<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Tips untuk Menaklukkan Jalur Pantura Jawa bagi Pemudik Motor</title><description>Jalur pantura Jawa merupakan salah satu rute paling padat selama musim mudik. Jalur ini tak hanya dijejali mobil, namun juga sepeda motor.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/21/15/1721435/5-tips-untuk-menaklukkan-jalur-pantura-jawa-bagi-pemudik-motor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/21/15/1721435/5-tips-untuk-menaklukkan-jalur-pantura-jawa-bagi-pemudik-motor"/><item><title>5 Tips untuk Menaklukkan Jalur Pantura Jawa bagi Pemudik Motor</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/21/15/1721435/5-tips-untuk-menaklukkan-jalur-pantura-jawa-bagi-pemudik-motor</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/21/15/1721435/5-tips-untuk-menaklukkan-jalur-pantura-jawa-bagi-pemudik-motor</guid><pubDate>Rabu 21 Juni 2017 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/21/15/1721435/5-tips-untuk-menaklukkan-jalur-pantura-jawa-bagi-pemudik-motor-x2LOiHR2Gs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemudik motor melintasi Simpang Jomin, Karawang, Jawa Barat, menuju pantura Jawa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/21/15/1721435/5-tips-untuk-menaklukkan-jalur-pantura-jawa-bagi-pemudik-motor-x2LOiHR2Gs.jpg</image><title>Pemudik motor melintasi Simpang Jomin, Karawang, Jawa Barat, menuju pantura Jawa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Apa pun dilakukan agar bisa berlebaran di kampung halaman, termasuk mudik menggunakan sepeda motor. Kendaraan roda dua reguler, baik jenis skuter matik, cub (bebek), atau sport, sebenarnya tidak direkomendasikan untuk perjalanan jauh. Namun justru motor jenis ini yang paling banyak digunakan untuk mudik.
Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 6 juta sepeda motor digunakan pada mudik tahun ini di seluruh Indonesia. Pemudik sepeda motor lebih berisiko mengalami kecelakaan dengan akibat fatal ketimbang moda transportasi lainnya. Hal ini karena pengendara dan penumpangnya langsung bersentuhan dengan jalanan.
Karena itu pemudik harus benar-benar menyiapkan kendaraannya agar tidak bermasalah di perjalanan. Selain itu, persiapan fisik juga menjadi syarat mutlak agar pengendara tetap selalu berkonsentrasi selama memegang setang kemudi.
Namun yang tak kalah pentingnya adalah mengetahui bagaimana kondisi medan yang akan dilalui. Salah satu rute terpadat yang dilalui pemudik sepeda motor adalah jalur pantai utara (pantura) Jawa.
Riding Supervisor Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desianto, berbagi tips bagi pemudik motor saat melakukan perjalanan di pantura Jawa.
1.       Siapkan Fisik dan Mental
Sebelum keberangkatan, lakukan persiapan fisik dan mental yang cukup, karena stamina harus prima saat mengendarai motor jarak jauh. Lakukan istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan, jangan bergadang atau melakukan kegiatan fisik yang berlebihan sejak H-2 keberangkatan.
Pengendara diharapkan melakukan istirahat kecil setiap 2-3 jam, sehingga tubuh tetap bisa fokus. Hindari mengonsumsi minuman mengandung kafein secara berlebihan, seperti kopi dan minuman berenergi. Hal ini untuk menghindari risiko gangguan pencernaan yang bisa mengganggu fokus berkendara.
Jalur pantura Jawa selalu padat setiap musim mudik. Kemacetan umum terjadi di banyak titik, baik karena pasar tumpah serta aktivitas masuk-keluar kendaraan di SPBU atau tempat keramaian lain. Macet sangat menyita waktu dan memeras tenaga. Di sinilah dituntut kondisi fisik yang prima, apalagi jika cuaca panas.
2.       Cek 4 Bagian Penting Sepeda Motor
Roda, lampu-lampu, rem, dan mesin, merupakan empat poin utama yang harus dipastikan dalam kondisi baik sebelum berangkat. Untuk roda, cek kondisi ban, jari-jari, pelek, serta rantai atau belt.
