<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keren! Robot Pemadam Kebakaran Buatan Mahasiswa Surabaya Ini Diakui Dunia</title><description>Mengulas sedikit robot yang menjadi juara kedua dalam kompetisi Fire  Flighting Robot Contest 2017 di Trinity College, AS belum lama ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/21/207/1760170/keren-robot-pemadam-kebakaran-buatan-mahasiswa-surabaya-ini-diakui-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/21/207/1760170/keren-robot-pemadam-kebakaran-buatan-mahasiswa-surabaya-ini-diakui-dunia"/><item><title>Keren! Robot Pemadam Kebakaran Buatan Mahasiswa Surabaya Ini Diakui Dunia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/21/207/1760170/keren-robot-pemadam-kebakaran-buatan-mahasiswa-surabaya-ini-diakui-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/21/207/1760170/keren-robot-pemadam-kebakaran-buatan-mahasiswa-surabaya-ini-diakui-dunia</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2017 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tachta Citra Elfira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/21/207/1760170/keren-robot-pemadam-kebakaran-buatan-mahasiswa-surabaya-ini-diakui-dunia-PgR6XCHWXs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/21/207/1760170/keren-robot-pemadam-kebakaran-buatan-mahasiswa-surabaya-ini-diakui-dunia-PgR6XCHWXs.jpg</image><title>Foto : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya</title></images><description>JAKARTA -  Mungkin di masa depan, pemadam kebakaran akan digantikan dengan robot. Tetapi benarkah hal tersebut bisa terjadi?

Mengulas sedikit robot yang menjadi juara kedua dalam kompetisi Fire Flighting Robot Contest 2017 di Trinity College, AS belum lama ini.

Untuk menciptakan robot yang sangat berguna yakni robot EFFIRO dan sekaligus robot soccer humanoid EROS, tim Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sepakat untuk melakukan upgrade mesin pada robot. Kecepatan robot yang sebelumnya ditambah lagi agar dapat menyaingi para lawan.

Tak hanya menambah kecepatan, tim juga mempersiapkan strategi bertanding, terutama penguasaan jalur untuk penyelamatan. Strategi ini dirasa sangat penting, karena dalam perlombaan tersebut diklaim memiliki jalur yang sangat rumit.

Meski robot ini masih merupakan alat simulasi, tetapi persoalan yang diberikan sudah sesuai dengan kondisi awal kebakaran, jadi robot EFFIRO dituntut untuk mencari titik api dan memadamkannya.

Dr Zaenal Arief selaku Direktur PENS mengungkapkan,&amp;rdquo;Penemuan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat khususnya pelajar dan komunitas robotika agar lebih menguasai teknologi, karena secara tidak langsung bisa mengedukasi masyarakat dan harapannya dapat meningkatkan kemandirian bangsa kita,&amp;rdquo; ungkapnya saat dihubungi Okezone via pesan elektronik, Senin (21/8/2017).

Tak sampai di situ, Zaenal juga mengungkapkan selain robot untuk kompetisi juga untuk mengasah ketrampilan dan kreativitas, ternyata tim PENS juga telah mengembangkan robot hasil kolaborasi dengan industri, sehingga diklaim bisa dimanfaatkan masyarakat, di dunia usaha maupun dunia industri.

Dr Zaenal menyatakan bahwa ada dua robot yang dikhususkan untuk memenuhi atau membantu kebutuhan industri maupun manusia yaitu PRIMO, Robot pengangkut material dengan kapasitas 700 kg, kerja sama PENS dengan PT. Jatim Auto Comp dan Sistem Kontrol Robot atau mesin multiblok, yang bekerja sama dengan PT Surya Baja.

Seluruh peserta yang telah mengharumkan nama Indonesia tersebut, bukan tanpa halangan mereka sampai ditahap pencapaian, Zaenal pun mengakui bahwa mereka memiliki kendala pada alat untuk membuat robot lebih canggih.

&amp;ldquo;Kendalanya mungkin dalam hal pengadaan komponen yang berkualitas terutama sensor dan motor,&amp;rdquo; ujar Zaenal.

Dalam kompetisi yang sengit tersebut, mereka harus bersaing dengan pesaing kuat dari negara lain yakni Tiongkok, Amerika Serikat, Israel, Portugal, Kanada dan Uni Emirat Arab.

