<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Grup Komunitas Gay di Facebook, Pengamat: Media Sosial Jadi Sarana Rekrut LGBT</title><description>Grup Facebook yang beranggotakan komunitas gay membuat netizen Tanah Air geger. Namun hal ini telah lama diamati oleh para pengamat IT.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/24/207/1742842/soal-grup-komunitas-gay-di-facebook-pengamat-media-sosial-jadi-sarana-rekrut-lgbt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/24/207/1742842/soal-grup-komunitas-gay-di-facebook-pengamat-media-sosial-jadi-sarana-rekrut-lgbt"/><item><title>Soal Grup Komunitas Gay di Facebook, Pengamat: Media Sosial Jadi Sarana Rekrut LGBT</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/24/207/1742842/soal-grup-komunitas-gay-di-facebook-pengamat-media-sosial-jadi-sarana-rekrut-lgbt</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/24/207/1742842/soal-grup-komunitas-gay-di-facebook-pengamat-media-sosial-jadi-sarana-rekrut-lgbt</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2017 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Lely Maulida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/24/207/1742842/soal-grup-komunitas-gay-di-facebook-pengamat-media-sosial-jadi-sarana-rekrut-lgbt-eCUx87Sf8g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Marketing Land)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/24/207/1742842/soal-grup-komunitas-gay-di-facebook-pengamat-media-sosial-jadi-sarana-rekrut-lgbt-eCUx87Sf8g.jpg</image><title>(Foto: Marketing Land)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Grup Facebook yang beranggotakan komunitas gay membuat netizen Tanah Air geger. Namun rupanya hal ini telah lama diamati oleh para pengamat Teknologi Informasi atau IT.
&amp;ldquo;Kita sudah lama mengamati mengenai maraknya penggunaan media sosial untuk komunikasi dan penyebarluasan LGBT dari membentuk komunitas, informasi event, hingga video seks sesama jenis,&amp;rdquo; kata pengamat ICT dan Multimedia, Heru Sutadi, kepada Okezone, Senin (24/7/2017).
Menurutnya, penyebarluasan informasi LGBT termasuk merekrut orang lain untuk terlibat merupakan pelanggaran.
&amp;ldquo;Kalau dalam pandangan UU ITE, yang mengedepankan menjaga ketertiban umum, penyebarluasan informasi LGBT termasuk merekrut orang untuk menjadi dan ikut LGBT adalah tidak dibenarkan. Apalagi, jika secara eksplisit menggambarkan konten pornografi, itu mutlak dilarang sesuai Pasal 27 Ayat 1 UU ITE,&amp;rdquo; terang Heru.
Heru juga menjelaskan bahwa konten yang bermuatan LGBT dan ajakan untuk bergabung dan penyebarluasan paham maupun konten pornografi hubungan sesama jenis perlu ditutup, serupa dengan konten atau aplikasi yang mengandung muatan radikalisme.
Namun tentunya langkah penutupan atau pemblokiran tersebut harus mendapat masukan dari masyarakat dan lembaga terkait.
&amp;ldquo;Tapi, untuk memblokir, memang hal ini harus. Mendapat masukan dari masyarakat dan lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, Kementerian Sosial,&amp;rdquo; ujarnya.
Berdasarkan pengamatannya, Heru melihat bahwa penyebarluasan informasi ajakan untuk bergabung maupun pornografi LGBT, baik melalui media sosial maupun aplikasi masih terjadi pembiaran. Oleh karenanya, pengamat ICT tersebut mengkhawatirkan aksi persekusi yang akan dilakukan masyarakat jika pembiaran tersebut terus berlangsung.
Seperti diketahui, grup komunitas gay yang mengatasnamakan Universitas Brawijaya tengah menjadi perbincangan. Grup itu diketahui telah memiliki anggota yang cukup banyak yakni 187 anggota.
Dalam sebuah screenshot yang tersebar secara daring (online) terlihat bahwa grup itu dibuat secara tertutup sehingga tak semua pengguna Facebook bisa bebas bergabung.
Dalam deskripsi grup di Facebook itu disebutkan &quot;Grup ini dibuat untuk menyatukan mahasiswa yang gay/bisex/penyuka sesama jenis (cowok-cowok) di Univ. Brawijaya Malang,&quot;. Diperkirakan kehebohan grup komunitas gay tersebut telah beredar sejak sepekan ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Grup Facebook yang beranggotakan komunitas gay membuat netizen Tanah Air geger. Namun rupanya hal ini telah lama diamati oleh para pengamat Teknologi Informasi atau IT.
&amp;ldquo;Kita sudah lama mengamati mengenai maraknya penggunaan media sosial untuk komunikasi dan penyebarluasan LGBT dari membentuk komunitas, informasi event, hingga video seks sesama jenis,&amp;rdquo; kata pengamat ICT dan Multimedia, Heru Sutadi, kepada Okezone, Senin (24/7/2017).
Menurutnya, penyebarluasan informasi LGBT termasuk merekrut orang lain untuk terlibat merupakan pelanggaran.
&amp;ldquo;Kalau dalam pandangan UU ITE, yang mengedepankan menjaga ketertiban umum, penyebarluasan informasi LGBT termasuk merekrut orang untuk menjadi dan ikut LGBT adalah tidak dibenarkan. Apalagi, jika secara eksplisit menggambarkan konten pornografi, itu mutlak dilarang sesuai Pasal 27 Ayat 1 UU ITE,&amp;rdquo; terang Heru.
Heru juga menjelaskan bahwa konten yang bermuatan LGBT dan ajakan untuk bergabung dan penyebarluasan paham maupun konten pornografi hubungan sesama jenis perlu ditutup, serupa dengan konten atau aplikasi yang mengandung muatan radikalisme.
Namun tentunya langkah penutupan atau pemblokiran tersebut harus mendapat masukan dari masyarakat dan lembaga terkait.
&amp;ldquo;Tapi, untuk memblokir, memang hal ini harus. Mendapat masukan dari masyarakat dan lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, Kementerian Sosial,&amp;rdquo; ujarnya.
Berdasarkan pengamatannya, Heru melihat bahwa penyebarluasan informasi ajakan untuk bergabung maupun pornografi LGBT, baik melalui media sosial maupun aplikasi masih terjadi pembiaran. Oleh karenanya, pengamat ICT tersebut mengkhawatirkan aksi persekusi yang akan dilakukan masyarakat jika pembiaran tersebut terus berlangsung.
Seperti diketahui, grup komunitas gay yang mengatasnamakan Universitas Brawijaya tengah menjadi perbincangan. Grup itu diketahui telah memiliki anggota yang cukup banyak yakni 187 anggota.
Dalam sebuah screenshot yang tersebar secara daring (online) terlihat bahwa grup itu dibuat secara tertutup sehingga tak semua pengguna Facebook bisa bebas bergabung.
Dalam deskripsi grup di Facebook itu disebutkan &quot;Grup ini dibuat untuk menyatukan mahasiswa yang gay/bisex/penyuka sesama jenis (cowok-cowok) di Univ. Brawijaya Malang,&quot;. Diperkirakan kehebohan grup komunitas gay tersebut telah beredar sejak sepekan ini.</content:encoded></item></channel></rss>
