<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keren, Truk Sampah Ini Bisa Jalan Tanpa Sopir</title><description>Volvo Trucks menguji coba truk berteknologi otonom untuk mengambil sampah dari rumah ke rumah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/19/15/1695707/keren-truk-sampah-ini-bisa-jalan-tanpa-sopir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/19/15/1695707/keren-truk-sampah-ini-bisa-jalan-tanpa-sopir"/><item><title>Keren, Truk Sampah Ini Bisa Jalan Tanpa Sopir</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/19/15/1695707/keren-truk-sampah-ini-bisa-jalan-tanpa-sopir</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/19/15/1695707/keren-truk-sampah-ini-bisa-jalan-tanpa-sopir</guid><pubDate>Sabtu 20 Mei 2017 00:47 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/19/15/1695707/keren-truk-sampah-ini-bisa-jalan-tanpa-sopir-B59XRRb4C6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Truk sampah Volvo berteknologi otonom (Youtube/Volvo Trucks)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/19/15/1695707/keren-truk-sampah-ini-bisa-jalan-tanpa-sopir-B59XRRb4C6.jpg</image><title>Truk sampah Volvo berteknologi otonom (Youtube/Volvo Trucks)</title></images><description>STOCKHOLM - Pengembangan mobil tanpa sopir tak hanya dilakukan sebatas pada kendaraan penumpang seperti sedan atau SUV, namun juga kendaraan komersial. Volvo Trucks bekerja sama dengan perusahaan pengelolaan limbah, Renova, menguji coba truk sampah berteknologi semiotonom di Swedia. Demikian dikutip dari Motor1.
Mulanya, truk dikendarai secara manual terlebih dulu sampai mendekati daerah perumahan yang dituju. Setelah kamera berhasil memetakan rute dengan bantuan sensor dan GPS, truk mulai mengetahui dimana saja rumah yang sampahnya harus diangkat.
Berikutnya, pengemudi akan menyetel mode otonom lalu keluar dari kendaraan untuk membiarkan truk menyambangi rumah demi rumah secara mandiri. Hanya saja, dalam uji coba ini, pengemudi masih harus menekan tombol yang terdapat di sisi truk untuk mengambil sampah berikutnya.
Keuntungan dari pengoperasian truk semiotonom ini adalah pengemudi tidak perlu naik-turun ke kabin untuk mengambil sampah. Selain itu, truk bisa bermanuver sendiri ketika melewati jalan sempit dan ramai, sehingga mengurangi risiko berbenturan dengan kendaraan lain. Meski berdimensi besar, bukan masalah bagi truk ini melewati jalan yang di pinggirnya ada kendaraan yang diparkir.
&amp;lt;iframe width=&quot;500&quot; height=&quot;255&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/ZSL2H9JBWbI&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Selain itu, teknologi otonom juga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menekan emisi karena sistem otomatis membuat truk menjadi cerdas dalam mengubah posisi transmisi serta menentukan kecepatan sendiri.
Soal permasalahan pengoperasian truk otonom ini bisa menghilangkan pekerjaan pegawai dinas kebersihan, Chief Technology Officer Volvo Trucks Lars Stenqvist mengatakan, peran petugas tetap dibutuhkan untuk mengoperasikan kendaraan. Namun memang jumlahnya akan berkurang.
Bila truk sampah biasanya dioperasikan oleh dua orang, maka dengan penggunaan teknologi otonom ini bisa menjadi satu orang. Namun, hal itu juga bergantung pada tingkat kepadatan rumah. Jika banyak sampah yang harus dibawa, maka semakin banyak petugas yang dibutuhkan.
  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
Volvo Uji Coba Truk Sampah &amp;lsquo;Tanpa Sopir&amp;rsquo;
STOCKHOLM - Pengembangan mobil tanpa sopir tak hanya dilakukan sebatas pada kendaraan penumpang seperti sedan atau SUV, namun juga kendaraan komersial. Volvo Truck bekerja sama dengan perusahaan pengelolaan limbah, Renova, menguji coba truk sampah berteknologi semiotonom di Swedia.
Mulanya, truk dikendarai secara manual terlebih dulu sampai mendekati daerah perumahan yang dituju. Setelah kamera berhasil memetakan rute dengan bantuan sensor dan GPS, truk mulai mengetahui dimana saja rumah yang sampahnya harus diangkat.
Berikutnya, pengemudi akan menyetel mode otonom lalu keluar dari kendaraan untuk membiarkan truk menyambangi rumah demi rumah secara mandiri. Hanya saja, dalam uji coba ini, pengemudi masih harus menekan tombol yang terdapat di sisi truk untuk mengambil sampah berikutnya.
Keuntungan dari pengoperasian truk semiotonom ini adalah pengemudi tidak perlu naik-turun ke kabin untuk mengambil sampah. Selain itu, truk bisa bermanuver sendiri ketika melewati jalan sempit dan jalan ramai, sehingga mengurangi risiko berbenturan dengan kendaraan atau benda lain.
&amp;nbsp;
Selain itu, teknologi otonom juga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menekan emisi karena sistem otomatis membuat truk menjadi cerdas dalam mengubah posisi transmisi serta menentukan kecepatan sendiri.
