<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkunjung ke Indonesia, Yuk! Kenali Sosok CEO Telegram Pavel Durov</title><description>CEO Telegram Pavel Durov berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada hari ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/207/1747672/berkunjung-ke-indonesia-yuk-kenali-sosok-ceo-telegram-pavel-durov</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/207/1747672/berkunjung-ke-indonesia-yuk-kenali-sosok-ceo-telegram-pavel-durov"/><item><title>Berkunjung ke Indonesia, Yuk! Kenali Sosok CEO Telegram Pavel Durov</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/207/1747672/berkunjung-ke-indonesia-yuk-kenali-sosok-ceo-telegram-pavel-durov</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/08/01/207/1747672/berkunjung-ke-indonesia-yuk-kenali-sosok-ceo-telegram-pavel-durov</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2017 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/01/207/1747672/berkunjung-ke-indonesia-yuk-kenali-sosok-ceo-telegram-pavel-durov-CCSJd9rSfP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Mashable)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/01/207/1747672/berkunjung-ke-indonesia-yuk-kenali-sosok-ceo-telegram-pavel-durov-CCSJd9rSfP.jpg</image><title>(Foto: Mashable)</title></images><description>JAKARTA - CEO Telegram Pavel Durov berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pada hari ini atau 1 Agustus 2017. Pria asal Rusia itu menyambangi Menkominfo pasca penutupan layanan yang dilakukan pemerintah Indonesia pada pertengahan Juli 2017.

Yuk berkenalan dengan sosok pria berusia 32 tahun tersebut. Cerita sukses Pavel Durov dimulai setelah ia lulus dari bangku kuliah 2006. Dengan bantuan sang kakak, ia kemudian mendirikan sebuah layanan media sosial yang mirip dengan Facebook.

Baca juga: Menkominfo Rudiantara dan CEO Telegram Pavel Durov Makan Bareng, Nih Fotonya!

Layanan itu dinamai VKontakte atau disingkat VK. Layanan tersebut sukses menjadi salah satu media sosial favorit hingga mendapatkan lebih dari 350 juta pengguna.

Dari VKontakte, Durov sanggup mendapatkan kekayaan sekira USD260 juta. Ia bahkan mendapatkan gelar 'Mark Zuckerberg' asal Rusia karena sukses membesarkan VKontakte.

Baca juga: Asyik, Foto dan Video di Telegram Bisa Hilang Sendiri

Jika Bos Facebook senang memakai kaus berwarna abu-abu, maka Pavel Durov senang memakai pakaian yang serba hitam. Gaya berpakaiannya tersebut mengingatkan kita pada tokoh Neo dalam film &amp;lsquo;The Matrix&amp;rsquo;.

Namun, kesuksesan Durov terpaksa harus berhenti karena campur tangan pemerintah Rusia. Karena dianggap melindungi kelompok anti-pemerintah, Rusia meminta Durov untuk memberikan kontrol terhadap VKontakte. Namun permintaan itu ditolaknya.

Baca juga: Astaga! Ini Ternyata Alasan Teroris Senang Menggunakan Telegram

Pada 2011, Pavel Durov mengunggah foto seekor anjing yang sedang menjulurkan lidah. Foto itu diduga sebagai respons Durov terhadap permintaan pemerintah Rusia. Setelah insiden tersebut, kepemimpinannya di VKontakte kian memudar. Hingga pada akhirnya ia harus rela menjual VK kepada Mail.ru Group, perusahaan yang didukung pemerintah.

Pada 2013, Durov mendapatkan tuntutan hukum dari pihak kepolisian setempat karena diduga menjadi pelaku penyerangan polisi. Ia dituduh menabrak seorang polisi di Kota Moskow dengan menggunakan mobil Mercedes berwarna putih. Meski demikian Durov menampik tuduhan itu. Ia bahkan mengaku tak bisa menyetir sama sekali.

Baca juga: Telegram vs WhatsApp, Pengamat: Telegram Lebih Aman

Karena merasa terancam, ia bersama kakak dan karyawan setia VKontakte kemudian kabur dari tanah kelahirannya umtuk ke New York, Amerika Serikat. Di sana mereka kemudian memiliki proyek baru yang kini dikenal sebagai Telegram.

Untuk menjaga keberlangsungan Telegram, Durov dilaporkan rela menghabiskan uang sebesar USD1 juta per bulannya. Padahal, saat itu Telegram masih belum menghasilkan keuntungan bagi Durov.

Ia pun terkenal sebagai pelancong ke berbagai negara. Sebab ia merasa terlalu berisiko jika harus kembali ke Rusia. Sehingga setiap beberapa bulan sekali ia dan karyawannya yang lain akan berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lainnya.

Dicari Banyak Orang di Mesin Pencari Google
Pemerintah telah memblokir Telegram karena diduga mengandung unsur propaganda dan terorisme.

