<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Temukan Planet Nine, Peneliti Gunakan Subaru Telescope</title><description> Keberadaan planet Nine menjadi perdebatan selama bertahun-tahun. Namun, kini NASA mengklaim bahwa Planet Nine memang ada.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/14/56/1795465/ingin-temukan-planet-nine-peneliti-gunakan-subaru-telescope</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/14/56/1795465/ingin-temukan-planet-nine-peneliti-gunakan-subaru-telescope"/><item><title>Ingin Temukan Planet Nine, Peneliti Gunakan Subaru Telescope</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/14/56/1795465/ingin-temukan-planet-nine-peneliti-gunakan-subaru-telescope</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/10/14/56/1795465/ingin-temukan-planet-nine-peneliti-gunakan-subaru-telescope</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2017 02:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dini Listiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/14/56/1795465/ingin-temukan-planet-nine-peneliti-gunakan-subaru-telescope-VaTgGDmMIB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/14/56/1795465/ingin-temukan-planet-nine-peneliti-gunakan-subaru-telescope-VaTgGDmMIB.jpg</image><title>(foto: NASA)</title></images><description>JAKARTA - Keberadaan planet Nine menjadi perdebatan selama bertahun-tahun. Namun, kini NASA mengklaim bahwa Planet Nine memang ada.

Para peneliti kini menggunakan Subaru Telescope di Hawaii dengan harapan bisa menemukan Planet Nine, dan berharap pendeteksian juga akan memberikan penerangan pada asalnya.

Planet Nine pertama kali diteorikan oleh para ahli Caltech pada 2014. Dan, sementara planet itu sendiri masih belum ditemukan, para peneliti percaya ada bukti kuat bahwa itu (planet) memang ada ada.

&quot;Sekarang ada lima perbedaan garis observasional yang berbeda yang menunjukkan keberadaan Planet Nine. Jika Anda menghapus penjelasan ini dan membayangkan Planet Nine tidak ada, artinya Anda menghasilkan lebih banyak masalah dibanding yang Anda selesaikan,&quot;kata Dr Konstantin Batygin, ahli astrofisika planet di Caltech di Pasadena.

&quot;Tiba-tiba, Anda memiliki lima teka-teki yang berbeda, dan Anda harus mengemukakan lima teori berbeda untuk menjelaskan,&quot; lanjutnya seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (16/10/2017).

Pada 2016, Dr Batygin menerbitkan sebuah penelitian yang meneliti orbit enam benda di Sabuk Kuiper, daerah yang jauh dari badan es yang membentang dari arah Neptunus menunju ruang antara bintang.

Temuannya mengungkapkan bahwa objek itu memiliki orbit elips yang mengarah ke arah yang sama dan dimiringkan 30 derajat ke bawah dibandingkan dengan bidang di mana delapan planet mengelilingi matahari.

Untuk menyelidiki hal ini lebih jauh, para peneliti menggunakan simulasi komputer dari tata surya dengan Planet Nine ikut disertakan di dalamnya, dan menunjukkan bahwa seharusnya ada lebih banyak benda yang miring pada 90 derajat terhadap bidang ke delapan planet.

Mengikuti penelitian ini, dua petunjuk lagi muncul tentang Planet Nine. Artikel kedua dari tim Dr Batygin, yang dipimpin oleh Elizabeth Bailey, menunjukkan bahwa Planet Nine bisa memiringkan planet tata surya ini selama 4,5 miliar tahun terakhir.

&quot;Dalam kurun waktu yang lama, Planet Nine akan membuat keseluruhan tata surya pesawat atau wobble seperti bagian atas meja,&quot; terang Batygin.

Terakhir, peneliti mendemonstrasikan bagaimana kehadiran Planet Nine bisa menjelaskan mengapa benda Sabuk Kuiper mengorbit dalam arah yang berlawanan dari yang lain di tata surya.

&quot;Tidak ada model lain yang bisa menjelaskan keanehan orbit yang cenderung tinggi ini. Ternyata Planet Nine menyediakan jalan alami bagi generasi merdeka,&quot; kata Batygin.

