<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masya Allah, Awan Jenis Ini yang Hasilkan Hujan dalam Penjelasan Alquran dan Sains</title><description>Awan stratus tidak dapat menghasilkan kilat, guntur dan butiran-butiran es, tetapi hanya menurunkan hujan saja.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/28/56/1784394/masya-allah-awan-jenis-ini-yang-hasilkan-hujan-dalam-penjelasan-alquran-dan-sains</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/28/56/1784394/masya-allah-awan-jenis-ini-yang-hasilkan-hujan-dalam-penjelasan-alquran-dan-sains"/><item><title>Masya Allah, Awan Jenis Ini yang Hasilkan Hujan dalam Penjelasan Alquran dan Sains</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/28/56/1784394/masya-allah-awan-jenis-ini-yang-hasilkan-hujan-dalam-penjelasan-alquran-dan-sains</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/28/56/1784394/masya-allah-awan-jenis-ini-yang-hasilkan-hujan-dalam-penjelasan-alquran-dan-sains</guid><pubDate>Kamis 28 September 2017 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/28/56/1784394/masya-allah-awan-jenis-ini-yang-hasilkan-hujan-dalam-penjelasan-alquran-dan-sains-wyp1CbQQdQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/28/56/1784394/masya-allah-awan-jenis-ini-yang-hasilkan-hujan-dalam-penjelasan-alquran-dan-sains-wyp1CbQQdQ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Hujan merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di Bumi. Hujan menjadi bagian dari proses siklus air atau siklus hidrologi, yakni jatuhnya air ke Bumi.

Dalam salah satu ayat Alquran, Allah berfirman mengenai terjadinya hujan.

&quot;Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira,&quot; Surah Ar-Rum Ayat 48.

Baca juga: Masya Allah, Alquran dan Sains Jelaskan Fenomena Air Hujan

Ayat ini menjelaskan bahwa anginlah yang membentuk awan berikut semua jenisnya, seperti awan Cumuliform dan awan stratus. Dalam  buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan bahwa awan stratus terbentang secara horizontal dan berbentuk lapisan sepanjang 200 kilometer.

Ia memanjang di lapisan pertama paling bawah, lalu lapisan ketiga terbawah, lalu lapisan keempat, dan seterusnya.

Para ilmuwan mengatakan, awan stratus tidak dapat menghasilkan kilat, guntur dan butiran-butiran es, tetapi hanya menurunkan hujan saja.

Namun, turunnya hujan melalui awan stratus tidak terjadi di setiap kondisi, hanya di kondisi tertentu saja. Hujan tidak akan turun kecuali jika empat lapisan awan berkumpul menjadi satu.

Baca juga: Menakjubkan! Fenomena Air Memancar dari Bumi Dijelaskan Alquran dan Sains

Jika hanya tiga lapisan yang berkumpul, hujan tetap akan terbentuk, tapi tidak akan jatuh ke Bumi karena sudah menguap di udara. Sebab, ketebalan butiran-butiran air hanya sedikit.

Adapun ketika dua lapisan awan berkumpul, hujan takkan terbentuk. Pada titik inilah ungkapan kisafan pada ayat di atas menemukan kebenarannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di Bumi. Hujan menjadi bagian dari proses siklus air atau siklus hidrologi, yakni jatuhnya air ke Bumi.

Dalam salah satu ayat Alquran, Allah berfirman mengenai terjadinya hujan.

&quot;Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira,&quot; Surah Ar-Rum Ayat 48.

Baca juga: Masya Allah, Alquran dan Sains Jelaskan Fenomena Air Hujan

Ayat ini menjelaskan bahwa anginlah yang membentuk awan berikut semua jenisnya, seperti awan Cumuliform dan awan stratus. Dalam  buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan bahwa awan stratus terbentang secara horizontal dan berbentuk lapisan sepanjang 200 kilometer.

Ia memanjang di lapisan pertama paling bawah, lalu lapisan ketiga terbawah, lalu lapisan keempat, dan seterusnya.

Para ilmuwan mengatakan, awan stratus tidak dapat menghasilkan kilat, guntur dan butiran-butiran es, tetapi hanya menurunkan hujan saja.

Namun, turunnya hujan melalui awan stratus tidak terjadi di setiap kondisi, hanya di kondisi tertentu saja. Hujan tidak akan turun kecuali jika empat lapisan awan berkumpul menjadi satu.

Baca juga: Menakjubkan! Fenomena Air Memancar dari Bumi Dijelaskan Alquran dan Sains

Jika hanya tiga lapisan yang berkumpul, hujan tetap akan terbentuk, tapi tidak akan jatuh ke Bumi karena sudah menguap di udara. Sebab, ketebalan butiran-butiran air hanya sedikit.

Adapun ketika dua lapisan awan berkumpul, hujan takkan terbentuk. Pada titik inilah ungkapan kisafan pada ayat di atas menemukan kebenarannya.</content:encoded></item></channel></rss>
