<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CEO WhatsApp: Ide Bagus Tanpa Eksekusi Hanya Membuat Anda Stagnan</title><description>Kesuksesan WhatsApp tak terlepas dari sosok sang pendirinya yakni Jan Koum, yang kini menjabat sebagai CEO.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/03/207/1727505/ceo-whatsapp-ide-bagus-tanpa-eksekusi-hanya-membuat-anda-stagnan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/03/207/1727505/ceo-whatsapp-ide-bagus-tanpa-eksekusi-hanya-membuat-anda-stagnan"/><item><title>CEO WhatsApp: Ide Bagus Tanpa Eksekusi Hanya Membuat Anda Stagnan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/03/207/1727505/ceo-whatsapp-ide-bagus-tanpa-eksekusi-hanya-membuat-anda-stagnan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/03/207/1727505/ceo-whatsapp-ide-bagus-tanpa-eksekusi-hanya-membuat-anda-stagnan</guid><pubDate>Senin 03 Juli 2017 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Lely Maulida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/03/207/1727505/ceo-whatsapp-ide-bagus-tanpa-eksekusi-hanya-membuat-anda-stagnan-DiV3hZiYJy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Forbes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/03/207/1727505/ceo-whatsapp-ide-bagus-tanpa-eksekusi-hanya-membuat-anda-stagnan-DiV3hZiYJy.jpg</image><title>(Foto: Forbes)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aplikasi WhatsApp kini menjadi salah satu sarana komunikasi yang banyak digunakan oleh pengguna di seluruh dunia. Aplikasi yang lekat dengan warna hijau ini mendulang kesuksesan, tak terlepas dari sosok sang pendirinya yakni Jan Koum, yang kini menjabat sebagai CEO.
Pria yang lahir di Ukraina itu mulai membangun WhatsApp setelah berjumpa dengan Brian Acton yang pernah bekerja di Yahoo!, dan memiliki ide untuk menampilkan status dalam deretan nomor ponsel yang tampil di layar. Setelah membeli iPhone, Koum menyadari bahwa toko aplikasi smartphone tersebut memiliki peluang bisnis yang besar.
Februari 2009, Koum mulai mendirikan WhatsApp Inc meski aplikasinya belum dirancang. Tak lama kemudian ia menyinkronkan nomor telefon seluler di seluruh dunia dengan aplikasi hingga terciptalah WhatsApp versi awal.
Meski sempat menyerah, Koum akhirnya mendulang kesuksesan berkat kegigihan dan dukungan dari Acton. Kini, WhatsApp telah menjadi aplikasi instant messaging yang populer di dunia. Aplikasi ini bahkan diakuisisi oleh Facebook seharga USD 19 miliar.
Idenya untuk menampilkan status pada daftar nomor telefon rupanya mampu mengantarkan Koum untuk menghadirkan aplikasi pesan instan. Namun tentunya hal ini tak dengan mudah diwujudkan oleh Koum. Dengan semangat dan kegigihannya Koum mengembangkan idenya hingga menjadi aplikasi yang digandrungi oleh pengguna smartphone.
Seperti dalam quote yang Okezone rangkum dari berbagai sumber, Koum mengatakan &amp;ldquo;Sering kali, orang memulai dengan banyak ide bagus, tapi kemudian mereka tidak mengeksekusinya. Mereka kehilangan kemurnian visi mereka. Anda akhirnya berkutat dan berputar.&amp;rdquo;
Dalam pengembangannya, pendiri WhatsApp ini juga tak hanya mementingkan kemajuan bisnisnya, namun mengutamakan apa yang diinginkan oleh penggunanya.
&amp;ldquo;Kami&amp;nbsp; tidak benar-benar membicarakan masa depan kami. Tapi pada saat yang sama, mencoba untuk membangun hal yang diminta oleh pengguna kami,&amp;rdquo; ujar Koum.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aplikasi WhatsApp kini menjadi salah satu sarana komunikasi yang banyak digunakan oleh pengguna di seluruh dunia. Aplikasi yang lekat dengan warna hijau ini mendulang kesuksesan, tak terlepas dari sosok sang pendirinya yakni Jan Koum, yang kini menjabat sebagai CEO.
Pria yang lahir di Ukraina itu mulai membangun WhatsApp setelah berjumpa dengan Brian Acton yang pernah bekerja di Yahoo!, dan memiliki ide untuk menampilkan status dalam deretan nomor ponsel yang tampil di layar. Setelah membeli iPhone, Koum menyadari bahwa toko aplikasi smartphone tersebut memiliki peluang bisnis yang besar.
Februari 2009, Koum mulai mendirikan WhatsApp Inc meski aplikasinya belum dirancang. Tak lama kemudian ia menyinkronkan nomor telefon seluler di seluruh dunia dengan aplikasi hingga terciptalah WhatsApp versi awal.
Meski sempat menyerah, Koum akhirnya mendulang kesuksesan berkat kegigihan dan dukungan dari Acton. Kini, WhatsApp telah menjadi aplikasi instant messaging yang populer di dunia. Aplikasi ini bahkan diakuisisi oleh Facebook seharga USD 19 miliar.
Idenya untuk menampilkan status pada daftar nomor telefon rupanya mampu mengantarkan Koum untuk menghadirkan aplikasi pesan instan. Namun tentunya hal ini tak dengan mudah diwujudkan oleh Koum. Dengan semangat dan kegigihannya Koum mengembangkan idenya hingga menjadi aplikasi yang digandrungi oleh pengguna smartphone.
Seperti dalam quote yang Okezone rangkum dari berbagai sumber, Koum mengatakan &amp;ldquo;Sering kali, orang memulai dengan banyak ide bagus, tapi kemudian mereka tidak mengeksekusinya. Mereka kehilangan kemurnian visi mereka. Anda akhirnya berkutat dan berputar.&amp;rdquo;
Dalam pengembangannya, pendiri WhatsApp ini juga tak hanya mementingkan kemajuan bisnisnya, namun mengutamakan apa yang diinginkan oleh penggunanya.
&amp;ldquo;Kami&amp;nbsp; tidak benar-benar membicarakan masa depan kami. Tapi pada saat yang sama, mencoba untuk membangun hal yang diminta oleh pengguna kami,&amp;rdquo; ujar Koum.</content:encoded></item></channel></rss>
