<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Temukan Gelombang Gravitasi Terbaru, Ini Penjelasannya!</title><description>Gelombang melalui ruang-waktu yang diperkirakan oleh Albert Einstein seabad yang lalu telah terdeteksi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/25/56/1762946/peneliti-temukan-gelombang-gravitasi-terbaru-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/25/56/1762946/peneliti-temukan-gelombang-gravitasi-terbaru-ini-penjelasannya"/><item><title>Peneliti Temukan Gelombang Gravitasi Terbaru, Ini Penjelasannya!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/25/56/1762946/peneliti-temukan-gelombang-gravitasi-terbaru-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/25/56/1762946/peneliti-temukan-gelombang-gravitasi-terbaru-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Jum'at 25 Agustus 2017 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Riani Angel Agustine</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/25/56/1762946/peneliti-temukan-gelombang-gravitasi-terbaru-ini-penjelasannya-d71sp1GGh8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/25/56/1762946/peneliti-temukan-gelombang-gravitasi-terbaru-ini-penjelasannya-d71sp1GGh8.jpg</image><title>(Foto: Shutterstock)</title></images><description>AUSTIN - Gelombang melalui ruang-waktu yang diperkirakan oleh Albert Einstein seabad yang lalu telah terdeteksi. Para ilmuwan pertama kali mendeteksi getaran dalam jaringan alam semesta tahun lalu, dan penemuan tersebut diklaim sebagai terobosan ilmiah terbesar abad ini.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Kamis (24/8/2017), spekulasi berkembang mengenai bentuk ombak yang belum ditemukan sebelumnya. Gelombang tersebut dipercaya tercipta karena tabrakan dari 2 bintang neutron.

Jika spekulasi tersebut benar, maka ini pertama kalinya menandai bahwa fisikawan dapat mengamati gelombang gravitasi secara langsung dalam cahaya yang tampak. Ini merupakan penemuan penting, karena membuka cara baru dalam mempelajari alam semesta dan mengungkap misteri seperti sifat energi gelap di luar angkasa.

Rumor mengenai penemuan tersebut dimulai setelah salah satu tweet yang dikirim oleh Astronom J Craig Wheeler dari University of Texas di Austin. Tulisan tersebut cukup memicu tanggapan masyarakat bahwa para peneliti di Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (Ligo) telah menemukan bukti dari salah satu peristiwa paling kejam di alam semesta.

Ligo merupakan observatorium gelombang gravitasi terbesar di dunia, sebelumnya Ligo telah mencatat gelombang gravitasi dari 3 ledakan besar yang pernah terjadi. Pada kesempatan ini,  Ligo mencatat gelombang diciptakan oleh lubang hitam yang hancur bersamaan dengan energi yang sangat besar.

Sejak saat itu, percobaan fisika Ligo yang berbasis di AS telah berkolaborasi dengan observatorium Virgo di Eropa untuk meningkatkan sensitivitas deteksi mereka. Pada sebuah konferensi pers, peneliti Ligo membicarakan tentang ambisi mereka untuk menggunakan fasilitas yang telah direncanakan untuk mendeteksi bintang neuron.

Hal ini diyakini bahwa usaha mereka akan berhasil, dengan menghubungkan cuitan astronom Wheeler mengenai gelombang gravitasi dari bintang neutron. Baik Ligo dan Virgo menggunakan sebuah laser untuk mengukur variasi kecil yang disebabkan oleh gelombang gravitasi yang tertangkap.

Para ilmuwan di observatorium optik sekarang sedang bekerja untuk mengarahkan teleskop yang mereka miliki ke galaksi di mana sinyal terbaru diperkirakan berasal. Upaya mereka difokuskan pada galaksi sekira 130 juta tahun cahaya jauhnya di konstelasi Hydra yang disebut NGC 4993.

Galaksi tersebut dipercaya berisi sepasang bintang neutron yang bertanggungjawab untuk menghasilkan gelombang. Dalam 3 kasus ledakaan gelombang sebelumnya, masing-masing detektor kembar Ligo berhasil mendetekasi gelombang gravitasi dari penggabungan energik pasangan lubang hitam.