Untungnya, dalam menghadapi lawan tim PENS tak surut semangat, tim robot EFFIRO terdiri dari 4 mahasiswa dan 2 dosen pembimbing berhasil meraih kemenangan di tahun ini dengan menempatkan robot pemadam api EFFIRO yang kembali meraih juara setelah 2014 kemarin mendapatkan juara 1, bahkan ditahun ini meraih juara umum.

Sebagai informasi, saat mengikuti Trinity College Robot Competition 2017, tim PENS juga bergabung dengan mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada hari ini, Senin (21/8/2017), mereka masuk ke dalam jajaran 72 Ikon Prestasi Indonesia dan mendapat penghargaan dari Unit Kerja Presiden (UKP) Pancasila di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Mungkin di masa depan, pemadam kebakaran akan digantikan dengan robot. Tetapi benarkah hal tersebut bisa terjadi?

Mengulas sedikit robot yang menjadi juara kedua dalam kompetisi Fire Flighting Robot Contest 2017 di Trinity College, AS belum lama ini.

Untuk menciptakan robot yang sangat berguna yakni robot EFFIRO dan sekaligus robot soccer humanoid EROS, tim Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sepakat untuk melakukan upgrade mesin pada robot. Kecepatan robot yang sebelumnya ditambah lagi agar dapat menyaingi para lawan.

Tak hanya menambah kecepatan, tim juga mempersiapkan strategi bertanding, terutama penguasaan jalur untuk penyelamatan. Strategi ini dirasa sangat penting, karena dalam perlombaan tersebut diklaim memiliki jalur yang sangat rumit.

Meski robot ini masih merupakan alat simulasi, tetapi persoalan yang diberikan sudah sesuai dengan kondisi awal kebakaran, jadi robot EFFIRO dituntut untuk mencari titik api dan memadamkannya.

Dr Zaenal Arief selaku Direktur PENS mengungkapkan,&amp;rdquo;Penemuan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat khususnya pelajar dan komunitas robotika agar lebih menguasai teknologi, karena secara tidak langsung bisa mengedukasi masyarakat dan harapannya dapat meningkatkan kemandirian bangsa kita,&amp;rdquo; ungkapnya saat dihubungi Okezone via pesan elektronik, Senin (21/8/2017).

Tak sampai di situ, Zaenal juga mengungkapkan selain robot untuk kompetisi juga untuk mengasah ketrampilan dan kreativitas, ternyata tim PENS juga telah mengembangkan robot hasil kolaborasi dengan industri, sehingga diklaim bisa dimanfaatkan masyarakat, di dunia usaha maupun dunia industri.

Dr Zaenal menyatakan bahwa ada dua robot yang dikhususkan untuk memenuhi atau membantu kebutuhan industri maupun manusia yaitu PRIMO, Robot pengangkut material dengan kapasitas 700 kg, kerja sama PENS dengan PT. Jatim Auto Comp dan Sistem Kontrol Robot atau mesin multiblok, yang bekerja sama dengan PT Surya Baja.

Seluruh peserta yang telah mengharumkan nama Indonesia tersebut, bukan tanpa halangan mereka sampai ditahap pencapaian, Zaenal pun mengakui bahwa mereka memiliki kendala pada alat untuk membuat robot lebih canggih.

&amp;ldquo;Kendalanya mungkin dalam hal pengadaan komponen yang berkualitas terutama sensor dan motor,&amp;rdquo; ujar Zaenal.

Dalam kompetisi yang sengit tersebut, mereka harus bersaing dengan pesaing kuat dari negara lain yakni Tiongkok, Amerika Serikat, Israel, Portugal, Kanada dan Uni Emirat Arab.

Untungnya, dalam menghadapi lawan tim PENS tak surut semangat, tim robot EFFIRO terdiri dari 4 mahasiswa dan 2 dosen pembimbing berhasil meraih kemenangan di tahun ini dengan menempatkan robot pemadam api EFFIRO yang kembali meraih juara setelah 2014 kemarin mendapatkan juara 1, bahkan ditahun ini meraih juara umum.

Sebagai informasi, saat mengikuti Trinity College Robot Competition 2017, tim PENS juga bergabung dengan mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada hari ini, Senin (21/8/2017), mereka masuk ke dalam jajaran 72 Ikon Prestasi Indonesia dan mendapat penghargaan dari Unit Kerja Presiden (UKP) Pancasila di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
</content:encoded></item></channel></rss>
