<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE INNOVATION: Keren! Eskalator Berawal dari Ide Tangga Gulir di Tahun 1859</title><description>OKEZONE INNOVATION:&amp;nbsp;Keren!&amp;nbsp;Eskalator Berawal dari Ide&amp;nbsp;Tangga Gulir di Tahun 1859.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/03/207/1749257/okezone-innovation-keren-eskalator-berawal-dari-ide-tangga-gulir-di-tahun-1859</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/03/207/1749257/okezone-innovation-keren-eskalator-berawal-dari-ide-tangga-gulir-di-tahun-1859"/><item><title>OKEZONE INNOVATION: Keren! Eskalator Berawal dari Ide Tangga Gulir di Tahun 1859</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/03/207/1749257/okezone-innovation-keren-eskalator-berawal-dari-ide-tangga-gulir-di-tahun-1859</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/03/207/1749257/okezone-innovation-keren-eskalator-berawal-dari-ide-tangga-gulir-di-tahun-1859</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2017 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/03/207/1749257/okezone-innovation-keren-eskalator-berawal-dari-ide-tangga-gulir-di-tahun-1859-eRYDpPwg7h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Hongkong FP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/03/207/1749257/okezone-innovation-keren-eskalator-berawal-dari-ide-tangga-gulir-di-tahun-1859-eRYDpPwg7h.jpg</image><title>(Foto: Hongkong FP)</title></images><description>JAKARTA - Jika Anda mengunjungi sebuah gedung mewah berupa perkantoran atau pusat perbelanjaan, mungkin tak akan merasa asing dengan alat bernama eskalator. Alat berupa anak tangga berjalan tersebut memang sering dijumpai di tempat-tempat tersebut.

Eskalator secara sederhana, merupakan sebuah sabuk panjang yang dapat berjalan. Alat tersebut dilengkapi dengan rantai berputar yang menarik beberapa anak tangga secara konstan. Dengan demikian akan terlihat anak tangga tersebut berjalan dan berputar.

Dengan gerakan tersebut, eskalator mampu memindahkan orang-orang dalam jarak dekat dengan lebih cepat. Alat ini digunakan membantu orang-orang untuk naik dan turun dari sebuah lantai ke lantai lainnya. Sehingga eskalator lebih banyak ditemukan pada gedung-gedung mewah seperti di hotel, bandara, stasiun, dan bangunan umum lainnya.

Baca juga: Mengingat Kembali 'Nenek Moyang' Kereta Api yang Kini Jadi Transportasi Antik

Meski telah banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata tak banyak orang tahu bagaimana sejarah eskalator dibuat. Pada awalnya, Nathan Ames mematenkan konsep eskalator pada 1859. Saat itu ia memiliki gagasan mengenia tangga gulir. Hanya saja idenya itu tak pernah terwujud meski dalam prototipe.

Selama 30 tahun kemudian, ada lagi seorang bernama Leamon Souder yang memiliki konsep berbeda, namun masih mirip dengan ide tangga gulir Nathan Ames. Sayangnya, ia juga merasakan kesulitan untuk mewujudkan konsep tersebut hingga akhirnya pada 1892, Jesse W Reno mematenkan konsep konveyor dan lift.

Bedanya, ia berhasil mewujudkan alat tersebut menjadi sebuah demonstrasi. Sehingga, nama Jesse W. Reno pun didapuk sebagai penemu pertama eskalator. Seperti pada situs Guiness World Record yang mencantumkannya sebagai penemu pertama eskalator.

Saat itu ia baru menamai alatnya sebagai 'elevator miring'. Alat yang dibuat Jesse saat itu memiliki tinggi 2,1 meter dengan sudut kemiringan sekira 25 derajat. Alat itu menggunakan sabuk karet sepanjang 22,8 meter yang dipasangkan di Old Iron Pier, Coney Island, New York, pada 1896.

Baca juga: Televisi Pertama Terinspirasi dari Transisi Faksimili

Setelah itu, George A. Wheeler mematenkan konsepnya sendiri mengenai kinerja eskalator. Namun setelah itu ia menjual karya intelektualnya kepada Charles Seeberger yang kemudian digunakan pada perusahaannya, Otis Elevator Company pada 1899.

