<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waduh! Data Pelanggan Essential Bocor, Andy Rubin Angkat Bicara</title><description>Secara tidak sengaja Essential membagikan informasi pribadi termasuk  lisensi pengemudi dari beberapa pelanggan ke pelanggan lainnya</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/31/207/1766936/waduh-data-pelanggan-essential-bocor-andy-rubin-angkat-bicara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/31/207/1766936/waduh-data-pelanggan-essential-bocor-andy-rubin-angkat-bicara"/><item><title>Waduh! Data Pelanggan Essential Bocor, Andy Rubin Angkat Bicara</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/31/207/1766936/waduh-data-pelanggan-essential-bocor-andy-rubin-angkat-bicara</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/31/207/1766936/waduh-data-pelanggan-essential-bocor-andy-rubin-angkat-bicara</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2017 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Lely Maulida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/31/207/1766936/waduh-data-pelanggan-essential-bocor-andy-rubin-angkat-bicara-TJh2T4a9GP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Gizmodo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/31/207/1766936/waduh-data-pelanggan-essential-bocor-andy-rubin-angkat-bicara-TJh2T4a9GP.jpg</image><title>(Foto: Gizmodo)</title></images><description>CALIFORNIA &amp;ndash; Belum lama membuka kesempatan pengguna untuk pre-order smartphone Essential, perusahaan malah melakukan kekeliruan yang terbilang memalukan. Rabu malam waktu setempat, secara tidak sengaja Essential membagikan informasi pribadi termasuk lisensi pengemudi dari beberapa pelanggan ke pelanggan lainnya melalui email.

Kesalahan itu terjadi setelah Essential menghubungi sejumlah pelanggannya yang melakukan pre-order smartphone pertama perusahaan. Essential meminta pelanggan untuk mengirimkan salinan SIM mereka untuk memverifikasi alamat sebagai upaya untuk mencegah pembelian atau pengiriman yang tidak tepat dan ditujukan ke alamat yang salah.  Sayangnya, ketika pelanggan membalas email tersebut dengan informasi pribadi termasuk SIM mereka, jawabannya tidak hanya masuk ke Essential namun juga dikirim ke setiap pelanggan lain.

Data ini tampaknya digunakan perusahaan untuk memverifikasi beberapa identitas pembeli ponsel yang akan segera didistribusikan.

Pada awalnya, beberapa pelanggan (di forum pengembang XDA dan r / Essential subreddit) menganggapnya sebagai tipuan - penipuan phishing yang dibuat agar pembeli dengan cemas menunggu smartphone Esensial mereka yang baru.

Ron Schnell, Profesor Keamanan Komputer di Nova Southeastern University mengatakan dalam sebuah posting di Reddit bahwa analisisnya mengenai email tersebut menyebutkan bahwa hal itu nyata dan insiden tersebut bukan hasil dari serangan phishing yang rumit, melainkan kesalahan konfigurasi server email perusahaan.  &quot;Ini bukan tipuan Phishing. Ini adalah salah konfigurasi,&quot; tulis Schnell di Reddit. Dia mencatat Identifikasi DomainKeys - sarana untuk mengautentikasi pengirim asli email - mengonfirmasikan pesan itu berasal dari Essential, namun balasannya salah dikirim ke semua orang yang menerima email asli tersebut.  &quot;Saya telah mengumpulkan cukup banyak koleksi D/Ls, Passport, kartu kredit, nomor telepon, dan alamat e-mail. Ini luar biasa,&quot; kata Schnell.

Senada dengan Schnell, pihak perusahaan akhirnya mengakui bahwa bocornya data itu merupakan kesalahan perusahaan. Hal ini disampaikan oleh pendiri dan CEO Essential, Andy Rubin dalam postingan blog baru di situs Essential.

