<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobilnya Di-Recall, Begini Cara Produsen Mobil Ingatkan Konsumen</title><description> Akibat airbag produksi Takata yang mengalami masalah, banyak produsen mobil dibuat kerepotan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/16/15/1777354/mobilnya-di-recall-begini-cara-produsen-mobil-ingatkan-konsumen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/16/15/1777354/mobilnya-di-recall-begini-cara-produsen-mobil-ingatkan-konsumen"/><item><title>Mobilnya Di-Recall, Begini Cara Produsen Mobil Ingatkan Konsumen</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/16/15/1777354/mobilnya-di-recall-begini-cara-produsen-mobil-ingatkan-konsumen</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/16/15/1777354/mobilnya-di-recall-begini-cara-produsen-mobil-ingatkan-konsumen</guid><pubDate>Sabtu 16 September 2017 18:48 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/16/15/1777354/mobilnya-di-recall-begini-cara-produsen-mobil-ingatkan-konsumen-JPlmOuWVVp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Toyota VIos (Paultan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/16/15/1777354/mobilnya-di-recall-begini-cara-produsen-mobil-ingatkan-konsumen-JPlmOuWVVp.jpg</image><title>Toyota VIos (Paultan)</title></images><description>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Akibat airbag produksi Takata yang mengalami masalah, banyak produsen mobil dibuat kerepotan karena harus memanggil konsumen supaya mau ke bengkel untuk perbaikan, sebut saja salah satunya Toyota. Produsen mobil asal Jepang itu tidak henti-hentinya melakukan kampanye recall (penarikan) mobilnya hampir di seluruh dunia.
Beragam jenis kampanye recall dilakukan Toyota, seperti yang diterapkan oleh UMW Toyota Motor (UMWT) di Malaysia. Perusahaan tersebut merilis video singkat yang menjelaskan efek negatif dari airbag jika tidak diperbaiki. Di akhir video, Toyota mengajak para pemilik yang mobilnya masuk dalam daftar airbag yang cacat supaya melakukan pemeriksaan di bengkel resmi.
(Baca juga: Recall karena Airbag, Honda Indonesia: Kesadaran Konsumen Masih Kurang)
Recall dilakukan untuk mengganti inflator airbag yang bisa mengembang secara berlebihan atau meledak saat mobil mengalami kecelakaan. Ledakan itu disertai dengan lontaran benda logam yang bisa mengenai wajah atau leher pengemudi hingga menyebabkan kematian.
UMWT pernah melakukan recall pada Maret terhadap 42.000 unit yang terdiri dari Corolla Altis, Vios, Yaris, dan Alphard. Semuanya produksi Mei 2010 sampai Desember 2012.
Sebelumnya pada pada Oktober 2016, UMWT menarik sekira 80.000 unit yang terdiri dari Vios, Corolla Altis, Yaris, dan Alphard yang diproduksi antara Oktober 2007 dan Desember 2011. Demikian seperti dilansir dari Paultan.
Secara global, kasus airbag Takata sudah ramai sejak 10 tahun terakhir. Lebih dari 10 produsen automotif terpaksa me-recall ratusan juta unit produk mereka di seluruh dunia karena permasalahan yang sama.
(Baca juga: Pengemudi Accord Jadi Korban Tewas Ke-19 akibat Ledakan Airbag Takata)
Sementara di Indonesia, Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek (APM) kendaraan Toyota di Indonesia sudah mengumumkan recall pada Juli 2016. Sebanyak 40.280 model kendaraan Vios, Yaris, Corolla, dan Camry produksi 2001&amp;ndash;2008 harus dilakukan penggantian airbag dalam program special service campaign (SSC). Recall dilakukan sebagai program preventif, tidak ada laporan korban akibat permasalahan ini di Indonesia. (san) 
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/4Wh1Qu173eU&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Akibat airbag produksi Takata yang mengalami masalah, banyak produsen mobil dibuat kerepotan karena harus memanggil konsumen supaya mau ke bengkel untuk perbaikan, sebut saja salah satunya Toyota. Produsen mobil asal Jepang itu tidak henti-hentinya melakukan kampanye recall (penarikan) mobilnya hampir di seluruh dunia.
Beragam jenis kampanye recall dilakukan Toyota, seperti yang diterapkan oleh UMW Toyota Motor (UMWT) di Malaysia. Perusahaan tersebut merilis video singkat yang menjelaskan efek negatif dari airbag jika tidak diperbaiki. Di akhir video, Toyota mengajak para pemilik yang mobilnya masuk dalam daftar airbag yang cacat supaya melakukan pemeriksaan di bengkel resmi.
(Baca juga: Recall karena Airbag, Honda Indonesia: Kesadaran Konsumen Masih Kurang)
Recall dilakukan untuk mengganti inflator airbag yang bisa mengembang secara berlebihan atau meledak saat mobil mengalami kecelakaan. Ledakan itu disertai dengan lontaran benda logam yang bisa mengenai wajah atau leher pengemudi hingga menyebabkan kematian.
UMWT pernah melakukan recall pada Maret terhadap 42.000 unit yang terdiri dari Corolla Altis, Vios, Yaris, dan Alphard. Semuanya produksi Mei 2010 sampai Desember 2012.
Sebelumnya pada pada Oktober 2016, UMWT menarik sekira 80.000 unit yang terdiri dari Vios, Corolla Altis, Yaris, dan Alphard yang diproduksi antara Oktober 2007 dan Desember 2011. Demikian seperti dilansir dari Paultan.
Secara global, kasus airbag Takata sudah ramai sejak 10 tahun terakhir. Lebih dari 10 produsen automotif terpaksa me-recall ratusan juta unit produk mereka di seluruh dunia karena permasalahan yang sama.
(Baca juga: Pengemudi Accord Jadi Korban Tewas Ke-19 akibat Ledakan Airbag Takata)
Sementara di Indonesia, Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek (APM) kendaraan Toyota di Indonesia sudah mengumumkan recall pada Juli 2016. Sebanyak 40.280 model kendaraan Vios, Yaris, Corolla, dan Camry produksi 2001&amp;ndash;2008 harus dilakukan penggantian airbag dalam program special service campaign (SSC). Recall dilakukan sebagai program preventif, tidak ada laporan korban akibat permasalahan ini di Indonesia. (san) 
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/4Wh1Qu173eU&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