Barulah pada 1990, Seeberger memperkenalkan alat tersebut sebagai eskalator. Ia menggunakan nama tersebut dari bahasa Latin (scala, e, dan tor) yang bermakna 'melintasi'. Lama-kelamaan alat itu pun lebih sering dikenal sebagai eskalator ketimbang elevator.

Hingga kini eskalator telah mengalami banyak perubahan baik dari segi mekanisme mesin, maupun desain. Berdasarkan catatan situs Winderpolis, bahkan saat ini terdapat sebuah eskalator yang menakjubkan di Hong Kong. Eskalator yang berada di luar ruangan tersebut disebut sebagai yang terpanjang di dunia karena memiliki panjang 2.600 kaki atau sekira 800 meter.</description><content:encoded>JAKARTA - Jika Anda mengunjungi sebuah gedung mewah berupa perkantoran atau pusat perbelanjaan, mungkin tak akan merasa asing dengan alat bernama eskalator. Alat berupa anak tangga berjalan tersebut memang sering dijumpai di tempat-tempat tersebut.

Eskalator secara sederhana, merupakan sebuah sabuk panjang yang dapat berjalan. Alat tersebut dilengkapi dengan rantai berputar yang menarik beberapa anak tangga secara konstan. Dengan demikian akan terlihat anak tangga tersebut berjalan dan berputar.

Dengan gerakan tersebut, eskalator mampu memindahkan orang-orang dalam jarak dekat dengan lebih cepat. Alat ini digunakan membantu orang-orang untuk naik dan turun dari sebuah lantai ke lantai lainnya. Sehingga eskalator lebih banyak ditemukan pada gedung-gedung mewah seperti di hotel, bandara, stasiun, dan bangunan umum lainnya.

Baca juga: Mengingat Kembali 'Nenek Moyang' Kereta Api yang Kini Jadi Transportasi Antik

Meski telah banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata tak banyak orang tahu bagaimana sejarah eskalator dibuat. Pada awalnya, Nathan Ames mematenkan konsep eskalator pada 1859. Saat itu ia memiliki gagasan mengenia tangga gulir. Hanya saja idenya itu tak pernah terwujud meski dalam prototipe.

Selama 30 tahun kemudian, ada lagi seorang bernama Leamon Souder yang memiliki konsep berbeda, namun masih mirip dengan ide tangga gulir Nathan Ames. Sayangnya, ia juga merasakan kesulitan untuk mewujudkan konsep tersebut hingga akhirnya pada 1892, Jesse W Reno mematenkan konsep konveyor dan lift.

Bedanya, ia berhasil mewujudkan alat tersebut menjadi sebuah demonstrasi. Sehingga, nama Jesse W. Reno pun didapuk sebagai penemu pertama eskalator. Seperti pada situs Guiness World Record yang mencantumkannya sebagai penemu pertama eskalator.

Saat itu ia baru menamai alatnya sebagai 'elevator miring'. Alat yang dibuat Jesse saat itu memiliki tinggi 2,1 meter dengan sudut kemiringan sekira 25 derajat. Alat itu menggunakan sabuk karet sepanjang 22,8 meter yang dipasangkan di Old Iron Pier, Coney Island, New York, pada 1896.

Baca juga: Televisi Pertama Terinspirasi dari Transisi Faksimili

Setelah itu, George A. Wheeler mematenkan konsepnya sendiri mengenai kinerja eskalator. Namun setelah itu ia menjual karya intelektualnya kepada Charles Seeberger yang kemudian digunakan pada perusahaannya, Otis Elevator Company pada 1899.

Barulah pada 1990, Seeberger memperkenalkan alat tersebut sebagai eskalator. Ia menggunakan nama tersebut dari bahasa Latin (scala, e, dan tor) yang bermakna 'melintasi'. Lama-kelamaan alat itu pun lebih sering dikenal sebagai eskalator ketimbang elevator.

Hingga kini eskalator telah mengalami banyak perubahan baik dari segi mekanisme mesin, maupun desain. Berdasarkan catatan situs Winderpolis, bahkan saat ini terdapat sebuah eskalator yang menakjubkan di Hong Kong. Eskalator yang berada di luar ruangan tersebut disebut sebagai yang terpanjang di dunia karena memiliki panjang 2.600 kaki atau sekira 800 meter.</content:encoded></item></channel></rss>
