<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Toyota Indonesia Jajaki Ekspor Mobil Sedan ke Australia</title><description>Tahun lalu beberapa pabrikan automotif di Australia tutup, antara lain Ford Motor, General Motors, dan Toyota Motor.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/03/15/1706692/toyota-indonesia-jajaki-ekspor-mobil-sedan-ke-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/03/15/1706692/toyota-indonesia-jajaki-ekspor-mobil-sedan-ke-australia"/><item><title>Toyota Indonesia Jajaki Ekspor Mobil Sedan ke Australia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/03/15/1706692/toyota-indonesia-jajaki-ekspor-mobil-sedan-ke-australia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/06/03/15/1706692/toyota-indonesia-jajaki-ekspor-mobil-sedan-ke-australia</guid><pubDate>Sabtu 03 Juni 2017 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/03/15/1706692/toyota-indonesia-jajaki-ekspor-mobil-sedan-ke-australia-VrOYtO0Riw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pabrik mobil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/03/15/1706692/toyota-indonesia-jajaki-ekspor-mobil-sedan-ke-australia-VrOYtO0Riw.jpg</image><title>Ilustrasi pabrik mobil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tahun lalu beberapa pabrikan automotif di Australia tutup, antara lain Ford Motor, General Motors, dan Toyota Motor. Berbagai alasan diungkapkan oleh pabrikan mulai dari persaingan yang samakin ketat hingga faktor nilai mata uang.
Tutupnya pabrikan mobil tersebut menjadi peluang bagi pelaku Industri automotif di Indonesia untuk melakukan ekspor, mengingat secara letak geografis, Indonesia berdekatan dengan Australia.
Ada beberapa pabrikan mobil di Tanah Air yang membidik ekspor ke Negeri Kangguru itu salah satunya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Saat ini perusahaan tengah melakukan survei untuk memastikan produk atau model apa yang dapat diterima di sana.
&quot;Semua opportunity ekspor kami jajaki. Kami selalu berusaha matching model-nya itu apa. Australia belum ketemu, tapi kami sedang cek matching model-nya apa. Bukan tahun ini saja tapi lima sampai 10 tahun ke depan itu match-nya apa,&quot; ujar Presiden Direktur TMMIN, Andang Tjahjono, di Jakarta, kemarin.
Ketika ditanya apakah kemungkinan produk yang akan diekspor jenis sedan. &quot;Ya, sedan,&quot; jawabnya singkat.
Saat ini TMMIN melakukan ekspor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU). Porsi ekspor terbesar datang dari Fortuner, Vios, Innova, Avanza, dan Sienta. Selain CBU, Toyota Indonesia juga mengekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau CKD (completely knocked down),  komponen, dan mesin dalam bentuk engine assembly.
Lebih dari 70 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Kepulauan Karibia menjadi daerah tujuan ekspor Toyota.
Pada kuartal pertama (Januari-Maret) 2017, total mobil CBU yang diekspor sebanyak 49.300 unit, naik dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 34.700 unit.
Untuk ekspor CKD tercatat 12.300 unit, dan ekspor komponen di kisaran 24 juta unit. Sementara ekspor untuk mesin bensin tipe TR mencapai 8.800 unit, mesin Ethanol tipe TR 1.200 unit. Ekspor mesin bensin tipe NR mencapai 20.300 unit dan mesin Ethanol tipe NR mencapai 1.000 unit. (san)
</description><content:encoded>JAKARTA - Tahun lalu beberapa pabrikan automotif di Australia tutup, antara lain Ford Motor, General Motors, dan Toyota Motor. Berbagai alasan diungkapkan oleh pabrikan mulai dari persaingan yang samakin ketat hingga faktor nilai mata uang.
Tutupnya pabrikan mobil tersebut menjadi peluang bagi pelaku Industri automotif di Indonesia untuk melakukan ekspor, mengingat secara letak geografis, Indonesia berdekatan dengan Australia.
Ada beberapa pabrikan mobil di Tanah Air yang membidik ekspor ke Negeri Kangguru itu salah satunya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Saat ini perusahaan tengah melakukan survei untuk memastikan produk atau model apa yang dapat diterima di sana.
&quot;Semua opportunity ekspor kami jajaki. Kami selalu berusaha matching model-nya itu apa. Australia belum ketemu, tapi kami sedang cek matching model-nya apa. Bukan tahun ini saja tapi lima sampai 10 tahun ke depan itu match-nya apa,&quot; ujar Presiden Direktur TMMIN, Andang Tjahjono, di Jakarta, kemarin.
Ketika ditanya apakah kemungkinan produk yang akan diekspor jenis sedan. &quot;Ya, sedan,&quot; jawabnya singkat.
Saat ini TMMIN melakukan ekspor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU). Porsi ekspor terbesar datang dari Fortuner, Vios, Innova, Avanza, dan Sienta. Selain CBU, Toyota Indonesia juga mengekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau CKD (completely knocked down),  komponen, dan mesin dalam bentuk engine assembly.
Lebih dari 70 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Kepulauan Karibia menjadi daerah tujuan ekspor Toyota.
Pada kuartal pertama (Januari-Maret) 2017, total mobil CBU yang diekspor sebanyak 49.300 unit, naik dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 34.700 unit.
Untuk ekspor CKD tercatat 12.300 unit, dan ekspor komponen di kisaran 24 juta unit. Sementara ekspor untuk mesin bensin tipe TR mencapai 8.800 unit, mesin Ethanol tipe TR 1.200 unit. Ekspor mesin bensin tipe NR mencapai 20.300 unit dan mesin Ethanol tipe NR mencapai 1.000 unit. (san)
</content:encoded></item></channel></rss>
