<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simbiosis dalam Dunia Hewan, Ini Penjelasan Alquran dan Sains</title><description>Simbiosis merupakan istilah ilmiah untuk dua jenis organisme yang hidup  bersama sebagai kesatuan dan saling menolong satu sama lain.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/15/56/1795845/simbiosis-dalam-dunia-hewan-ini-penjelasan-alquran-dan-sains</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/15/56/1795845/simbiosis-dalam-dunia-hewan-ini-penjelasan-alquran-dan-sains"/><item><title>Simbiosis dalam Dunia Hewan, Ini Penjelasan Alquran dan Sains</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/15/56/1795845/simbiosis-dalam-dunia-hewan-ini-penjelasan-alquran-dan-sains</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/15/56/1795845/simbiosis-dalam-dunia-hewan-ini-penjelasan-alquran-dan-sains</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2017 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/15/56/1795845/simbiosis-dalam-dunia-hewan-ini-penjelasan-alquran-dan-sains-LPWn0GiTif.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Next Nature)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/15/56/1795845/simbiosis-dalam-dunia-hewan-ini-penjelasan-alquran-dan-sains-LPWn0GiTif.jpg</image><title>(Foto: Next Nature)</title></images><description>JAKARTA - Simbiosis merupakan istilah ilmiah untuk dua jenis organisme yang hidup bersama sebagai kesatuan dan saling menolong satu sama lain. Dalam kajian islami, istilah ini merujuk pada ayat Alquran dalam surat Taha ayat 50.

&quot;Dia (Musa) menjawab, &quot;Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk,&quot; demikian bunyi dalam ayat tersebut.

Menurut buku Tafsir Ilmi mengenai hewan dalam perspektif Alquran dan sains (2012), ayat di atas menunjukkan bahwa Allah memberikan akal, insting atau naluri dan kodrat alamiah kepada semua makhluk, tidak terkecuali hewan, untuk melangsungkan kehidupannya.

Salah satu naluri yang dimilikinya ialah untuk bekerja sama di antara sejenisnya, baik yang menguntungkan kedua belah pihak maupun salah satunya.

Simbiosis sendiri terbagi menjadi dua macam yakni di luar tubuh (ectosymbiosis) dan di dalam tubuh (endosymbiosis). Simbiosis di luar tubuh dicontohkan oleh kerja sama antara kepik pada penyebaran benih tumbuhan dan simbiosis di dalam tubuh seperti jasad renik di dalam saluran pencernaan sapi.

Mutualisme merupakan salah satu bentuk simbiosis yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya saja seranggan membantu tumbuhan karena berperan dalam mentransfer dan mempertemukan sel jantan dan sel betina tumbuhan.

Kemudian, ada pula simbiosis komensialisme. Berbeda dengan mutualisme, bentuk simbiosis ini hanya menguntungkan salah satu pihak. Meski demikian, pihak lainnya tak dirugikan atau mendapatkan keuntungan apapun.

Misalnya ialah pada ikan badut dengan anemon laut. Karena tubuh ikan badut terlapisi lendir hewan ini tak jadi mangsa dari anemon. Sementara karena kekebalannya, ikan badut juga bisa bersembunyi dan terhindar dari buruan ikan lain.

Berkenaan dengan simbiosis, Allah membimbing mereka untuk melakukan hubungan dan memberikan perilaku khas seperti dinyatakan dalam surat Taha ayat 50 di atas. &amp;#8203;</description><content:encoded>JAKARTA - Simbiosis merupakan istilah ilmiah untuk dua jenis organisme yang hidup bersama sebagai kesatuan dan saling menolong satu sama lain. Dalam kajian islami, istilah ini merujuk pada ayat Alquran dalam surat Taha ayat 50.

&quot;Dia (Musa) menjawab, &quot;Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk,&quot; demikian bunyi dalam ayat tersebut.

Menurut buku Tafsir Ilmi mengenai hewan dalam perspektif Alquran dan sains (2012), ayat di atas menunjukkan bahwa Allah memberikan akal, insting atau naluri dan kodrat alamiah kepada semua makhluk, tidak terkecuali hewan, untuk melangsungkan kehidupannya.

Salah satu naluri yang dimilikinya ialah untuk bekerja sama di antara sejenisnya, baik yang menguntungkan kedua belah pihak maupun salah satunya.

Simbiosis sendiri terbagi menjadi dua macam yakni di luar tubuh (ectosymbiosis) dan di dalam tubuh (endosymbiosis). Simbiosis di luar tubuh dicontohkan oleh kerja sama antara kepik pada penyebaran benih tumbuhan dan simbiosis di dalam tubuh seperti jasad renik di dalam saluran pencernaan sapi.

Mutualisme merupakan salah satu bentuk simbiosis yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya saja seranggan membantu tumbuhan karena berperan dalam mentransfer dan mempertemukan sel jantan dan sel betina tumbuhan.

Kemudian, ada pula simbiosis komensialisme. Berbeda dengan mutualisme, bentuk simbiosis ini hanya menguntungkan salah satu pihak. Meski demikian, pihak lainnya tak dirugikan atau mendapatkan keuntungan apapun.

Misalnya ialah pada ikan badut dengan anemon laut. Karena tubuh ikan badut terlapisi lendir hewan ini tak jadi mangsa dari anemon. Sementara karena kekebalannya, ikan badut juga bisa bersembunyi dan terhindar dari buruan ikan lain.

Berkenaan dengan simbiosis, Allah membimbing mereka untuk melakukan hubungan dan memberikan perilaku khas seperti dinyatakan dalam surat Taha ayat 50 di atas. &amp;#8203;</content:encoded></item></channel></rss>
