<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lucu! Ikan Ini Tersenyum ke Kamera saat Peneliti Menyelam </title><description>Sebuah kamera yang dioperasikan oleh sebuah tim di atas kapal penelitian  Jepang Kairei telah menangkap rekaman kehidupan laut terdalam.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/29/56/1765790/lucu-ikan-ini-tersenyum-ke-kamera-saat-peneliti-menyelam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/29/56/1765790/lucu-ikan-ini-tersenyum-ke-kamera-saat-peneliti-menyelam"/><item><title>Lucu! Ikan Ini Tersenyum ke Kamera saat Peneliti Menyelam </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/29/56/1765790/lucu-ikan-ini-tersenyum-ke-kamera-saat-peneliti-menyelam</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/29/56/1765790/lucu-ikan-ini-tersenyum-ke-kamera-saat-peneliti-menyelam</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Riani Angel Agustine</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/29/56/1765790/lucu-ikan-ini-tersenyum-ke-kamera-saat-peneliti-menyelam-dzzPR2dbjr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Jamstecchannel/YouTube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/29/56/1765790/lucu-ikan-ini-tersenyum-ke-kamera-saat-peneliti-menyelam-dzzPR2dbjr.jpg</image><title>(Foto: Jamstecchannel/YouTube)</title></images><description>OSAKA - Sebuah kamera yang dioperasikan oleh sebuah tim di atas kapal penelitian Jepang Kairei telah menangkap rekaman kehidupan laut terdalam di Palung Mariana. Rekaman tersebut menunjukkan sebuah 'snailfish' bercahaya di kedalaman 26 ribu kaki di bawah permukaan.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Selasa (29/8/2017), dalam pengamatan, para peneliti melihat adanya organisme laut yang tidak biasa. Setelah 17 jam merekam kehidupan laut dalam, seekor ikan siput muncul dan wajahnya menunjukkan sebuah senyuman kepada kamera.

Pandangan yang luar biasa dari 8.173 meter melebihi rekor sebelumnya yaitu 26 meter, memungkinkan peneliti untuk mengintip ke daerah yang mendekati titik terdalam di mana ikan dapat bertahan. Penelitian yang dipimpin oleh Japan Agency for Marine-earth Science and Technology (JAMSTEC) dan Japan Broadcasting Corporation (NHK) mencatat rekaman di kedua kedalaman di Palung Mariana dengan kedalaman 7.498 meter dan 8.178 meter.

Para peneliti menggunakan ikan kembung yang ditempatkan di depan kerangka pelindung kamera dan menenggelamkannya, lalu menunggu untuk melihat hewan laut apa yang akan mendekati umpan tersebut. Menurut tim, amphipods adalah hal pertama yang muncul di kedua kedalaman tersebut setelah umpan berada di dalam air.

Kemudian, pada kedalaman 7.498 meter, ikan siput muncul, selama 3 jam dan 37 menit ikan tersebut meningkat jumlahnya dan terus bertambah. Tim juga melihat amphipods raksasa pada kedalaman tersebut.

Semakin dalam kamera tersebut masuk, snailfish juga semakin langka untuk dilihat. Dibutuhkan waktu 17 jam dan 37 menit untuk 1 snailfish muncul dalam pengamatan tersebut. Menurut para ahli, snailfish yang diamati pada cuplikan video tersebut dikenal dengan nama Mariana Snailfish.

Pada pengamatan sebelumnya, mariana snailfish diketahui hidup pada kedalaman sekira 6.198 sampai 8.076 meter di bawah permukaan laut. Sedangkan jenis snailfish lainnya yang dikenal sebagai Ethereal Snailfish hidup di antara kedalaman 7.939 hingga 8.145 meter.