&amp;ldquo;Kemarin, kami membuat kesalahan dalam fungsi layanan pelanggan kami yang menghasilkan informasi pribadi dari sekira 70 pelanggan yang dibagi dengan sekelompok kecil pelanggan lainnya. Kami telah menonaktifkan akun yang salah dikonfigurasi dan telah mengambil langkah-langkah internal untuk menambahkan perlindungan terhadap potensi hal ini kembali terjadi di masa depan. Kami mohon maaf atas kesalahan kami,&amp;rdquo; tulis bapak Android itu.

Sebagai gantinya, pelanggan yang terdampak akan ditawarkan satu tahun LifeLock, sebuah layanan perlindungan pencurian identitas. Demikian seperti dilansir IB Times, Kamis (31/8/2017). (lnm).</description><content:encoded>CALIFORNIA &amp;ndash; Belum lama membuka kesempatan pengguna untuk pre-order smartphone Essential, perusahaan malah melakukan kekeliruan yang terbilang memalukan. Rabu malam waktu setempat, secara tidak sengaja Essential membagikan informasi pribadi termasuk lisensi pengemudi dari beberapa pelanggan ke pelanggan lainnya melalui email.

Kesalahan itu terjadi setelah Essential menghubungi sejumlah pelanggannya yang melakukan pre-order smartphone pertama perusahaan. Essential meminta pelanggan untuk mengirimkan salinan SIM mereka untuk memverifikasi alamat sebagai upaya untuk mencegah pembelian atau pengiriman yang tidak tepat dan ditujukan ke alamat yang salah.  Sayangnya, ketika pelanggan membalas email tersebut dengan informasi pribadi termasuk SIM mereka, jawabannya tidak hanya masuk ke Essential namun juga dikirim ke setiap pelanggan lain.

Data ini tampaknya digunakan perusahaan untuk memverifikasi beberapa identitas pembeli ponsel yang akan segera didistribusikan.

Pada awalnya, beberapa pelanggan (di forum pengembang XDA dan r / Essential subreddit) menganggapnya sebagai tipuan - penipuan phishing yang dibuat agar pembeli dengan cemas menunggu smartphone Esensial mereka yang baru.

Ron Schnell, Profesor Keamanan Komputer di Nova Southeastern University mengatakan dalam sebuah posting di Reddit bahwa analisisnya mengenai email tersebut menyebutkan bahwa hal itu nyata dan insiden tersebut bukan hasil dari serangan phishing yang rumit, melainkan kesalahan konfigurasi server email perusahaan.  &quot;Ini bukan tipuan Phishing. Ini adalah salah konfigurasi,&quot; tulis Schnell di Reddit. Dia mencatat Identifikasi DomainKeys - sarana untuk mengautentikasi pengirim asli email - mengonfirmasikan pesan itu berasal dari Essential, namun balasannya salah dikirim ke semua orang yang menerima email asli tersebut.  &quot;Saya telah mengumpulkan cukup banyak koleksi D/Ls, Passport, kartu kredit, nomor telepon, dan alamat e-mail. Ini luar biasa,&quot; kata Schnell.

Senada dengan Schnell, pihak perusahaan akhirnya mengakui bahwa bocornya data itu merupakan kesalahan perusahaan. Hal ini disampaikan oleh pendiri dan CEO Essential, Andy Rubin dalam postingan blog baru di situs Essential.

&amp;ldquo;Kemarin, kami membuat kesalahan dalam fungsi layanan pelanggan kami yang menghasilkan informasi pribadi dari sekira 70 pelanggan yang dibagi dengan sekelompok kecil pelanggan lainnya. Kami telah menonaktifkan akun yang salah dikonfigurasi dan telah mengambil langkah-langkah internal untuk menambahkan perlindungan terhadap potensi hal ini kembali terjadi di masa depan. Kami mohon maaf atas kesalahan kami,&amp;rdquo; tulis bapak Android itu.

Sebagai gantinya, pelanggan yang terdampak akan ditawarkan satu tahun LifeLock, sebuah layanan perlindungan pencurian identitas. Demikian seperti dilansir IB Times, Kamis (31/8/2017). (lnm).</content:encoded></item></channel></rss>
