<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asyik, Foto dan Video di Telegram Bisa Hilang Sendiri</title><description>Asyik, Foto dan Video di Telegram Bisa Hilang Sendiri.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/24/207/1742642/asyik-foto-dan-video-di-telegram-bisa-hilang-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/24/207/1742642/asyik-foto-dan-video-di-telegram-bisa-hilang-sendiri"/><item><title>Asyik, Foto dan Video di Telegram Bisa Hilang Sendiri</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/24/207/1742642/asyik-foto-dan-video-di-telegram-bisa-hilang-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/24/207/1742642/asyik-foto-dan-video-di-telegram-bisa-hilang-sendiri</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2017 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/24/207/1742642/asyik-foto-dan-video-di-telegram-bisa-hilang-sendiri-2J6A84Z5t6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Dignited)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/24/207/1742642/asyik-foto-dan-video-di-telegram-bisa-hilang-sendiri-2J6A84Z5t6.jpg</image><title>(Foto: Dignited)</title></images><description>JAKARTA - Fitur self-destructive yang dipopulerkan oleh Snapchat tampaknya mulai dijajal oleh layanan pesan instan. Jika sebelumnya fitur tersebut dihadirkan oleh Facebook di Instagram Stories, kali ini Telegram membawanya ke dalam ruang percakapan.

Berdasarkan laporan Engadget, Senin (24/7/2017), setelah diperbarui aplikasi Telegram kini bisa menghapus foto dan video secara otomatis. Usai diunggah, kedua file tersebut akan langsung hilang dari percakapan.

Tentunya hal itu hanya bisa dilakukan jika pengguna telah melakukan pengaturan waktu. Sehingga setelah melewati durasi waktu yang ditentukan, pesan tersebut akan benar-benar menghilang. Tak hanya itu, pengguna juga sebelumnya bisa melakukan percakapan dalam grup yang dapat diisi hingga 10.000 anggota.

Baca juga: Di-Update, Telegram Luncurkan Fitur Pesan Video

Tak diketahui apakah fitur barunya juga bisa digunakan dalam versi website. Hanya saja pada 14 Juli 2017, layanan Telegram melalui website di Indonesia telah mengalami pemblokiran oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Alasannya adalah terdapat channel atau saluran publik yang berisi propaganda dan informasi seputar ajaran radikalisme dan terorisme. Pihak Kominfo sendiri menyatakan akan membuka blokir jika Telegram mau menyanggupi beberapa syarat yang salah satunya menghapus saluran tersebut.

Baca juga: Nih Sosok 'Mark Zuckerberg' Asal Rusia sang Pendiri Telegram

Telegram sendiri merupakan layanan pesan instan yang dibuat oleh dua orang bersaudara yakni Pavel dan Nikolai Durov pada 2013. Sejak dirilis empat tahun silam, kini unggahan Telegram menyentuh angka 100 juta di Google Play Store.</description><content:encoded>JAKARTA - Fitur self-destructive yang dipopulerkan oleh Snapchat tampaknya mulai dijajal oleh layanan pesan instan. Jika sebelumnya fitur tersebut dihadirkan oleh Facebook di Instagram Stories, kali ini Telegram membawanya ke dalam ruang percakapan.

Berdasarkan laporan Engadget, Senin (24/7/2017), setelah diperbarui aplikasi Telegram kini bisa menghapus foto dan video secara otomatis. Usai diunggah, kedua file tersebut akan langsung hilang dari percakapan.

Tentunya hal itu hanya bisa dilakukan jika pengguna telah melakukan pengaturan waktu. Sehingga setelah melewati durasi waktu yang ditentukan, pesan tersebut akan benar-benar menghilang. Tak hanya itu, pengguna juga sebelumnya bisa melakukan percakapan dalam grup yang dapat diisi hingga 10.000 anggota.

Baca juga: Di-Update, Telegram Luncurkan Fitur Pesan Video

Tak diketahui apakah fitur barunya juga bisa digunakan dalam versi website. Hanya saja pada 14 Juli 2017, layanan Telegram melalui website di Indonesia telah mengalami pemblokiran oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Alasannya adalah terdapat channel atau saluran publik yang berisi propaganda dan informasi seputar ajaran radikalisme dan terorisme. Pihak Kominfo sendiri menyatakan akan membuka blokir jika Telegram mau menyanggupi beberapa syarat yang salah satunya menghapus saluran tersebut.

Baca juga: Nih Sosok 'Mark Zuckerberg' Asal Rusia sang Pendiri Telegram

Telegram sendiri merupakan layanan pesan instan yang dibuat oleh dua orang bersaudara yakni Pavel dan Nikolai Durov pada 2013. Sejak dirilis empat tahun silam, kini unggahan Telegram menyentuh angka 100 juta di Google Play Store.</content:encoded></item></channel></rss>
