<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah! Peneliti Temukan Tanaman yang Hidup di Era Dinosaurus</title><description>Seorang peneliti, Richard McCourt, PhD dan timnya menemukan Lychnothamnus barbatus.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/56/1748036/wah-peneliti-temukan-tanaman-yang-hidup-di-era-dinosaurus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/56/1748036/wah-peneliti-temukan-tanaman-yang-hidup-di-era-dinosaurus"/><item><title>Wah! Peneliti Temukan Tanaman yang Hidup di Era Dinosaurus</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/56/1748036/wah-peneliti-temukan-tanaman-yang-hidup-di-era-dinosaurus</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/56/1748036/wah-peneliti-temukan-tanaman-yang-hidup-di-era-dinosaurus</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2017 00:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/01/56/1748036/wah-peneliti-temukan-tanaman-yang-hidup-di-era-dinosaurus-1wWjIZUIhR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Phys)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/01/56/1748036/wah-peneliti-temukan-tanaman-yang-hidup-di-era-dinosaurus-1wWjIZUIhR.jpg</image><title>(Foto: Phys)</title></images><description>CALIFORNIA - Seorang peneliti, Richard McCourt, PhD dan timnya menemukan Lychnothamnus barbatus, alga hijau besar yang diperkirakan telah mati di Western Hemisphere. Diduga alga hijau tersebut pernah hidup di era dinosaurus.

Dilansir Eurekalert, Selasa (1/8/2017), sampel alga diambil dari 14 danau di Wisconsin dan juga di Minnesota antara 2012 dan 2016. Kolektor mengetahui bahwa mereka belum pernah melihat ini di Amerika Utara.

Satu-satunya informasi ialah  Lychnothamnus barbatu berada di sisi barat dari Samudera Atlantik, di mana era fosil zaman Kapur, yakni periode yang sama ketika fosil Tyrannosaurus rex ditemukan.

Baca juga: Wah, Rupanya Dinosaurus Bertaring Ini Tak Dapat Berlari

&quot;Kelangsungan hidup Lychnothamnus barbatus tidak terjadi, secara ekologis menggoncang Bumi, namun ini mengubah pandangan kita tentang flora alga Amerika Utara dan mengilhami kita untuk terus mencari lebih banyak penemuan baru,&quot; kata McCourt, kurator asosiasi Botani di Academy of Natural Sciences of Drexel University.

Peneliti menganggap Lychnothamnus barbatus relatif jarang ditemukan. Untuk mengetahui lebih detail mengenai temuan mereka, peneliti akan mengamati secara seksama dan mengekstrak DNA untuk memastikannya.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Dinosaurus Raksasa Menyerupai Burung

Penelitian Baru Tyrannosaurus rex (T-Rex)
Informasi yang terungkap sebelumnya menjelaskan bahwa Tyrannosaurus rex atau dinosaurus dengan gigi bertaring tidak dapat berlari kencang. Penelitian ini dilakukan oleh University of Manchester.

Tyrannosaurus rex yang digambarkan dalam film Jurassic Park mampu berlari kencang dan mengejar kendaraan roda empat. Namun, penelitian terbaru tampaknya membawa wawasan baru untuk ilmu pengetahuan.

Baca juga: Peneliti Temukan Tulang Dinosaurus Berusia 72 Juta Tahun

Penelitian baru dari University of Manchester mengatakan bahwa ukuran dan berat T. rex sebenarnya tidak dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, karena tulang kakinya akan tertekuk di bawah beban beratnya sendiri.

Dipimpin oleh Profesor William Sellers dari School of Earth and Environmental Sciences, peneliti mengombinasikan dua teknik biomekanik terpisah yang dikenal dengan nama multibody dynamic analysis (MBDA) serta skeletal stress analysis (SSA) ke dalam satu model simulasi, menciptakan satu hasil yang lebih akurat.

Baca juga: Ungkap Wujud Dinosaurus, Peneliti Gunakan Teknologi Pemetaan 3D

Profesor William Sellers menjelaskan, demonstrasi dari gerakan Tyrannosaurus rex atau T. rex mungkin akan mengarah pada beban tulang tinggi yang tidak dapat diterima. Artinya, lari hanya akan mematahkan kaki dinosaurus itu sendiri.
</description><content:encoded>CALIFORNIA - Seorang peneliti, Richard McCourt, PhD dan timnya menemukan Lychnothamnus barbatus, alga hijau besar yang diperkirakan telah mati di Western Hemisphere. Diduga alga hijau tersebut pernah hidup di era dinosaurus.

Dilansir Eurekalert, Selasa (1/8/2017), sampel alga diambil dari 14 danau di Wisconsin dan juga di Minnesota antara 2012 dan 2016. Kolektor mengetahui bahwa mereka belum pernah melihat ini di Amerika Utara.

Satu-satunya informasi ialah  Lychnothamnus barbatu berada di sisi barat dari Samudera Atlantik, di mana era fosil zaman Kapur, yakni periode yang sama ketika fosil Tyrannosaurus rex ditemukan.

Baca juga: Wah, Rupanya Dinosaurus Bertaring Ini Tak Dapat Berlari

&quot;Kelangsungan hidup Lychnothamnus barbatus tidak terjadi, secara ekologis menggoncang Bumi, namun ini mengubah pandangan kita tentang flora alga Amerika Utara dan mengilhami kita untuk terus mencari lebih banyak penemuan baru,&quot; kata McCourt, kurator asosiasi Botani di Academy of Natural Sciences of Drexel University.

Peneliti menganggap Lychnothamnus barbatus relatif jarang ditemukan. Untuk mengetahui lebih detail mengenai temuan mereka, peneliti akan mengamati secara seksama dan mengekstrak DNA untuk memastikannya.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Dinosaurus Raksasa Menyerupai Burung

Penelitian Baru Tyrannosaurus rex (T-Rex)
Informasi yang terungkap sebelumnya menjelaskan bahwa Tyrannosaurus rex atau dinosaurus dengan gigi bertaring tidak dapat berlari kencang. Penelitian ini dilakukan oleh University of Manchester.

Tyrannosaurus rex yang digambarkan dalam film Jurassic Park mampu berlari kencang dan mengejar kendaraan roda empat. Namun, penelitian terbaru tampaknya membawa wawasan baru untuk ilmu pengetahuan.

Baca juga: Peneliti Temukan Tulang Dinosaurus Berusia 72 Juta Tahun

Penelitian baru dari University of Manchester mengatakan bahwa ukuran dan berat T. rex sebenarnya tidak dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, karena tulang kakinya akan tertekuk di bawah beban beratnya sendiri.

Dipimpin oleh Profesor William Sellers dari School of Earth and Environmental Sciences, peneliti mengombinasikan dua teknik biomekanik terpisah yang dikenal dengan nama multibody dynamic analysis (MBDA) serta skeletal stress analysis (SSA) ke dalam satu model simulasi, menciptakan satu hasil yang lebih akurat.

Baca juga: Ungkap Wujud Dinosaurus, Peneliti Gunakan Teknologi Pemetaan 3D

Profesor William Sellers menjelaskan, demonstrasi dari gerakan Tyrannosaurus rex atau T. rex mungkin akan mengarah pada beban tulang tinggi yang tidak dapat diterima. Artinya, lari hanya akan mematahkan kaki dinosaurus itu sendiri.
</content:encoded></item></channel></rss>
