<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tidak Perlu Takut Naik Mobil 'Tanpa Sopir', Ini Alasannya</title><description>Intel ingin memastikan bahwa setiap mobil otonom (tanpa sopir) telah dilengkapi dengan teknologi canggih yang inovatif.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/01/15/1767785/tidak-perlu-takut-naik-mobil-tanpa-sopir-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/01/15/1767785/tidak-perlu-takut-naik-mobil-tanpa-sopir-ini-alasannya"/><item><title>Tidak Perlu Takut Naik Mobil 'Tanpa Sopir', Ini Alasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/01/15/1767785/tidak-perlu-takut-naik-mobil-tanpa-sopir-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/09/01/15/1767785/tidak-perlu-takut-naik-mobil-tanpa-sopir-ini-alasannya</guid><pubDate>Sabtu 02 September 2017 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/01/15/1767785/tidak-perlu-takut-naik-mobil-tanpa-sopir-ini-alasannya-gavpRa9HQm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil tanpa sopir (Foto: Intel/Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/01/15/1767785/tidak-perlu-takut-naik-mobil-tanpa-sopir-ini-alasannya-gavpRa9HQm.jpg</image><title>Mobil tanpa sopir (Foto: Intel/Youtube)</title></images><description>CALIFORNIA - Perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia chip semikonduktor untuk komputer, Intel ingin memastikan bahwa setiap mobil otonom (tanpa sopir) telah dilengkapi dengan teknologi canggih yang inovatif. Oleh karena itu Intel berharap konsumen tidak perlu takut naik mobil tanpa sopir.
Dalam sebuah editorial yang diterbitkan oleh chief systems architect of Intel&amp;rsquo;s Autonomous Driving Group, Jack Weast, mengungkap bahwa teknologi yang ada di mobil otonom sudah menjalani beragam pengujian sehingga bila ditemukan kesalahan pasti segera diperbaiki dalam waktu yang singkat. Demikian seperti dilansir dari Carscoops.
(Baca juga: Pemerintah Inggris Beri Izin Pengujian Mobil Tanpa Sopir)
Sebagai upaya untuk memperkenalkan teknologi otonom, Intel belum lama ini melakukan studi interaksi kepercayaan (Trust Interaction Study). Studi ini melibatkan kelompok masyarakat yang belum pernah menaiki kendaraan yang mampu bergerak sendiri. Mereka diberi kesempatan untuk merasakan kendaraaan prototipe berteknologi otonom milik Intel.
Kesimpulan dari hasil studi tersebut, rata-rata konsumen mengatakan bahwa mereka menyadari bahwa naik mobil tanpa sopir aman. Apalagi di kabin sudah ada beberapa perangkat pendukung seperti layar sentuh, vocal cues, dan lainnya, yang memungkinkan penumpang berinteraksi dengan mobil.
Meski dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi chip komputer, bukan mobil, tapi perusahaan berhasil menciptakan teknologi otonom yang sempurna.
Sementara itu berdasarkan studi yang dilakukan oleh Gartner yang bertajuk 'Gartner Consumer Trend in Automotive' menyebutkan bahwa sebagian besar responden tidak ingin menggunakan mobil yang sepenuhnya menggunakan teknologi otonom.
Banyak orang masih meragukan kemampuan teknologi pada mobil tanpa sopir karena bisa saja sistemnya tiba-tiba tidak bekerja. Jangankan mobil, peralatan elektronik yang digunakan sehari-hari saja bisa rusak setiap saat. Bagaimana jika sistem pada mobil otonom rusak saat mobil melaju cepat. Hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat.
(Baca juga: Hasil Survei Ungkap Orang Masih Takut Naik Mobil 'Tanpa Sopir', Ini Alasannya)
Namun, para responden masih bisa menerima mobil berteknologi semiotonom yang masih dilengkapi dengan setir kemudi serta pedal gas dan rem. Mobil ini bisa dioperasikan secara otonom atau manual. Sebanyak 70 persen responden menyatakan senang bisa mengendarainya. Mereka bisa mengambil alih kemudi kapan saja mau. (san)
</description><content:encoded>CALIFORNIA - Perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia chip semikonduktor untuk komputer, Intel ingin memastikan bahwa setiap mobil otonom (tanpa sopir) telah dilengkapi dengan teknologi canggih yang inovatif. Oleh karena itu Intel berharap konsumen tidak perlu takut naik mobil tanpa sopir.
Dalam sebuah editorial yang diterbitkan oleh chief systems architect of Intel&amp;rsquo;s Autonomous Driving Group, Jack Weast, mengungkap bahwa teknologi yang ada di mobil otonom sudah menjalani beragam pengujian sehingga bila ditemukan kesalahan pasti segera diperbaiki dalam waktu yang singkat. Demikian seperti dilansir dari Carscoops.
(Baca juga: Pemerintah Inggris Beri Izin Pengujian Mobil Tanpa Sopir)
Sebagai upaya untuk memperkenalkan teknologi otonom, Intel belum lama ini melakukan studi interaksi kepercayaan (Trust Interaction Study). Studi ini melibatkan kelompok masyarakat yang belum pernah menaiki kendaraan yang mampu bergerak sendiri. Mereka diberi kesempatan untuk merasakan kendaraaan prototipe berteknologi otonom milik Intel.
Kesimpulan dari hasil studi tersebut, rata-rata konsumen mengatakan bahwa mereka menyadari bahwa naik mobil tanpa sopir aman. Apalagi di kabin sudah ada beberapa perangkat pendukung seperti layar sentuh, vocal cues, dan lainnya, yang memungkinkan penumpang berinteraksi dengan mobil.
Meski dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi chip komputer, bukan mobil, tapi perusahaan berhasil menciptakan teknologi otonom yang sempurna.
Sementara itu berdasarkan studi yang dilakukan oleh Gartner yang bertajuk 'Gartner Consumer Trend in Automotive' menyebutkan bahwa sebagian besar responden tidak ingin menggunakan mobil yang sepenuhnya menggunakan teknologi otonom.
Banyak orang masih meragukan kemampuan teknologi pada mobil tanpa sopir karena bisa saja sistemnya tiba-tiba tidak bekerja. Jangankan mobil, peralatan elektronik yang digunakan sehari-hari saja bisa rusak setiap saat. Bagaimana jika sistem pada mobil otonom rusak saat mobil melaju cepat. Hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat.
(Baca juga: Hasil Survei Ungkap Orang Masih Takut Naik Mobil 'Tanpa Sopir', Ini Alasannya)
Namun, para responden masih bisa menerima mobil berteknologi semiotonom yang masih dilengkapi dengan setir kemudi serta pedal gas dan rem. Mobil ini bisa dioperasikan secara otonom atau manual. Sebanyak 70 persen responden menyatakan senang bisa mengendarainya. Mereka bisa mengambil alih kemudi kapan saja mau. (san)
</content:encoded></item></channel></rss>
