<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gokil! Niat Bunuh Diri Bisa Diketahui dengan Kecerdasan Buatan</title><description>Tim peneliti menemukan bahwa berdasarkan pemindaian fMRI, beberapa kata kunci memicu aktivitas yang menandakan bunuh diri atau tidak.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/01/207/1806809/gokil-niat-bunuh-diri-bisa-diketahui-dengan-kecerdasan-buatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/01/207/1806809/gokil-niat-bunuh-diri-bisa-diketahui-dengan-kecerdasan-buatan"/><item><title>Gokil! Niat Bunuh Diri Bisa Diketahui dengan Kecerdasan Buatan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/01/207/1806809/gokil-niat-bunuh-diri-bisa-diketahui-dengan-kecerdasan-buatan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/11/01/207/1806809/gokil-niat-bunuh-diri-bisa-diketahui-dengan-kecerdasan-buatan</guid><pubDate>Rabu 01 November 2017 23:16 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/01/207/1806809/gokil-niat-bunuh-diri-bisa-diketahui-dengan-kecerdasan-buatan-LxYuiG2pd1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ubergizmo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/01/207/1806809/gokil-niat-bunuh-diri-bisa-diketahui-dengan-kecerdasan-buatan-LxYuiG2pd1.jpg</image><title>(Foto: Ubergizmo)</title></images><description>JAKARTA - Bagaimana bisa tahu jika orang lain memiliki pemikiran atau kecenderungan bunuh diri? Ada banyak cara untuk melakukannya, meskipun demikian terkadang kita sendiri mungkin terlalu sibuk atau asyik dengan kehidupan kita sendiri dan tak menyadari masalah orang lain.

Atas dasar tersebut, sebuah tim penelitian memilki cara untuk mendeteksi niat seseorang yang ingin bunuh diri atau memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri. Mereka mengetahuinya dengan bantuan kecerdasan buatan.

Sebagaimana dikutip dari Ubergizmo, Rabu (1/11/2017), tim peneliti menemukan bahwa berdasarkan pemindaian fMRI, beberapa kata kunci memicu aktivitas di berbagai bagian otak yang menandakan pada apakah mereka merasa bunuh diri atau tidak.

Berdasarkan penemuan ini, mereka membangun sebuah algoritma yang mengukur aktivitas otak secara keseluruhan dan menentukan kapan aktivitas di daerah yang terkait memiliki kecenderungan bunuh diri yang sangat kuat.

Sejauh ini, sistem yang mereka rancang dikatakan 91% akurat. Meski demikian menurut Dr. Marcel Just, dia mengatakan bahwa ini belum tentu merupakan jaminan.

Sejauh ini dalam pengujian mereka semua subjek adalah relawan. Ini berarti dalam skenario dunia nyata, subjek tersebut masih diragukan apakah benar-benar memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.

Meski demikian penemuan ini bisa menjadi langkah pencegahan di masa depan di mana angka bunuh diri bisa dikurangi. Selain itu, hal semacam ini juga telah diterapkan di media sosial Facebook yang mengamati status penggunanya jika memiliki kecenderungan untuk bunuh diri.</description><content:encoded>JAKARTA - Bagaimana bisa tahu jika orang lain memiliki pemikiran atau kecenderungan bunuh diri? Ada banyak cara untuk melakukannya, meskipun demikian terkadang kita sendiri mungkin terlalu sibuk atau asyik dengan kehidupan kita sendiri dan tak menyadari masalah orang lain.

Atas dasar tersebut, sebuah tim penelitian memilki cara untuk mendeteksi niat seseorang yang ingin bunuh diri atau memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri. Mereka mengetahuinya dengan bantuan kecerdasan buatan.

Sebagaimana dikutip dari Ubergizmo, Rabu (1/11/2017), tim peneliti menemukan bahwa berdasarkan pemindaian fMRI, beberapa kata kunci memicu aktivitas di berbagai bagian otak yang menandakan pada apakah mereka merasa bunuh diri atau tidak.

Berdasarkan penemuan ini, mereka membangun sebuah algoritma yang mengukur aktivitas otak secara keseluruhan dan menentukan kapan aktivitas di daerah yang terkait memiliki kecenderungan bunuh diri yang sangat kuat.

Sejauh ini, sistem yang mereka rancang dikatakan 91% akurat. Meski demikian menurut Dr. Marcel Just, dia mengatakan bahwa ini belum tentu merupakan jaminan.

Sejauh ini dalam pengujian mereka semua subjek adalah relawan. Ini berarti dalam skenario dunia nyata, subjek tersebut masih diragukan apakah benar-benar memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.

Meski demikian penemuan ini bisa menjadi langkah pencegahan di masa depan di mana angka bunuh diri bisa dikurangi. Selain itu, hal semacam ini juga telah diterapkan di media sosial Facebook yang mengamati status penggunanya jika memiliki kecenderungan untuk bunuh diri.</content:encoded></item></channel></rss>
