<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CEO Telegram Sowan ke Menkominfo, Ini Wawancara Lengkap dengan Pavel Durov</title><description>Tanah Air saat ini sedang dihebohkan dengan kedatangan CEO atau pendiri Telegram, Pavel Durov.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/207/1748017/ceo-telegram-sowan-ke-menkominfo-ini-wawancara-lengkap-dengan-pavel-durov</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/207/1748017/ceo-telegram-sowan-ke-menkominfo-ini-wawancara-lengkap-dengan-pavel-durov"/><item><title>CEO Telegram Sowan ke Menkominfo, Ini Wawancara Lengkap dengan Pavel Durov</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/207/1748017/ceo-telegram-sowan-ke-menkominfo-ini-wawancara-lengkap-dengan-pavel-durov</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/207/1748017/ceo-telegram-sowan-ke-menkominfo-ini-wawancara-lengkap-dengan-pavel-durov</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2017 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tachta Citra Elfira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/01/207/1748017/ceo-telegram-sowan-ke-menkominfo-ini-wawancara-lengkap-dengan-pavel-durov-Zev41sXEie.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok. Okezone/Tachta Citra Elfira</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/01/207/1748017/ceo-telegram-sowan-ke-menkominfo-ini-wawancara-lengkap-dengan-pavel-durov-Zev41sXEie.jpg</image><title>Foto: Dok. Okezone/Tachta Citra Elfira</title></images><description>JAKARTA - Tanah Air saat ini sedang dihebohkan dengan kedatangan CEO atau pendiri Telegram, Pavel Durov. Tujuannya tak lain yakni menyelesaikan perkara pemblokiran platform-nya oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pertemuan Durov dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang dilakukan hari ini, telah membuka pemahaman yang lebih baik mengenai aplikasi Telegram yang sering dimanfaatkan teroris sebagai sarana propaganda.

Berikut wawancara dengan Pavel Durov di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2017) bersama media:

1. Apa saja yang Anda bicarakan dengan Rudiantara?

Jawab:
Saya sangat senang berada di Indonesia, seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa saya sangat menyukai Indonesia. Saya sudah bertemu dengan Menkominfo dan makan siang bersamanya, dengan makanan yang enak.

Kami berdiskusi tentang cara untuk memblokir konten-konten yang berkaitan dengan propaganda terorisme pada Telegram, channel-channel yang berbau radikalism.

2. Melihat dari kasus pemblokiran ini, apakah Telegram berniat untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia?

Jawab:
Kami telah membentuk tim yang membuat saluran langsung, sehingga kami bisa dengan cepat mendapat laporan dari Kominfo, soal bahaya channel atau chatting yang berhubungan langsung dengan terorisme. Di sini, kami belum menentukan di mana tepatnya kantor kami akan dibangun nantinya.

3. Solusi apa yang akan Anda berikan untuk membangun relasi dengan pemerintah Indonesia?

Jawab:
Telegram itu kan komunikasi pribadi dan jejaring sosial. Kami punya channel, punya public sharing, dan sebagainya. Kami akan mengikuti aturan pemerintah indonesia sebagai public communication tool, mengikuti term and policy di sini. Konten apapun yang menyebarkan konten terorisme dan radikal akan kami basmi.

4. Apakah Kamu menyukai makanan di Indonesia?

Ya, selama itu tidak berasa pedas.

5. Sudah berapa kali Kamu traveling ke Raja Ampat atau Indonesia?
 
&amp;nbsp;
Ya, beberapa kali saya mengunjungi Indonesia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tanah Air saat ini sedang dihebohkan dengan kedatangan CEO atau pendiri Telegram, Pavel Durov. Tujuannya tak lain yakni menyelesaikan perkara pemblokiran platform-nya oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pertemuan Durov dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang dilakukan hari ini, telah membuka pemahaman yang lebih baik mengenai aplikasi Telegram yang sering dimanfaatkan teroris sebagai sarana propaganda.

Berikut wawancara dengan Pavel Durov di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2017) bersama media:

1. Apa saja yang Anda bicarakan dengan Rudiantara?

Jawab:
Saya sangat senang berada di Indonesia, seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa saya sangat menyukai Indonesia. Saya sudah bertemu dengan Menkominfo dan makan siang bersamanya, dengan makanan yang enak.

Kami berdiskusi tentang cara untuk memblokir konten-konten yang berkaitan dengan propaganda terorisme pada Telegram, channel-channel yang berbau radikalism.

2. Melihat dari kasus pemblokiran ini, apakah Telegram berniat untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia?

Jawab:
Kami telah membentuk tim yang membuat saluran langsung, sehingga kami bisa dengan cepat mendapat laporan dari Kominfo, soal bahaya channel atau chatting yang berhubungan langsung dengan terorisme. Di sini, kami belum menentukan di mana tepatnya kantor kami akan dibangun nantinya.

3. Solusi apa yang akan Anda berikan untuk membangun relasi dengan pemerintah Indonesia?

Jawab:
Telegram itu kan komunikasi pribadi dan jejaring sosial. Kami punya channel, punya public sharing, dan sebagainya. Kami akan mengikuti aturan pemerintah indonesia sebagai public communication tool, mengikuti term and policy di sini. Konten apapun yang menyebarkan konten terorisme dan radikal akan kami basmi.

4. Apakah Kamu menyukai makanan di Indonesia?

Ya, selama itu tidak berasa pedas.

5. Sudah berapa kali Kamu traveling ke Raja Ampat atau Indonesia?
 
&amp;nbsp;
Ya, beberapa kali saya mengunjungi Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
