<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nih Sosok 'Mark Zuckerberg' Asal Rusia sang Pendiri Telegram</title><description>Nih Sosok 'Mark Zuckerberg' Asal Rusia sang Pendiri&amp;nbsp;Telegram.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/17/207/1738113/nih-sosok-mark-zuckerberg-asal-rusia-sang-pendiri-telegram</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/17/207/1738113/nih-sosok-mark-zuckerberg-asal-rusia-sang-pendiri-telegram"/><item><title>Nih Sosok 'Mark Zuckerberg' Asal Rusia sang Pendiri Telegram</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/17/207/1738113/nih-sosok-mark-zuckerberg-asal-rusia-sang-pendiri-telegram</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/17/207/1738113/nih-sosok-mark-zuckerberg-asal-rusia-sang-pendiri-telegram</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2017 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/17/207/1738113/nih-sosok-mark-zuckerberg-asal-rusia-sang-pendiri-telegram-zgWFAZcU2v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Business Insider)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/17/207/1738113/nih-sosok-mark-zuckerberg-asal-rusia-sang-pendiri-telegram-zgWFAZcU2v.jpg</image><title>(Foto: Business Insider)</title></images><description>JAKARTA - Tak hanya memiliki paras tampan, Pavel Durov juga pandai mengelola bisnis media sosialnya seperti VKontakte dan Telegram. VKontakte merupakan layanan media sosial yang dibuat Pavel dan sang kakak, Nikolai Durov, yang mendapatkan respons positif dari masyarakat Rusia.

Cerita sukses Pavel Durov dimulai setelah ia lulus dari bangku kuliah pada 2006. Dengan bantuan sang kakak, ia kemudian mendirikan sebuah layanan media sosial yang mirip dengan Facebook. Layanan itu dinamai VKontakte atau disingkat VK. Layanan tersebut sukses menjadi salah satu media sosial favorit hingga mendapatkan lebih dari 350 juta pengguna.

Dari VKontakte, Durov sanggup mendapatkan kekayaan sekira USD260 juta. Ia bahkan mendapatkan gelar 'Mark Zuckerberg' asal Rusia karena sukses membesarkan VKontakte. Selain itu ada kebiasaan lainnya yang juga sama dengan Mark Zuckerberg.

Jika Bos Facebook senang memakai kaus berwarna abu-abu, maka Pavel Durov senang memakai pakaian yang serbahitam. Gaya berpakaiannya tersebut mengingatkan kita pada tokoh Neo dalam film &amp;lsquo;The Matrix&amp;rsquo;.

Namun, kesuksesan Durov terpaksa harus berhenti karena campur tangan pemerintah Rusia. Karena dianggap melindungi kelompok anti-pemerintah, Rusia meminta Durov untuk memberikan kontrol terhadap VKontakte. Namun permintaan itu ditolaknya.

Pada 2011, Pavel Durov mengunggah foto seekor anjing yang sedang menjulurkan lidah. Foto itu diduga sebagai respons Durov terhadap permintaan pemerintah Rusia. Setelah insiden tersebut, kepemimpinannya di VKontakte kian memudar. Hingga pada akhirnya ia harus rela menjual VK kepada Mail.ru Group, perusahaan yang didukung pemerintah.

Pada 2013, Durov mendapatkan tuntutan hukum dari pihak kepolisian setempat karena diduga menjadi pelaku penyerangan polisi. Ia dituduh menabrak seorang polisi di Kota Moskow dengan menggunakan mobil Mercedes berwarna putih. Meski demikian Durov menampik tuduhan itu. Ia bahkan mengaku tak bisa menyetir sama sekali.

Karena merasa terancam, ia bersama kakak dan karyawan setia VKontakte kemudian kabur dari tanah kelahirannya umtuk ke New York, Amerika Serikat. Di sana mereka kemudian memiliki proyek baru yang kini dikenal sebagai Telegram.

Untuk menjaga keberlangsungan Telegram, Durov dilaporkan rela menghabiskan uang sebesar USD1 juta per bulannya. Padahal, saat itu Telegram masih belu menghasilkan keuntungan bagi Durov.

Ia pun terkenal sebagai pelancong ke berbagai negara. Sebab ia merasa terlalu berisiko jika harus kembali ke Rusia. Sehingga setiap beberapa bulan sekali ia dan karyawannya yang lain akan berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lainnya.

Meski demikian, usahanya tak sia-sia. Informasi terakhir pada Februari 2016, Telegram telah memiliki pengguna aktif bulanan hingga 100 juta. Selain itu setiap harinya terdapat 350.000 pengguna baru yang menggunakan Telegram. Setiap harinya, Telegram mengklaim mampu menangani pengiriman pesan hingga 15 miliar per hari.&amp;#8203;

Hanya saja, ia harus berurusan dengan beberapa negara akibat ulah kelompok teroris yang memanfaatkan layanan Telegram untuk melakukan propaganda. Seperti yang dialami di Indonesia saat ini, Kemkominfo mengambil langkah tegas untuk memblokir akses Telegram melalui website.

Meski begitu, Durov menawarkan tiga solusi atas permintaan tersebut. Ia mengatakan berjanji akan memblokir channel atau saluran yang berkaitan dengan kelompok teroris, memberikan respons melalui e-mail sebagai sarana komunikasi pemerintah Indonesia dan Telegram, serta membentuk tim untuk memediasi kedua belah pihak agar tak kesalahan komunikasi.

