<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google Tersandung Isu soal Gender, Kenapa?</title><description>Google Tersandung Isu soal Gender, Kenapa?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/06/207/1750698/google-tersandung-isu-soal-gender-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/06/207/1750698/google-tersandung-isu-soal-gender-kenapa"/><item><title>Google Tersandung Isu soal Gender, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/06/207/1750698/google-tersandung-isu-soal-gender-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/06/207/1750698/google-tersandung-isu-soal-gender-kenapa</guid><pubDate>Minggu 06 Agustus 2017 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/06/207/1750698/google-tersandung-isu-soal-gender-kenapa-GA6DObFSii.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ubergizmo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/06/207/1750698/google-tersandung-isu-soal-gender-kenapa-GA6DObFSii.jpg</image><title>(Foto: Ubergizmo)</title></images><description>JAKARTA - Seorang pegawai Google membocorkan masalah di tubuh perusahaan yang berkaitan dengan gender. Isu itu terkuak setelah karyawan tersebut menceritakan keadaan kondisi pekerjaan melalui sebuah dokumen yang tersebar secara internal.

Sebagaimana dilansir dari Neowin, Minggu (6/8/2017), karyawan yang tak disebutkan namanya itu berpendapat bahwa terdapat perbedaan gaji antara pegawai laki-laki dan perempuan. Hal itu, dikatakan pegawai tersebut dilakukan dengan alasan biologis.

Baca juga: Nah Lho, Google Bikin Pesaing Snapchat Discover

Sang karyawan juga meminta agar Google seharusnya tak membuat program 'ideological diversity' yang ditujukan bagi ras dan gender minoritas.

&quot;Konteks yang lebih luas dari hal ini adalah bahwa orang ini mungkin lebih berani daripada kebanyakan orang di Google dalam membagikan sudut pandangnya, karena berpikir bahwa wanita kurang berkualitas daripada pria, sampai-sampai dia bersedia untuk memperdebatkannya di depan publik. Tapi ada lebih banyak orang seperti dia,&quot; kata sang pegawai tersebut.

Dokumen yang tersebar secara internal itu kemudian diunggah dalam situs Motherboard. Alhasil, masalah gender yang ada di tubuh perusahaan menjadi tersebar.

Saat ini Google diketahui telah melakukan investigasi untuk menguji kebenaran informasi tersebut. Penyelidikan dilakukan oleh Departemen Tenaga Kerja mengenai gaji karyawan yang sebelumnya telah mengendus permasalahan tersebut.

Baca juga: Makin Canggih, Google Dapat Tampilkan Informasi Lebih Banyak di Pencarian Gambar

&amp;#8203;Selain Google, perusahaan yang sempat diterpa masalah gender ialah Uber. Layanan transportasi online itu memiliki masalah seksisme yang diucapkan oleh salah seorang direksi di ruang rapat.

Oknum direksi itu mengatakan bahwa kehadiran perempuan di ruang rapat hanya akan memuat berisik ruangan. Setelah mendapat kecaman di media sosial, ia pun akhirnya meminta maaf atas ucapannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang pegawai Google membocorkan masalah di tubuh perusahaan yang berkaitan dengan gender. Isu itu terkuak setelah karyawan tersebut menceritakan keadaan kondisi pekerjaan melalui sebuah dokumen yang tersebar secara internal.

Sebagaimana dilansir dari Neowin, Minggu (6/8/2017), karyawan yang tak disebutkan namanya itu berpendapat bahwa terdapat perbedaan gaji antara pegawai laki-laki dan perempuan. Hal itu, dikatakan pegawai tersebut dilakukan dengan alasan biologis.

Baca juga: Nah Lho, Google Bikin Pesaing Snapchat Discover

Sang karyawan juga meminta agar Google seharusnya tak membuat program 'ideological diversity' yang ditujukan bagi ras dan gender minoritas.

&quot;Konteks yang lebih luas dari hal ini adalah bahwa orang ini mungkin lebih berani daripada kebanyakan orang di Google dalam membagikan sudut pandangnya, karena berpikir bahwa wanita kurang berkualitas daripada pria, sampai-sampai dia bersedia untuk memperdebatkannya di depan publik. Tapi ada lebih banyak orang seperti dia,&quot; kata sang pegawai tersebut.

Dokumen yang tersebar secara internal itu kemudian diunggah dalam situs Motherboard. Alhasil, masalah gender yang ada di tubuh perusahaan menjadi tersebar.

Saat ini Google diketahui telah melakukan investigasi untuk menguji kebenaran informasi tersebut. Penyelidikan dilakukan oleh Departemen Tenaga Kerja mengenai gaji karyawan yang sebelumnya telah mengendus permasalahan tersebut.

Baca juga: Makin Canggih, Google Dapat Tampilkan Informasi Lebih Banyak di Pencarian Gambar

&amp;#8203;Selain Google, perusahaan yang sempat diterpa masalah gender ialah Uber. Layanan transportasi online itu memiliki masalah seksisme yang diucapkan oleh salah seorang direksi di ruang rapat.

Oknum direksi itu mengatakan bahwa kehadiran perempuan di ruang rapat hanya akan memuat berisik ruangan. Setelah mendapat kecaman di media sosial, ia pun akhirnya meminta maaf atas ucapannya.</content:encoded></item></channel></rss>