&quot;Pastikan ban memiliki alur pembuangan air yang baik dan memiliki daya cengkram yang maksimal. Karena di beberapa titik di jalur pantura, ada beberapa proyek masih berjalan, sehingga jalanan bekas kendaraan proyek ketika hujan bisa sangat licin dan berbahaya,&quot; jelas Oke.
Pastikan lampu-lampu berfungsi baik. Lampu merupakan komponen vital karena menjadi alat komunikasi pengendara dengan pengguna jalan lainnya. Selanjutnya, pastikan sistem pengereman berfungsi baik, cek ketebalan dan kebersihan kampas rem.
Terakhir adalah cek kondisi mesin, sebagai alat penggerak motor. Pastikan, oli dalam kondisi baik dan mesin memiliki tenaga yang maksimal.
3.       Gunakan Riding Gear agar Nyaman dan Aman
Helm full face, jaket, sarung tangan, celana panjang, sepatu, serta masker, merupakan perlengkapan berkendara yang wajib digunakan dalam melakukan perjalanan jauh. Riding gear tersebut menjadi pelindung utama saat mengendarai sepeda motor.
Jika memiliki alat pelindung tambahan seperti deker dan rompi pelindung angin akan lebih baik. Siapkan juga jas hujan dengan warna terang atau mencolok agar pengendara tetap terlihat oleh pengguna jalan lain.
4. Penuhi Etika Berlalu Lintas
Jalur pantura terkenal sangat ganas. Etika berlalu lintas harus harus diperhatikan dengan baik. Truk besar memang tidak diperbolehkan melintas selama musim mudik. Namun, ribuan bus masih memadati jalur utama Pulau Jawa tersebut, sehingga fokus dan beretika saat mengendarai motor menjadi hal krusial untuk keselamatan.
Utamakan rasa saling menghormati sesama pengendara. Bersabar, tahan emosi, dan kendalikan motor dengan aman. Perhatikan serta patuhi rambu-rambu lalu lintas agar pengendara dan pengguna jalan lainnya tetap aman.
5.       Siapkan Rencana Perjalanan
Siapkan rencana perjalanan, buat rencana dengan terjadwal dan kenali jalur yang akan dilewati. Catat titik-titik penting atau rawan serta nomor-nomor telefon darurat seperti kantor polisi, rumah sakit, dan lainnya. Hindari bawa barang berlebihan, gunakan fasilitas jasa pengiriman bila ada barang yang harus dibawa ke kampung halaman.
Manfaatkanlah posko-posko mudik yang sudah disediakan oleh berbagai pihak atau berhenti di tempat aman. Gunakan untuk beristirahat dan mengembalikan kembali fokus, atau bahkan untuk mengecek kondisi kendaraan.</description><content:encoded>JAKARTA - Apa pun dilakukan agar bisa berlebaran di kampung halaman, termasuk mudik menggunakan sepeda motor. Kendaraan roda dua reguler, baik jenis skuter matik, cub (bebek), atau sport, sebenarnya tidak direkomendasikan untuk perjalanan jauh. Namun justru motor jenis ini yang paling banyak digunakan untuk mudik.
Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 6 juta sepeda motor digunakan pada mudik tahun ini di seluruh Indonesia. Pemudik sepeda motor lebih berisiko mengalami kecelakaan dengan akibat fatal ketimbang moda transportasi lainnya. Hal ini karena pengendara dan penumpangnya langsung bersentuhan dengan jalanan.
Karena itu pemudik harus benar-benar menyiapkan kendaraannya agar tidak bermasalah di perjalanan. Selain itu, persiapan fisik juga menjadi syarat mutlak agar pengendara tetap selalu berkonsentrasi selama memegang setang kemudi.
Namun yang tak kalah pentingnya adalah mengetahui bagaimana kondisi medan yang akan dilalui. Salah satu rute terpadat yang dilalui pemudik sepeda motor adalah jalur pantai utara (pantura) Jawa.
Riding Supervisor Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desianto, berbagi tips bagi pemudik motor saat melakukan perjalanan di pantura Jawa.
