<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Misi ke Mars Ternyata Menuai Risiko Tinggi</title><description>Ilmuwan mengungkapkan ada risiko terkena penyakit kanker dua kali lipat jika terus melakukan misi di luar medan magnet Bumi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/07/56/1710313/duh-misi-ke-mars-ternyata-menuai-risiko-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/07/56/1710313/duh-misi-ke-mars-ternyata-menuai-risiko-tinggi"/><item><title>Duh, Misi ke Mars Ternyata Menuai Risiko Tinggi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/07/56/1710313/duh-misi-ke-mars-ternyata-menuai-risiko-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/07/56/1710313/duh-misi-ke-mars-ternyata-menuai-risiko-tinggi</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2017 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tachta Citra Elfira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/07/56/1710313/duh-misi-ke-mars-ternyata-menuai-risiko-tinggi-jEAFVANBbp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/07/56/1710313/duh-misi-ke-mars-ternyata-menuai-risiko-tinggi-jEAFVANBbp.jpg</image><title>Foto : Shutterstock</title></images><description>CALIFORNIA &amp;ndash; Para ilmuwan memang berharap bisa menemukan kehidupan di luar angkasa, hingga kini mereka terus meneliti planet-planet di luar Bumi, termasuk Mars.

Mendapati laporan Theregister, Rabu (7/6/2017), ilmuwan mengungkapkan ada risiko terkena penyakit kanker dua kali lipat jika terus melakukan misi di luar medan magnet Bumi.

Penelitian ini dilakukan oleh Francis Cucinotta, profesor di Department of Health Physics and Diagnostic Sciences dan Eliedonna Cacao dari University of Nevadain Las Vegas yang menerbitkan studinya dalam Scientific Reports pada Mei 2017.

Di luar angkasa, radiasi mengandung partikel berenergi tinggi yang mengalir dari matahari dan sumber di luar galaksi. Keduanya akan bertabrakan dan merobek nukleotida dalam DNA, akibatnya akan mengganggu blok bangunan kehidupan dalam proses dan meningkatkan kemungkinan mutasi genetik serta kanker.

Sinar ini tentu akan merusak kesehatan astronot dan tidak dapat dicegah dengan metode perlindungan saat ini. &amp;ldquo;Menjelajahi Mars akan membutuhkan misi 900 hari atau lebih dan mencakup lebih dari satu tahun di tempat yang dalam di mana eksposur terhadap semua energi dari ion berat kosmik galaksi tidak dapat dihindari,&amp;rdquo; terang Cucinotta.

&amp;ldquo;Sinyal tersebut tampaknya mengilhami sel sehat untuk bermutasi, sehingga menyebabkan tumor atau kanker tambahan,&amp;rdquo; ujar Eliedonna Cacao.
</description><content:encoded>CALIFORNIA &amp;ndash; Para ilmuwan memang berharap bisa menemukan kehidupan di luar angkasa, hingga kini mereka terus meneliti planet-planet di luar Bumi, termasuk Mars.

Mendapati laporan Theregister, Rabu (7/6/2017), ilmuwan mengungkapkan ada risiko terkena penyakit kanker dua kali lipat jika terus melakukan misi di luar medan magnet Bumi.

Penelitian ini dilakukan oleh Francis Cucinotta, profesor di Department of Health Physics and Diagnostic Sciences dan Eliedonna Cacao dari University of Nevadain Las Vegas yang menerbitkan studinya dalam Scientific Reports pada Mei 2017.

Di luar angkasa, radiasi mengandung partikel berenergi tinggi yang mengalir dari matahari dan sumber di luar galaksi. Keduanya akan bertabrakan dan merobek nukleotida dalam DNA, akibatnya akan mengganggu blok bangunan kehidupan dalam proses dan meningkatkan kemungkinan mutasi genetik serta kanker.

Sinar ini tentu akan merusak kesehatan astronot dan tidak dapat dicegah dengan metode perlindungan saat ini. &amp;ldquo;Menjelajahi Mars akan membutuhkan misi 900 hari atau lebih dan mencakup lebih dari satu tahun di tempat yang dalam di mana eksposur terhadap semua energi dari ion berat kosmik galaksi tidak dapat dihindari,&amp;rdquo; terang Cucinotta.

&amp;ldquo;Sinyal tersebut tampaknya mengilhami sel sehat untuk bermutasi, sehingga menyebabkan tumor atau kanker tambahan,&amp;rdquo; ujar Eliedonna Cacao.
</content:encoded></item></channel></rss>