Hal ini membuat para pengguna aplikasi Telegram harus gigit jari karena tidak dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk waktu yang lebih lama.

Pemblokiran  membuat para netizen juga mencari informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aplikasi pengirim pesan tersebut. Salah satunya adalah informasi mengenai siapa pendiri dari aplikasi Instagram tersebut.

Menurut data dari Google Trends, Pavel Durov telah menempati posisi dengan pencarian terbanyak di Google. Pavel Durov sempat mencapai lebih dari 5.000 penelusuran hanya dalam waktu beberapa jam saja.</description><content:encoded>JAKARTA - CEO Telegram Pavel Durov berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pada hari ini atau 1 Agustus 2017. Pria asal Rusia itu menyambangi Menkominfo pasca penutupan layanan yang dilakukan pemerintah Indonesia pada pertengahan Juli 2017.

Yuk berkenalan dengan sosok pria berusia 32 tahun tersebut. Cerita sukses Pavel Durov dimulai setelah ia lulus dari bangku kuliah 2006. Dengan bantuan sang kakak, ia kemudian mendirikan sebuah layanan media sosial yang mirip dengan Facebook.

Baca juga: Menkominfo Rudiantara dan CEO Telegram Pavel Durov Makan Bareng, Nih Fotonya!

Layanan itu dinamai VKontakte atau disingkat VK. Layanan tersebut sukses menjadi salah satu media sosial favorit hingga mendapatkan lebih dari 350 juta pengguna.

Dari VKontakte, Durov sanggup mendapatkan kekayaan sekira USD260 juta. Ia bahkan mendapatkan gelar 'Mark Zuckerberg' asal Rusia karena sukses membesarkan VKontakte.

Baca juga: Asyik, Foto dan Video di Telegram Bisa Hilang Sendiri

Jika Bos Facebook senang memakai kaus berwarna abu-abu, maka Pavel Durov senang memakai pakaian yang serba hitam. Gaya berpakaiannya tersebut mengingatkan kita pada tokoh Neo dalam film &amp;lsquo;The Matrix&amp;rsquo;.

Namun, kesuksesan Durov terpaksa harus berhenti karena campur tangan pemerintah Rusia. Karena dianggap melindungi kelompok anti-pemerintah, Rusia meminta Durov untuk memberikan kontrol terhadap VKontakte. Namun permintaan itu ditolaknya.

Baca juga: Astaga! Ini Ternyata Alasan Teroris Senang Menggunakan Telegram

Pada 2011, Pavel Durov mengunggah foto seekor anjing yang sedang menjulurkan lidah. Foto itu diduga sebagai respons Durov terhadap permintaan pemerintah Rusia. Setelah insiden tersebut, kepemimpinannya di VKontakte kian memudar. Hingga pada akhirnya ia harus rela menjual VK kepada Mail.ru Group, perusahaan yang didukung pemerintah.

Pada 2013, Durov mendapatkan tuntutan hukum dari pihak kepolisian setempat karena diduga menjadi pelaku penyerangan polisi. Ia dituduh menabrak seorang polisi di Kota Moskow dengan menggunakan mobil Mercedes berwarna putih. Meski demikian Durov menampik tuduhan itu. Ia bahkan mengaku tak bisa menyetir sama sekali.

Baca juga: Telegram vs WhatsApp, Pengamat: Telegram Lebih Aman

Karena merasa terancam, ia bersama kakak dan karyawan setia VKontakte kemudian kabur dari tanah kelahirannya umtuk ke New York, Amerika Serikat. Di sana mereka kemudian memiliki proyek baru yang kini dikenal sebagai Telegram.

Untuk menjaga keberlangsungan Telegram, Durov dilaporkan rela menghabiskan uang sebesar USD1 juta per bulannya. Padahal, saat itu Telegram masih belum menghasilkan keuntungan bagi Durov.

Ia pun terkenal sebagai pelancong ke berbagai negara. Sebab ia merasa terlalu berisiko jika harus kembali ke Rusia. Sehingga setiap beberapa bulan sekali ia dan karyawannya yang lain akan berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lainnya.

Dicari Banyak Orang di Mesin Pencari Google
Pemerintah telah memblokir Telegram karena diduga mengandung unsur propaganda dan terorisme.

Hal ini membuat para pengguna aplikasi Telegram harus gigit jari karena tidak dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk waktu yang lebih lama.

Pemblokiran  membuat para netizen juga mencari informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aplikasi pengirim pesan tersebut. Salah satunya adalah informasi mengenai siapa pendiri dari aplikasi Instagram tersebut.

Menurut data dari Google Trends, Pavel Durov telah menempati posisi dengan pencarian terbanyak di Google. Pavel Durov sempat mencapai lebih dari 5.000 penelusuran hanya dalam waktu beberapa jam saja.</content:encoded></item></channel></rss>