1.       Siapkan Fisik dan Mental
Sebelum keberangkatan, lakukan persiapan fisik dan mental yang cukup, karena stamina harus prima saat mengendarai motor jarak jauh. Lakukan istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan, jangan bergadang atau melakukan kegiatan fisik yang berlebihan sejak H-2 keberangkatan.
Pengendara diharapkan melakukan istirahat kecil setiap 2-3 jam, sehingga tubuh tetap bisa fokus. Hindari mengonsumsi minuman mengandung kafein secara berlebihan, seperti kopi dan minuman berenergi. Hal ini untuk menghindari risiko gangguan pencernaan yang bisa mengganggu fokus berkendara.
Jalur pantura Jawa selalu padat setiap musim mudik. Kemacetan umum terjadi di banyak titik, baik karena pasar tumpah serta aktivitas masuk-keluar kendaraan di SPBU atau tempat keramaian lain. Macet sangat menyita waktu dan memeras tenaga. Di sinilah dituntut kondisi fisik yang prima, apalagi jika cuaca panas.
2.       Cek 4 Bagian Penting Sepeda Motor
Roda, lampu-lampu, rem, dan mesin, merupakan empat poin utama yang harus dipastikan dalam kondisi baik sebelum berangkat. Untuk roda, cek kondisi ban, jari-jari, pelek, serta rantai atau belt.
&quot;Pastikan ban memiliki alur pembuangan air yang baik dan memiliki daya cengkram yang maksimal. Karena di beberapa titik di jalur pantura, ada beberapa proyek masih berjalan, sehingga jalanan bekas kendaraan proyek ketika hujan bisa sangat licin dan berbahaya,&quot; jelas Oke.
Pastikan lampu-lampu berfungsi baik. Lampu merupakan komponen vital karena menjadi alat komunikasi pengendara dengan pengguna jalan lainnya. Selanjutnya, pastikan sistem pengereman berfungsi baik, cek ketebalan dan kebersihan kampas rem.
Terakhir adalah cek kondisi mesin, sebagai alat penggerak motor. Pastikan, oli dalam kondisi baik dan mesin memiliki tenaga yang maksimal.
3.       Gunakan Riding Gear agar Nyaman dan Aman
Helm full face, jaket, sarung tangan, celana panjang, sepatu, serta masker, merupakan perlengkapan berkendara yang wajib digunakan dalam melakukan perjalanan jauh. Riding gear tersebut menjadi pelindung utama saat mengendarai sepeda motor.
Jika memiliki alat pelindung tambahan seperti deker dan rompi pelindung angin akan lebih baik. Siapkan juga jas hujan dengan warna terang atau mencolok agar pengendara tetap terlihat oleh pengguna jalan lain.
4. Penuhi Etika Berlalu Lintas
Jalur pantura terkenal sangat ganas. Etika berlalu lintas harus harus diperhatikan dengan baik. Truk besar memang tidak diperbolehkan melintas selama musim mudik. Namun, ribuan bus masih memadati jalur utama Pulau Jawa tersebut, sehingga fokus dan beretika saat mengendarai motor menjadi hal krusial untuk keselamatan.
Utamakan rasa saling menghormati sesama pengendara. Bersabar, tahan emosi, dan kendalikan motor dengan aman. Perhatikan serta patuhi rambu-rambu lalu lintas agar pengendara dan pengguna jalan lainnya tetap aman.
5.       Siapkan Rencana Perjalanan
Siapkan rencana perjalanan, buat rencana dengan terjadwal dan kenali jalur yang akan dilewati. Catat titik-titik penting atau rawan serta nomor-nomor telefon darurat seperti kantor polisi, rumah sakit, dan lainnya. Hindari bawa barang berlebihan, gunakan fasilitas jasa pengiriman bila ada barang yang harus dibawa ke kampung halaman.
Manfaatkanlah posko-posko mudik yang sudah disediakan oleh berbagai pihak atau berhenti di tempat aman. Gunakan untuk beristirahat dan mengembalikan kembali fokus, atau bahkan untuk mengecek kondisi kendaraan.</content:encoded></item></channel></rss>