Penggabungan tersebut menghasilkan lebih banyak tenaga daripada yang dipancarkan sebagai cahaya oleh semua bintang dan galaksi di alam semesta pada waktu tertentu. &quot;Penemuan ini membuat kita semakin dalam waktu dan ruang dengan cara yang tidak dapat kita lakukan sebelumnya untuk mendeteksi gelombang gravitasi,&quot; ungkap France C&amp;oacute;rdova, direktur National Science Foundation.
</description><content:encoded>AUSTIN - Gelombang melalui ruang-waktu yang diperkirakan oleh Albert Einstein seabad yang lalu telah terdeteksi. Para ilmuwan pertama kali mendeteksi getaran dalam jaringan alam semesta tahun lalu, dan penemuan tersebut diklaim sebagai terobosan ilmiah terbesar abad ini.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Kamis (24/8/2017), spekulasi berkembang mengenai bentuk ombak yang belum ditemukan sebelumnya. Gelombang tersebut dipercaya tercipta karena tabrakan dari 2 bintang neutron.

Jika spekulasi tersebut benar, maka ini pertama kalinya menandai bahwa fisikawan dapat mengamati gelombang gravitasi secara langsung dalam cahaya yang tampak. Ini merupakan penemuan penting, karena membuka cara baru dalam mempelajari alam semesta dan mengungkap misteri seperti sifat energi gelap di luar angkasa.

Rumor mengenai penemuan tersebut dimulai setelah salah satu tweet yang dikirim oleh Astronom J Craig Wheeler dari University of Texas di Austin. Tulisan tersebut cukup memicu tanggapan masyarakat bahwa para peneliti di Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (Ligo) telah menemukan bukti dari salah satu peristiwa paling kejam di alam semesta.

Ligo merupakan observatorium gelombang gravitasi terbesar di dunia, sebelumnya Ligo telah mencatat gelombang gravitasi dari 3 ledakan besar yang pernah terjadi. Pada kesempatan ini,  Ligo mencatat gelombang diciptakan oleh lubang hitam yang hancur bersamaan dengan energi yang sangat besar.

Sejak saat itu, percobaan fisika Ligo yang berbasis di AS telah berkolaborasi dengan observatorium Virgo di Eropa untuk meningkatkan sensitivitas deteksi mereka. Pada sebuah konferensi pers, peneliti Ligo membicarakan tentang ambisi mereka untuk menggunakan fasilitas yang telah direncanakan untuk mendeteksi bintang neuron.

Hal ini diyakini bahwa usaha mereka akan berhasil, dengan menghubungkan cuitan astronom Wheeler mengenai gelombang gravitasi dari bintang neutron. Baik Ligo dan Virgo menggunakan sebuah laser untuk mengukur variasi kecil yang disebabkan oleh gelombang gravitasi yang tertangkap.

Para ilmuwan di observatorium optik sekarang sedang bekerja untuk mengarahkan teleskop yang mereka miliki ke galaksi di mana sinyal terbaru diperkirakan berasal. Upaya mereka difokuskan pada galaksi sekira 130 juta tahun cahaya jauhnya di konstelasi Hydra yang disebut NGC 4993.

Galaksi tersebut dipercaya berisi sepasang bintang neutron yang bertanggungjawab untuk menghasilkan gelombang. Dalam 3 kasus ledakaan gelombang sebelumnya, masing-masing detektor kembar Ligo berhasil mendetekasi gelombang gravitasi dari penggabungan energik pasangan lubang hitam.

Penggabungan tersebut menghasilkan lebih banyak tenaga daripada yang dipancarkan sebagai cahaya oleh semua bintang dan galaksi di alam semesta pada waktu tertentu. &quot;Penemuan ini membuat kita semakin dalam waktu dan ruang dengan cara yang tidak dapat kita lakukan sebelumnya untuk mendeteksi gelombang gravitasi,&quot; ungkap France C&amp;oacute;rdova, direktur National Science Foundation.
</content:encoded></item></channel></rss>
