<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Simak! Ini Dia Sejarah Perkembangan Tape Recorder</title><description>Revolusi teknis berikutnya dalam perekaman suara datang dengan memperkenalkan sebuah temuan berupa perekam pita magnetik.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/19/56/1798937/okezone-story-simak-ini-dia-sejarah-perkembangan-tape-recorder</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/19/56/1798937/okezone-story-simak-ini-dia-sejarah-perkembangan-tape-recorder"/><item><title>OKEZONE STORY: Simak! Ini Dia Sejarah Perkembangan Tape Recorder</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/19/56/1798937/okezone-story-simak-ini-dia-sejarah-perkembangan-tape-recorder</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/19/56/1798937/okezone-story-simak-ini-dia-sejarah-perkembangan-tape-recorder</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2017 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Riani Angel Agustine</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/19/56/1798937/okezone-story-simak-ini-dia-sejarah-perkembangan-tape-recorder-IAZXr4HOME.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Britannica)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/19/56/1798937/okezone-story-simak-ini-dia-sejarah-perkembangan-tape-recorder-IAZXr4HOME.jpg</image><title>(Foto: Britannica)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Setelah munculnya mikrofon dan ampli elektronik, revolusi teknis berikutnya dalam perekaman suara datang dengan memperkenalkan sebuah temuan berupa perekam pita magnetik. Teknologi perekaman magnetik dimulai pada 1898, ketika Valdemar Poulsen mematenkan Telegraphon, yaitu alat yang merekam sinyal audio elektrik dari pemancar telefon sebagai variasi fluks magnetik pada panjang kawat piano baja.
Teknik perekaman suara tersebut berkembang sangat lama selama 30 tahun berikutnya. Pada 1930, kemajuan dalam elektronik memungkinkan perekaman kawat komersial pertama yang berhasil diperkenalkan sebagai mesin yang mendikte dan perekaman telefon di Eropa dan Amerika Utara.
Merekam media dari baja solid, kawat atau tape, tetap menjadi bentuk rekaman magnetik yang dominan di luar Jerman sampai sekira 1950. Perekaman yang paling menarik dari tipe ini adalah perekam Blattnerphone, atau Marconi-Stille.
Perangkat besar tersebut, yang direkam pada pita baja solid sepanjang 3 milimeter, dikembangkan di Jerman dan dijual ke beberapa penyiaran radio, termasuk, pada 1935 dijual kepada Canadian Broadcasting Corporation. Pada waktu bersamaan ketika Blattnerphone diperkenalkan, peneliti Jerman lainnya menyempurnakan metode pelapisan seluloid tipis dengan partikel oksida besi.
Pengaturan ini tidak hanya jauh berbeda, hanya lebih ringan dan lebih kompak dari baja atau kawat padat, namun partikelnya sebenarnya lebih mudah dimagnetisasi. Setelah Perang Dunia II, produsen Amerika memperkenalkan salinan Magnetofon Jerman tersebut.
Sementara perangkat pertama yang bernama Brush BK-401 dirancang sebagai perekam rumah, penyiar dan perusahaan rekaman segera mulai membeli sejumlah besar model profesional semacam itu sebagai Ampex 300. Mesin tersebut tidak hanya menjadi alat perekam yang teliti dan bagus dalam kinerja, tetapi mereka dapat merekam bagian panjang tanpa gangguan.
Selain itu, kesalahan bisa diperbaiki atau beragam program dirakit hanya dengan splicing pada bahan yang diinginkan. Dimulai pada 1950-an, para insinyur rekaman juga menemukan bahwa dengan overdubbing atau dengan merekam di banyak trek, mereka dapat mengumpulkan kinerja ideal tanpa memerlukan perekaman keseluruhan ansambel secara tunggal tanpa cela. (ahl)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Setelah munculnya mikrofon dan ampli elektronik, revolusi teknis berikutnya dalam perekaman suara datang dengan memperkenalkan sebuah temuan berupa perekam pita magnetik. Teknologi perekaman magnetik dimulai pada 1898, ketika Valdemar Poulsen mematenkan Telegraphon, yaitu alat yang merekam sinyal audio elektrik dari pemancar telefon sebagai variasi fluks magnetik pada panjang kawat piano baja.
Teknik perekaman suara tersebut berkembang sangat lama selama 30 tahun berikutnya. Pada 1930, kemajuan dalam elektronik memungkinkan perekaman kawat komersial pertama yang berhasil diperkenalkan sebagai mesin yang mendikte dan perekaman telefon di Eropa dan Amerika Utara.
Merekam media dari baja solid, kawat atau tape, tetap menjadi bentuk rekaman magnetik yang dominan di luar Jerman sampai sekira 1950. Perekaman yang paling menarik dari tipe ini adalah perekam Blattnerphone, atau Marconi-Stille.
Perangkat besar tersebut, yang direkam pada pita baja solid sepanjang 3 milimeter, dikembangkan di Jerman dan dijual ke beberapa penyiaran radio, termasuk, pada 1935 dijual kepada Canadian Broadcasting Corporation. Pada waktu bersamaan ketika Blattnerphone diperkenalkan, peneliti Jerman lainnya menyempurnakan metode pelapisan seluloid tipis dengan partikel oksida besi.
Pengaturan ini tidak hanya jauh berbeda, hanya lebih ringan dan lebih kompak dari baja atau kawat padat, namun partikelnya sebenarnya lebih mudah dimagnetisasi. Setelah Perang Dunia II, produsen Amerika memperkenalkan salinan Magnetofon Jerman tersebut.
Sementara perangkat pertama yang bernama Brush BK-401 dirancang sebagai perekam rumah, penyiar dan perusahaan rekaman segera mulai membeli sejumlah besar model profesional semacam itu sebagai Ampex 300. Mesin tersebut tidak hanya menjadi alat perekam yang teliti dan bagus dalam kinerja, tetapi mereka dapat merekam bagian panjang tanpa gangguan.
Selain itu, kesalahan bisa diperbaiki atau beragam program dirakit hanya dengan splicing pada bahan yang diinginkan. Dimulai pada 1950-an, para insinyur rekaman juga menemukan bahwa dengan overdubbing atau dengan merekam di banyak trek, mereka dapat mengumpulkan kinerja ideal tanpa memerlukan perekaman keseluruhan ansambel secara tunggal tanpa cela. (ahl)</content:encoded></item></channel></rss>
