<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wow, Ada Tarian Lubang Hitam Raksasa di Luar Angkasa</title><description>Para astronom telah mampu mengamati gerakan orbital antara  dua supermassive black holes.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/01/56/1726640/wow-ada-tarian-lubang-hitam-raksasa-di-luar-angkasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/01/56/1726640/wow-ada-tarian-lubang-hitam-raksasa-di-luar-angkasa"/><item><title>Wow, Ada Tarian Lubang Hitam Raksasa di Luar Angkasa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/01/56/1726640/wow-ada-tarian-lubang-hitam-raksasa-di-luar-angkasa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/07/01/56/1726640/wow-ada-tarian-lubang-hitam-raksasa-di-luar-angkasa</guid><pubDate>Minggu 02 Juli 2017 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tachta Citra Elfira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/01/56/1726640/wow-ada-tarian-lubang-hitam-raksasa-di-luar-angkasa-69r09ZO1fY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Josh Valenzuela/Universitas New Mexico</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/01/56/1726640/wow-ada-tarian-lubang-hitam-raksasa-di-luar-angkasa-69r09ZO1fY.jpg</image><title>Foto : Josh Valenzuela/Universitas New Mexico</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Untuk pertama kalinya, para astronom telah mampu mengamati dan mengukur gerakan orbital antara dua supermassive black holes (lubang hitam) yang memiliki jarak ratusan juta tahun cahaya dari Bumi. Periset mengatakan, penemuan tersebut membutuhkan waktu 12 tahun untuk mengonfirmasi kebenarannya.

Menurut penelitian, ketika galaksi bertabrakan dan bergabung, kedua lubang hitam supermasif tersebut akan saling menangkap dalam tarian orbital. Seiring waktu, lubang hitam akan berputar lebih dekat, akhirnya menjadi satu.

Peneliti telah melihat lubang hitam yang lebih kecil dan bergabung melalui gelombang gravitasi yang mereka hasilkan, namun penggabungan lubang hitam supermasif sangat langka.

&quot;Untuk waktu yang lama, kami telah melihat ke luar angkasa untuk mencoba dan menemukan sepasang lubang hitam supermasif ini yang mengorbit sebagai hasil dua galaksi yang digabungkan. Meskipun kita telah berteori bahwa ini seharusnya terjadi, tidak ada yang pernah melihatnya sampai sekarang,&amp;rdquo; kata Profesor Universitas New Mexico Greg Taylor seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (1/7/2017).

Pada awal 2016, tim peneliti internasional, termasuk alumni UNM, yang mengerjakan proyek LIGO mendeteksi adanya gelombang gravitasi, yang membenarkan prediksi Albert Einstein yang 100 tahun dan mengejutkan komunitas ilmuwan.

Gelombang gravitasi ini diakibatkan dari dua lubang hitam yang bertabrakan di ruang angkasa dalam waktu Hubble. Sekarang, berkat penelitian terbaru ini, para ilmuwan dapat mulai memahami apa yang menjadi pengarah pada penggabungan lubang hitam supermasif yang menciptakan riak dalam struktur ruang-waktu dan mulai belajar lebih banyak tentang evolusi galaksi dan perannya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Untuk pertama kalinya, para astronom telah mampu mengamati dan mengukur gerakan orbital antara dua supermassive black holes (lubang hitam) yang memiliki jarak ratusan juta tahun cahaya dari Bumi. Periset mengatakan, penemuan tersebut membutuhkan waktu 12 tahun untuk mengonfirmasi kebenarannya.

Menurut penelitian, ketika galaksi bertabrakan dan bergabung, kedua lubang hitam supermasif tersebut akan saling menangkap dalam tarian orbital. Seiring waktu, lubang hitam akan berputar lebih dekat, akhirnya menjadi satu.

Peneliti telah melihat lubang hitam yang lebih kecil dan bergabung melalui gelombang gravitasi yang mereka hasilkan, namun penggabungan lubang hitam supermasif sangat langka.

&quot;Untuk waktu yang lama, kami telah melihat ke luar angkasa untuk mencoba dan menemukan sepasang lubang hitam supermasif ini yang mengorbit sebagai hasil dua galaksi yang digabungkan. Meskipun kita telah berteori bahwa ini seharusnya terjadi, tidak ada yang pernah melihatnya sampai sekarang,&amp;rdquo; kata Profesor Universitas New Mexico Greg Taylor seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (1/7/2017).

Pada awal 2016, tim peneliti internasional, termasuk alumni UNM, yang mengerjakan proyek LIGO mendeteksi adanya gelombang gravitasi, yang membenarkan prediksi Albert Einstein yang 100 tahun dan mengejutkan komunitas ilmuwan.

Gelombang gravitasi ini diakibatkan dari dua lubang hitam yang bertabrakan di ruang angkasa dalam waktu Hubble. Sekarang, berkat penelitian terbaru ini, para ilmuwan dapat mulai memahami apa yang menjadi pengarah pada penggabungan lubang hitam supermasif yang menciptakan riak dalam struktur ruang-waktu dan mulai belajar lebih banyak tentang evolusi galaksi dan perannya.

</content:encoded></item></channel></rss>