&quot;Mengamati organisme di laut terdalam telah menjadi tantangan, karena tekanan air yang sangat tinggi di laut dapat mencegah pengambilan sampel dan perekaman video,&quot; ungkap salah satu perwakilan dari JAMSTEC. Untuk menangkap pandangan laut terdalam, para peneliti menggunakan rancangan kerangka terbaru yang dilengkapi dengan kamera video 4K.

Selain itu, dengan menggunakan konduktivitas, suhu, dan sensor tekanan para peralatan, peneliti dapat menentukan seberapa dalam jarak yang telah ditempuh oleh perangkat tersebut. Untuk ke depannya, para peneliti memiliki rencana untuk mengumpulkan dan menganalisis sampel dalam upaya untuk lebih memahami kehidupan 5 mil di bawah permukaan laut.
</description><content:encoded>OSAKA - Sebuah kamera yang dioperasikan oleh sebuah tim di atas kapal penelitian Jepang Kairei telah menangkap rekaman kehidupan laut terdalam di Palung Mariana. Rekaman tersebut menunjukkan sebuah 'snailfish' bercahaya di kedalaman 26 ribu kaki di bawah permukaan.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Selasa (29/8/2017), dalam pengamatan, para peneliti melihat adanya organisme laut yang tidak biasa. Setelah 17 jam merekam kehidupan laut dalam, seekor ikan siput muncul dan wajahnya menunjukkan sebuah senyuman kepada kamera.

Pandangan yang luar biasa dari 8.173 meter melebihi rekor sebelumnya yaitu 26 meter, memungkinkan peneliti untuk mengintip ke daerah yang mendekati titik terdalam di mana ikan dapat bertahan. Penelitian yang dipimpin oleh Japan Agency for Marine-earth Science and Technology (JAMSTEC) dan Japan Broadcasting Corporation (NHK) mencatat rekaman di kedua kedalaman di Palung Mariana dengan kedalaman 7.498 meter dan 8.178 meter.

Para peneliti menggunakan ikan kembung yang ditempatkan di depan kerangka pelindung kamera dan menenggelamkannya, lalu menunggu untuk melihat hewan laut apa yang akan mendekati umpan tersebut. Menurut tim, amphipods adalah hal pertama yang muncul di kedua kedalaman tersebut setelah umpan berada di dalam air.

Kemudian, pada kedalaman 7.498 meter, ikan siput muncul, selama 3 jam dan 37 menit ikan tersebut meningkat jumlahnya dan terus bertambah. Tim juga melihat amphipods raksasa pada kedalaman tersebut.

Semakin dalam kamera tersebut masuk, snailfish juga semakin langka untuk dilihat. Dibutuhkan waktu 17 jam dan 37 menit untuk 1 snailfish muncul dalam pengamatan tersebut. Menurut para ahli, snailfish yang diamati pada cuplikan video tersebut dikenal dengan nama Mariana Snailfish.

Pada pengamatan sebelumnya, mariana snailfish diketahui hidup pada kedalaman sekira 6.198 sampai 8.076 meter di bawah permukaan laut. Sedangkan jenis snailfish lainnya yang dikenal sebagai Ethereal Snailfish hidup di antara kedalaman 7.939 hingga 8.145 meter.

&quot;Mengamati organisme di laut terdalam telah menjadi tantangan, karena tekanan air yang sangat tinggi di laut dapat mencegah pengambilan sampel dan perekaman video,&quot; ungkap salah satu perwakilan dari JAMSTEC. Untuk menangkap pandangan laut terdalam, para peneliti menggunakan rancangan kerangka terbaru yang dilengkapi dengan kamera video 4K.

Selain itu, dengan menggunakan konduktivitas, suhu, dan sensor tekanan para peralatan, peneliti dapat menentukan seberapa dalam jarak yang telah ditempuh oleh perangkat tersebut. Untuk ke depannya, para peneliti memiliki rencana untuk mengumpulkan dan menganalisis sampel dalam upaya untuk lebih memahami kehidupan 5 mil di bawah permukaan laut.
</content:encoded></item></channel></rss>
