diceritakan oleh penemu asal Jerman, Daniel Schwenter. Ia mengatakan bahwa pena awalnya terbuat dari bulu.

Pena kemudian mengalami beberapa perubahan seiring dengan perkembangan zaman saat itu. Pada Mei 1827, penemu berkebangsaan Rumania bernama Petrache Poenaru menerima paten di Prancis untuk pena pertamanya.

Pena buatannya memiliki desain yang lebih baik sehingga tak mudah tumpah dan dapat merobek kertas. Kemudian sejak 1850 berbagai paten pun diajukan berkaitan dengan desain pena.

Pada 1870-an, Duncan MacKinnon asal Kanada dan penduduk New York City bersama Alonzo T. Cross dari Providence, Rhode Island membuat pena stilograf. Pena tersebut berbentuk tabung berlubang dan sebatang kawat yang berfungsi sebagai katup.

Pena stilograf ini umumnya dipakai untuk menggambar dan populer untuk menulis. Sementara produksi massal pena dilakukan pada 1880-an di Amerika Serikat.

Pada waktu itu, sebagian besar pena diisi dengan membuka bagian pemegang tinta, dan meneteskan tinta ke dalam penampung tinta dengan memakai penetes mata (pipet). Tapi cara pengisian tinta seperti ini sulit dan tidak rapi.

Perbaikan desain yang lebih modern kemudian dilakukan oleh Waterman, Walter A. Sheaffer, dan Parker. Mereka membuat desain pena dapat diisi tanpa harus membuka penampung tinta di awal abad 20.

Pena merupakan salah satu penemuan penting yang kini masih bisa ditemukan. Alat tulis ini membantu orang-orang untuk melakukan pencatatan, mengatur jadwal hingga menjadi pelukis.</content:encoded></item></channel></rss>
