<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Museum Sepeda Motor Klasik Dijual Bersama 81 Koleksinya, Berminat?</title><description>Museum motor klasik bersama 81 unit koleksinya dijual oleh sang pemilik, Cor Dees.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/30/15/1703033/museum-sepeda-motor-klasik-dijual-bersama-81-koleksinya-berminat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/30/15/1703033/museum-sepeda-motor-klasik-dijual-bersama-81-koleksinya-berminat"/><item><title>Museum Sepeda Motor Klasik Dijual Bersama 81 Koleksinya, Berminat?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/30/15/1703033/museum-sepeda-motor-klasik-dijual-bersama-81-koleksinya-berminat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/30/15/1703033/museum-sepeda-motor-klasik-dijual-bersama-81-koleksinya-berminat</guid><pubDate>Selasa 30 Mei 2017 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/30/15/1703033/museum-sepeda-motor-klasik-dijual-bersama-81-koleksinya-berminat-CaHjJgT7Hn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Museum motor klasik Laverda dijual beserta koleksinya (Phil Aynsley)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/30/15/1703033/museum-sepeda-motor-klasik-dijual-bersama-81-koleksinya-berminat-CaHjJgT7Hn.jpg</image><title>Museum motor klasik Laverda dijual beserta koleksinya (Phil Aynsley)</title></images><description>AMSTERDAM - Seorang kolektor sepeda motor klasik merek Laverda, Cor Dees, menjual semua kendaraan miliknya yang disimpan di museum di Belanda. Total ada 81 sepeda motor, skuter, dan motor bebek, yang menjadi koleksi Dees.
Kuda besi yang menjadi saksi kejayaan Laverda Motorcycle itu diproduksi sejak 1950 hingga 2000.
Kecintaan Dees terhadap Laverda tampaknya teramat dalam. Hal ini bisa dilihat dari barang koleksinya yang tidak hanya kendaraan roda dua, namun juga artefak dan alat-alat pertanian.
Dees membeli satu per satu kendaraan itu dari keluarga Laverda. Namun bukan untuk dikendarai saja, melainkan dijadikan memorabilia yang menggambarkan perjalanan sejarah dari Laverda.
Koleksinya dimulai dari sepeda motor 75 Turismo yang dibuat pada 1950 yang saat ini nilainya diperkirakan mencapai 12 ribu euro atau sekira Rp175 juta. Ada pula 75 Turismo produksi tahun 1951 yang pernah dimiliki oleh Massimo Laverda. Motor dengan perkiraan harga 5.500 euro itu didonasikan ke museum.
Koleksi lainnya adalah Laverda 650 dan prototipe Laverda 1000 3C yang diperkenalkan di ajang EICMA di Milan, Italia, pada 1971. Harga motor itu ditaksir pencapai 45 ribu euro.
Tidak hanya motor reguler, Laverda juga membuat tunggangan untuk balapan. Ada 12 ajang balap yang diikuti oleh beberapa model Laverda produksi tahun 1950-an hingga 1970. Satu motor balap yang juga menarik perhatian adalah Laverda 750 dengan kereta samping.  Motor yang sudah mengalami modifikasi mesin itu finis kedua dalam ajang balap di Milan. Nilainya kini ditaksir mencapai 45 ribu euro.
Dees yang juga seorang mekanik berpengalaman memastikan bahwa sebagian besar dari koleksinya masih menggunakan komponen yang orisinal. Sebagian lainnya direstorasi dengan standar tinggi. Sementara enam unit harus dibangun ulang.</description><content:encoded>AMSTERDAM - Seorang kolektor sepeda motor klasik merek Laverda, Cor Dees, menjual semua kendaraan miliknya yang disimpan di museum di Belanda. Total ada 81 sepeda motor, skuter, dan motor bebek, yang menjadi koleksi Dees.
Kuda besi yang menjadi saksi kejayaan Laverda Motorcycle itu diproduksi sejak 1950 hingga 2000.
Kecintaan Dees terhadap Laverda tampaknya teramat dalam. Hal ini bisa dilihat dari barang koleksinya yang tidak hanya kendaraan roda dua, namun juga artefak dan alat-alat pertanian.
Dees membeli satu per satu kendaraan itu dari keluarga Laverda. Namun bukan untuk dikendarai saja, melainkan dijadikan memorabilia yang menggambarkan perjalanan sejarah dari Laverda.
Koleksinya dimulai dari sepeda motor 75 Turismo yang dibuat pada 1950 yang saat ini nilainya diperkirakan mencapai 12 ribu euro atau sekira Rp175 juta. Ada pula 75 Turismo produksi tahun 1951 yang pernah dimiliki oleh Massimo Laverda. Motor dengan perkiraan harga 5.500 euro itu didonasikan ke museum.
Koleksi lainnya adalah Laverda 650 dan prototipe Laverda 1000 3C yang diperkenalkan di ajang EICMA di Milan, Italia, pada 1971. Harga motor itu ditaksir pencapai 45 ribu euro.
Tidak hanya motor reguler, Laverda juga membuat tunggangan untuk balapan. Ada 12 ajang balap yang diikuti oleh beberapa model Laverda produksi tahun 1950-an hingga 1970. Satu motor balap yang juga menarik perhatian adalah Laverda 750 dengan kereta samping.  Motor yang sudah mengalami modifikasi mesin itu finis kedua dalam ajang balap di Milan. Nilainya kini ditaksir mencapai 45 ribu euro.
Dees yang juga seorang mekanik berpengalaman memastikan bahwa sebagian besar dari koleksinya masih menggunakan komponen yang orisinal. Sebagian lainnya direstorasi dengan standar tinggi. Sementara enam unit harus dibangun ulang.</content:encoded></item></channel></rss>
