<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE INNOVATION: Ternyata! Kacamata Telah Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu di China</title><description>Kacamata yang banyak digunakan hingga saat ini ternyata telah ada sejak 1.000 tahun lalu oleh bangsa China.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/30/56/1805240/okezone-innovation-ternyata-kacamata-telah-ada-sejak-1-000-tahun-lalu-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/30/56/1805240/okezone-innovation-ternyata-kacamata-telah-ada-sejak-1-000-tahun-lalu-di-china"/><item><title>OKEZONE INNOVATION: Ternyata! Kacamata Telah Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu di China</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/30/56/1805240/okezone-innovation-ternyata-kacamata-telah-ada-sejak-1-000-tahun-lalu-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/30/56/1805240/okezone-innovation-ternyata-kacamata-telah-ada-sejak-1-000-tahun-lalu-di-china</guid><pubDate>Senin 30 Oktober 2017 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/30/56/1805240/okezone-innovation-ternyata-kacamata-telah-ada-sejak-1-000-tahun-lalu-di-china-BGdwAgABPz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: FyshUK)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/30/56/1805240/okezone-innovation-ternyata-kacamata-telah-ada-sejak-1-000-tahun-lalu-di-china-BGdwAgABPz.jpg</image><title>(Foto: FyshUK)</title></images><description>JAKARTA - Kacamata yang banyak digunakan hingga saat ini ternyata telah dikenal cukup lama oleh peradaban manusia. Benda yang dapat digunakan sebagai aksesori dan penunjang kesehatan mata ini telah ada sejak 1.000 tahun lalu oleh bangsa China.

Di China, kacamata biasanya terbuat dari lensa yang berbentuk oval besar dan terbuat dari kristal batu serta bingkai tempurung kura-kura.

Supaya dapat memegang kacanya, bangsa Cina menggunakan dua kawat yang diberi pemberat serta dicantolkan ke telinga. Mereka juga memasang lensa yang diikatkan ke topi atau menggunakan kait yang dicantolkan ke pelipis mereka.

Baca juga: Menilik Sejarah Headphone, Awalnya Dipakai untuk Keperluan Perang

Saat itu bangsa China masih banyak yang menganggap kacamata sebagai jimat atau sebagai aksesori untuk meningkatkan kehormatan mereka.

Kacamata kemudian dikenal oleh bangsa Eropa pada abad ke-13. Namun berbeda dengan bangsa China, masyarakat Eropa menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan mereka. Kacamata yang dikenakan masih menyerupai dengan kacamata bangsa Cina yakni terbuat dari kristal batu atau batu transparan.

Pada akhir abad ke tiga belas, akhirnya ditemukan bahwa penggunaan kaca sebagai lensa jauh lebih baik daripada menggunakan batu transparan. Hal ini berkat jasa penelitian ilmuwan dan sejarawan Inggris bernama Sir Joseph Needham.

Baca juga: Rupanya! Hard Disk Dahulu Hanya Miliki Kapasitas 5MB

Dalam penelitiannya terungkap bahwa kacamata ditemukan 1.000 tahun lalu di Cina dan tersebar ke seluruh dunia pada zaman kedatangan Marco Polopada tahun 1270.

Kemudian pada 1784 seorang ilmuwan Amerika bernama Benjamin Franklin berhasil menemukan kacamata bifokal yakni kacamata yang dapat dipergunakan untuk melihat baik untuk jarak jauh maupun jarak dekat.

Hingga kini kacamata telah melalui perubahan yang cukup besar. Misalnya saja kini terdapat kacamata 3D yang digunakan untuk mendapatkan sensasi visual secara tiga dimensi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kacamata yang banyak digunakan hingga saat ini ternyata telah dikenal cukup lama oleh peradaban manusia. Benda yang dapat digunakan sebagai aksesori dan penunjang kesehatan mata ini telah ada sejak 1.000 tahun lalu oleh bangsa China.

Di China, kacamata biasanya terbuat dari lensa yang berbentuk oval besar dan terbuat dari kristal batu serta bingkai tempurung kura-kura.

Supaya dapat memegang kacanya, bangsa Cina menggunakan dua kawat yang diberi pemberat serta dicantolkan ke telinga. Mereka juga memasang lensa yang diikatkan ke topi atau menggunakan kait yang dicantolkan ke pelipis mereka.

Baca juga: Menilik Sejarah Headphone, Awalnya Dipakai untuk Keperluan Perang

Saat itu bangsa China masih banyak yang menganggap kacamata sebagai jimat atau sebagai aksesori untuk meningkatkan kehormatan mereka.

Kacamata kemudian dikenal oleh bangsa Eropa pada abad ke-13. Namun berbeda dengan bangsa China, masyarakat Eropa menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan mereka. Kacamata yang dikenakan masih menyerupai dengan kacamata bangsa Cina yakni terbuat dari kristal batu atau batu transparan.

Pada akhir abad ke tiga belas, akhirnya ditemukan bahwa penggunaan kaca sebagai lensa jauh lebih baik daripada menggunakan batu transparan. Hal ini berkat jasa penelitian ilmuwan dan sejarawan Inggris bernama Sir Joseph Needham.

Baca juga: Rupanya! Hard Disk Dahulu Hanya Miliki Kapasitas 5MB

Dalam penelitiannya terungkap bahwa kacamata ditemukan 1.000 tahun lalu di Cina dan tersebar ke seluruh dunia pada zaman kedatangan Marco Polopada tahun 1270.

Kemudian pada 1784 seorang ilmuwan Amerika bernama Benjamin Franklin berhasil menemukan kacamata bifokal yakni kacamata yang dapat dipergunakan untuk melihat baik untuk jarak jauh maupun jarak dekat.

Hingga kini kacamata telah melalui perubahan yang cukup besar. Misalnya saja kini terdapat kacamata 3D yang digunakan untuk mendapatkan sensasi visual secara tiga dimensi.</content:encoded></item></channel></rss>
