<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Genjot Bisnis Digital, XL Mulai Fund Rising Elevenia</title><description>Bisnis digital bagi sebagian operator telekomunikasi di Tanah Air dianggap belum bisa memberikan keuntungan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/15/207/1716782/genjot-bisnis-digital-xl-mulai-fund-rising-elevenia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/15/207/1716782/genjot-bisnis-digital-xl-mulai-fund-rising-elevenia"/><item><title>Genjot Bisnis Digital, XL Mulai Fund Rising Elevenia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/15/207/1716782/genjot-bisnis-digital-xl-mulai-fund-rising-elevenia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/15/207/1716782/genjot-bisnis-digital-xl-mulai-fund-rising-elevenia</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2017 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/15/207/1716782/genjot-bisnis-digital-xl-mulai-fund-rising-elevenia-vC7HbWgvEm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/15/207/1716782/genjot-bisnis-digital-xl-mulai-fund-rising-elevenia-vC7HbWgvEm.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bisnis digital bagi sebagian operator telekomunikasi di Tanah Air dianggap belum bisa memberikan keuntungan, sebelumnya Indosat Ooredoo telah memutuskan untuk menghentikan layanan e-commerce, Cipika.

Menurut Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, bisnis digital memiliki matriks yang berbeda dengan bisnis telekomunikasi. &quot;Jadi kalau digital, ukuran kesuksesan lain dengan telekomunikasi, bukan revenue,&quot; ujarnya di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Ia mengatakan, bukan berarti apabila banyak transaksi, sehingga otomatis revenue lebih banyak. &quot;Istilahnya, performanya tidak bisa disamakan dengan telko,&quot; katanya.

Diakuinya, bisnis digital hanya menyumbang sekira 5 persen dari total pendapatan layanan digital. Sementara porsi terbesar masih berasal dari layanan data. &quot;Kalau data sih gede, 65 persen terhadap total revenue. (XL) aman ke depan, karena kalau yang lain revenue turun, kita sudah, kita sudah akselerasi, perpindahan dari tradisional service ke data,&quot; jelasnya.

XL kini tengah melakukan fund raising untuk mendukung Elevenia. Selain itu, perusahaan juga memikirkan tentang bentuk lain dari XL Tunai. &quot;Kalau kemarin masih USSD, kita lagi pikirkan ke arah yang lebih digital,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bisnis digital bagi sebagian operator telekomunikasi di Tanah Air dianggap belum bisa memberikan keuntungan, sebelumnya Indosat Ooredoo telah memutuskan untuk menghentikan layanan e-commerce, Cipika.

Menurut Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, bisnis digital memiliki matriks yang berbeda dengan bisnis telekomunikasi. &quot;Jadi kalau digital, ukuran kesuksesan lain dengan telekomunikasi, bukan revenue,&quot; ujarnya di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Ia mengatakan, bukan berarti apabila banyak transaksi, sehingga otomatis revenue lebih banyak. &quot;Istilahnya, performanya tidak bisa disamakan dengan telko,&quot; katanya.

Diakuinya, bisnis digital hanya menyumbang sekira 5 persen dari total pendapatan layanan digital. Sementara porsi terbesar masih berasal dari layanan data. &quot;Kalau data sih gede, 65 persen terhadap total revenue. (XL) aman ke depan, karena kalau yang lain revenue turun, kita sudah, kita sudah akselerasi, perpindahan dari tradisional service ke data,&quot; jelasnya.

XL kini tengah melakukan fund raising untuk mendukung Elevenia. Selain itu, perusahaan juga memikirkan tentang bentuk lain dari XL Tunai. &quot;Kalau kemarin masih USSD, kita lagi pikirkan ke arah yang lebih digital,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