Pavel Durov merupakan adik dari Nikolai Durov, yang merupakan salah satu pendiri Telegram. Jika Nikolai berperan sebagai teknisi, maka Pavel Durov memiliki tugas untuk mengumpulkan dana serta bantuan bagi Telegram. Meski begitu, Pavel juga terkenal jago dalam hal pemrograman.

Pavel dilahirkan di kota St. Petersburg, Rusia, pada 10 Oktober 1984. Kecintaannya terhadap bidang pemrogram telah dimulai sejak duduk di bangku sekolah. Pada 2016, Pavel Durov tercatat memiliki kekayaan senilai USD600 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Tak hanya memiliki paras tampan, Pavel Durov juga pandai mengelola bisnis media sosialnya seperti VKontakte dan Telegram. VKontakte merupakan layanan media sosial yang dibuat Pavel dan sang kakak, Nikolai Durov, yang mendapatkan respons positif dari masyarakat Rusia.

Cerita sukses Pavel Durov dimulai setelah ia lulus dari bangku kuliah pada 2006. Dengan bantuan sang kakak, ia kemudian mendirikan sebuah layanan media sosial yang mirip dengan Facebook. Layanan itu dinamai VKontakte atau disingkat VK. Layanan tersebut sukses menjadi salah satu media sosial favorit hingga mendapatkan lebih dari 350 juta pengguna.

Dari VKontakte, Durov sanggup mendapatkan kekayaan sekira USD260 juta. Ia bahkan mendapatkan gelar 'Mark Zuckerberg' asal Rusia karena sukses membesarkan VKontakte. Selain itu ada kebiasaan lainnya yang juga sama dengan Mark Zuckerberg.

Jika Bos Facebook senang memakai kaus berwarna abu-abu, maka Pavel Durov senang memakai pakaian yang serbahitam. Gaya berpakaiannya tersebut mengingatkan kita pada tokoh Neo dalam film &amp;lsquo;The Matrix&amp;rsquo;.

Namun, kesuksesan Durov terpaksa harus berhenti karena campur tangan pemerintah Rusia. Karena dianggap melindungi kelompok anti-pemerintah, Rusia meminta Durov untuk memberikan kontrol terhadap VKontakte. Namun permintaan itu ditolaknya.

Pada 2011, Pavel Durov mengunggah foto seekor anjing yang sedang menjulurkan lidah. Foto itu diduga sebagai respons Durov terhadap permintaan pemerintah Rusia. Setelah insiden tersebut, kepemimpinannya di VKontakte kian memudar. Hingga pada akhirnya ia harus rela menjual VK kepada Mail.ru Group, perusahaan yang didukung pemerintah.

Pada 2013, Durov mendapatkan tuntutan hukum dari pihak kepolisian setempat karena diduga menjadi pelaku penyerangan polisi. Ia dituduh menabrak seorang polisi di Kota Moskow dengan menggunakan mobil Mercedes berwarna putih. Meski demikian Durov menampik tuduhan itu. Ia bahkan mengaku tak bisa menyetir sama sekali.

Karena merasa terancam, ia bersama kakak dan karyawan setia VKontakte kemudian kabur dari tanah kelahirannya umtuk ke New York, Amerika Serikat. Di sana mereka kemudian memiliki proyek baru yang kini dikenal sebagai Telegram.

Untuk menjaga keberlangsungan Telegram, Durov dilaporkan rela menghabiskan uang sebesar USD1 juta per bulannya. Padahal, saat itu Telegram masih belu menghasilkan keuntungan bagi Durov.

Ia pun terkenal sebagai pelancong ke berbagai negara. Sebab ia merasa terlalu berisiko jika harus kembali ke Rusia. Sehingga setiap beberapa bulan sekali ia dan karyawannya yang lain akan berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lainnya.

Meski demikian, usahanya tak sia-sia. Informasi terakhir pada Februari 2016, Telegram telah memiliki pengguna aktif bulanan hingga 100 juta. Selain itu setiap harinya terdapat 350.000 pengguna baru yang menggunakan Telegram. Setiap harinya, Telegram mengklaim mampu menangani pengiriman pesan hingga 15 miliar per hari.&amp;#8203;

Hanya saja, ia harus berurusan dengan beberapa negara akibat ulah kelompok teroris yang memanfaatkan layanan Telegram untuk melakukan propaganda. Seperti yang dialami di Indonesia saat ini, Kemkominfo mengambil langkah tegas untuk memblokir akses Telegram melalui website.

Meski begitu, Durov menawarkan tiga solusi atas permintaan tersebut. Ia mengatakan berjanji akan memblokir channel atau saluran yang berkaitan dengan kelompok teroris, memberikan respons melalui e-mail sebagai sarana komunikasi pemerintah Indonesia dan Telegram, serta membentuk tim untuk memediasi kedua belah pihak agar tak kesalahan komunikasi.

Pavel Durov merupakan adik dari Nikolai Durov, yang merupakan salah satu pendiri Telegram. Jika Nikolai berperan sebagai teknisi, maka Pavel Durov memiliki tugas untuk mengumpulkan dana serta bantuan bagi Telegram. Meski begitu, Pavel juga terkenal jago dalam hal pemrograman.

Pavel dilahirkan di kota St. Petersburg, Rusia, pada 10 Oktober 1984. Kecintaannya terhadap bidang pemrogram telah dimulai sejak duduk di bangku sekolah. Pada 2016, Pavel Durov tercatat memiliki kekayaan senilai USD600 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