&quot;Benda-benda ini telah diputar keluar dari pesawat tata surya dengan bantuan dari Planet Nine dan kemudian masuk ke dalam oleh Neptunus,&quot; jelasnya.

Para peneliti kini berharap bisa menemukan Planet Nine sendiri menggunakan Subaru Telescope di Mauna Kea Observatory di Hawaii, yang mereka gambarkan sebagai alat terbaik untuk pekerjaan itu.

&quot;Saya pikir deteksi Planet Nine akan memberi tahun kita tentang asal usulnya,&quot; tandasnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Keberadaan planet Nine menjadi perdebatan selama bertahun-tahun. Namun, kini NASA mengklaim bahwa Planet Nine memang ada.

Para peneliti kini menggunakan Subaru Telescope di Hawaii dengan harapan bisa menemukan Planet Nine, dan berharap pendeteksian juga akan memberikan penerangan pada asalnya.

Planet Nine pertama kali diteorikan oleh para ahli Caltech pada 2014. Dan, sementara planet itu sendiri masih belum ditemukan, para peneliti percaya ada bukti kuat bahwa itu (planet) memang ada ada.

&quot;Sekarang ada lima perbedaan garis observasional yang berbeda yang menunjukkan keberadaan Planet Nine. Jika Anda menghapus penjelasan ini dan membayangkan Planet Nine tidak ada, artinya Anda menghasilkan lebih banyak masalah dibanding yang Anda selesaikan,&quot;kata Dr Konstantin Batygin, ahli astrofisika planet di Caltech di Pasadena.

&quot;Tiba-tiba, Anda memiliki lima teka-teki yang berbeda, dan Anda harus mengemukakan lima teori berbeda untuk menjelaskan,&quot; lanjutnya seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (16/10/2017).

Pada 2016, Dr Batygin menerbitkan sebuah penelitian yang meneliti orbit enam benda di Sabuk Kuiper, daerah yang jauh dari badan es yang membentang dari arah Neptunus menunju ruang antara bintang.

Temuannya mengungkapkan bahwa objek itu memiliki orbit elips yang mengarah ke arah yang sama dan dimiringkan 30 derajat ke bawah dibandingkan dengan bidang di mana delapan planet mengelilingi matahari.

Untuk menyelidiki hal ini lebih jauh, para peneliti menggunakan simulasi komputer dari tata surya dengan Planet Nine ikut disertakan di dalamnya, dan menunjukkan bahwa seharusnya ada lebih banyak benda yang miring pada 90 derajat terhadap bidang ke delapan planet.

Mengikuti penelitian ini, dua petunjuk lagi muncul tentang Planet Nine. Artikel kedua dari tim Dr Batygin, yang dipimpin oleh Elizabeth Bailey, menunjukkan bahwa Planet Nine bisa memiringkan planet tata surya ini selama 4,5 miliar tahun terakhir.

&quot;Dalam kurun waktu yang lama, Planet Nine akan membuat keseluruhan tata surya pesawat atau wobble seperti bagian atas meja,&quot; terang Batygin.

Terakhir, peneliti mendemonstrasikan bagaimana kehadiran Planet Nine bisa menjelaskan mengapa benda Sabuk Kuiper mengorbit dalam arah yang berlawanan dari yang lain di tata surya.

&quot;Tidak ada model lain yang bisa menjelaskan keanehan orbit yang cenderung tinggi ini. Ternyata Planet Nine menyediakan jalan alami bagi generasi merdeka,&quot; kata Batygin.

&quot;Benda-benda ini telah diputar keluar dari pesawat tata surya dengan bantuan dari Planet Nine dan kemudian masuk ke dalam oleh Neptunus,&quot; jelasnya.

Para peneliti kini berharap bisa menemukan Planet Nine sendiri menggunakan Subaru Telescope di Mauna Kea Observatory di Hawaii, yang mereka gambarkan sebagai alat terbaik untuk pekerjaan itu.

&quot;Saya pikir deteksi Planet Nine akan memberi tahun kita tentang asal usulnya,&quot; tandasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
