<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LAPAN: 1 Syawal Diperkirakan pada 25 Juni 2017</title><description>Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperhitungkan 1 Syawal 1438 Hijrah akan jatuh pada 25 Juni 2017.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/21/56/1721530/lapan-1-syawal-diperkirakan-pada-25-juni-2017</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/21/56/1721530/lapan-1-syawal-diperkirakan-pada-25-juni-2017"/><item><title>LAPAN: 1 Syawal Diperkirakan pada 25 Juni 2017</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/21/56/1721530/lapan-1-syawal-diperkirakan-pada-25-juni-2017</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/21/56/1721530/lapan-1-syawal-diperkirakan-pada-25-juni-2017</guid><pubDate>Rabu 21 Juni 2017 12:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tachta Citra Elfira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/21/56/1721530/lapan-1-syawal-diperkirakan-pada-25-juni-2017-BqxAAJ5i39.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Antara/Syaiful Arif</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/21/56/1721530/lapan-1-syawal-diperkirakan-pada-25-juni-2017-BqxAAJ5i39.jpg</image><title>Foto : Antara/Syaiful Arif</title></images><description>JAKARTA -  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperhitungkan 1 Syawal 1438 Hijrah akan jatuh pada 25 Juni 2017. Ini berarti, Lebaran akan digelar bersamaan dengan warga Muhammadiyah yang sebelumnya menetapkan Lebaran di tanggal tersebut.

&amp;ldquo;Ada kemungkinan 1 Syawal 1438 H bertepatan dengan 25 Juni 2017,&amp;rdquo; ujar Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Rhorom Priyatikanto kepada Okezone saat dihubungi via pesan elektronik, Rabu (21/6/2017).

Rhorom menjelaskan bahwa Konjungsi Bulan (Ijtimak) telah terjadi pada 24 Juni 09.31 WIB. Bila dilihat dari Jakarta saat maghrib sekira pukul 17.48 WIB, Bulan telah berumur 8 jam 17 menit yang memiliki ketinggian 3,5 derajat dan elongasi 5,35 derajat dari Matahari.

&amp;ldquo;Berdasarkan statistik, pemotretan hilal semuda itu di Indonesia sulit untuk dilakukan. Alasannya, hilal masih amat tipis hanya 0,22% piringan yang tampak dan dekat dengan matahari. Dengan kondisi atmosfer tropis yang lembab dan agak keruh, sulit untuk mendapatkan citra hilal pada 24 Juni,&amp;rdquo; tuturnya Rhorom.

Meski demikian, Kementrian Agama memiliki hukum positif yang berlaku untuk kriteria penampakan hilal yakni pada ketinggian &amp;gt;2, elongasi &amp;gt;3, dan umur &amp;gt;8. &amp;ldquo;Namun bila ada beberapa kesaksian melihat hilal, kesaksian itu dapat diterima dalam sidang Isbat, sehingga 25 Juni bisa jadi ditetapkan sebagai 1 Syawal,&amp;rdquo; jelasnya.


</description><content:encoded>JAKARTA -  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperhitungkan 1 Syawal 1438 Hijrah akan jatuh pada 25 Juni 2017. Ini berarti, Lebaran akan digelar bersamaan dengan warga Muhammadiyah yang sebelumnya menetapkan Lebaran di tanggal tersebut.

&amp;ldquo;Ada kemungkinan 1 Syawal 1438 H bertepatan dengan 25 Juni 2017,&amp;rdquo; ujar Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Rhorom Priyatikanto kepada Okezone saat dihubungi via pesan elektronik, Rabu (21/6/2017).

Rhorom menjelaskan bahwa Konjungsi Bulan (Ijtimak) telah terjadi pada 24 Juni 09.31 WIB. Bila dilihat dari Jakarta saat maghrib sekira pukul 17.48 WIB, Bulan telah berumur 8 jam 17 menit yang memiliki ketinggian 3,5 derajat dan elongasi 5,35 derajat dari Matahari.

&amp;ldquo;Berdasarkan statistik, pemotretan hilal semuda itu di Indonesia sulit untuk dilakukan. Alasannya, hilal masih amat tipis hanya 0,22% piringan yang tampak dan dekat dengan matahari. Dengan kondisi atmosfer tropis yang lembab dan agak keruh, sulit untuk mendapatkan citra hilal pada 24 Juni,&amp;rdquo; tuturnya Rhorom.

Meski demikian, Kementrian Agama memiliki hukum positif yang berlaku untuk kriteria penampakan hilal yakni pada ketinggian &amp;gt;2, elongasi &amp;gt;3, dan umur &amp;gt;8. &amp;ldquo;Namun bila ada beberapa kesaksian melihat hilal, kesaksian itu dapat diterima dalam sidang Isbat, sehingga 25 Juni bisa jadi ditetapkan sebagai 1 Syawal,&amp;rdquo; jelasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