&amp;nbsp;
Soal permasalahan pengoperasian truk otonom ini bisa menghilangkan pekerjaan pegawai dinas kebersihan, Chief Technology Officer Volvo Trucks Lars Stenqvist mengatakan, peran petugas tetap dibutuhkan untuk mengoperasikan kendaraan. Namun memang jumlahnya akan berkurang. 
Bila truk sampah biasanya dioperasikan oleh dua orang, maka dengan penggunaan teknologi otonom ini bisa menjadi satu orang. Namun, hal itu juga bergantung dari tingkat kepadatan rumah. Jika banyak sampah yang harus dibawa, maka semakin banyak petugas yang dibutuhkan.                                                                                                                                              </description><content:encoded>STOCKHOLM - Pengembangan mobil tanpa sopir tak hanya dilakukan sebatas pada kendaraan penumpang seperti sedan atau SUV, namun juga kendaraan komersial. Volvo Trucks bekerja sama dengan perusahaan pengelolaan limbah, Renova, menguji coba truk sampah berteknologi semiotonom di Swedia. Demikian dikutip dari Motor1.
Mulanya, truk dikendarai secara manual terlebih dulu sampai mendekati daerah perumahan yang dituju. Setelah kamera berhasil memetakan rute dengan bantuan sensor dan GPS, truk mulai mengetahui dimana saja rumah yang sampahnya harus diangkat.
Berikutnya, pengemudi akan menyetel mode otonom lalu keluar dari kendaraan untuk membiarkan truk menyambangi rumah demi rumah secara mandiri. Hanya saja, dalam uji coba ini, pengemudi masih harus menekan tombol yang terdapat di sisi truk untuk mengambil sampah berikutnya.
Keuntungan dari pengoperasian truk semiotonom ini adalah pengemudi tidak perlu naik-turun ke kabin untuk mengambil sampah. Selain itu, truk bisa bermanuver sendiri ketika melewati jalan sempit dan ramai, sehingga mengurangi risiko berbenturan dengan kendaraan lain. Meski berdimensi besar, bukan masalah bagi truk ini melewati jalan yang di pinggirnya ada kendaraan yang diparkir.
&amp;lt;iframe width=&quot;500&quot; height=&quot;255&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/ZSL2H9JBWbI&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Selain itu, teknologi otonom juga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menekan emisi karena sistem otomatis membuat truk menjadi cerdas dalam mengubah posisi transmisi serta menentukan kecepatan sendiri.
Soal permasalahan pengoperasian truk otonom ini bisa menghilangkan pekerjaan pegawai dinas kebersihan, Chief Technology Officer Volvo Trucks Lars Stenqvist mengatakan, peran petugas tetap dibutuhkan untuk mengoperasikan kendaraan. Namun memang jumlahnya akan berkurang.
Bila truk sampah biasanya dioperasikan oleh dua orang, maka dengan penggunaan teknologi otonom ini bisa menjadi satu orang. Namun, hal itu juga bergantung pada tingkat kepadatan rumah. Jika banyak sampah yang harus dibawa, maka semakin banyak petugas yang dibutuhkan.
  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
Volvo Uji Coba Truk Sampah &amp;lsquo;Tanpa Sopir&amp;rsquo;
STOCKHOLM - Pengembangan mobil tanpa sopir tak hanya dilakukan sebatas pada kendaraan penumpang seperti sedan atau SUV, namun juga kendaraan komersial. Volvo Truck bekerja sama dengan perusahaan pengelolaan limbah, Renova, menguji coba truk sampah berteknologi semiotonom di Swedia.
Mulanya, truk dikendarai secara manual terlebih dulu sampai mendekati daerah perumahan yang dituju. Setelah kamera berhasil memetakan rute dengan bantuan sensor dan GPS, truk mulai mengetahui dimana saja rumah yang sampahnya harus diangkat.
Berikutnya, pengemudi akan menyetel mode otonom lalu keluar dari kendaraan untuk membiarkan truk menyambangi rumah demi rumah secara mandiri. Hanya saja, dalam uji coba ini, pengemudi masih harus menekan tombol yang terdapat di sisi truk untuk mengambil sampah berikutnya.
Keuntungan dari pengoperasian truk semiotonom ini adalah pengemudi tidak perlu naik-turun ke kabin untuk mengambil sampah. Selain itu, truk bisa bermanuver sendiri ketika melewati jalan sempit dan jalan ramai, sehingga mengurangi risiko berbenturan dengan kendaraan atau benda lain.
&amp;nbsp;
Selain itu, teknologi otonom juga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menekan emisi karena sistem otomatis membuat truk menjadi cerdas dalam mengubah posisi transmisi serta menentukan kecepatan sendiri.
&amp;nbsp;
Soal permasalahan pengoperasian truk otonom ini bisa menghilangkan pekerjaan pegawai dinas kebersihan, Chief Technology Officer Volvo Trucks Lars Stenqvist mengatakan, peran petugas tetap dibutuhkan untuk mengoperasikan kendaraan. Namun memang jumlahnya akan berkurang. 
Bila truk sampah biasanya dioperasikan oleh dua orang, maka dengan penggunaan teknologi otonom ini bisa menjadi satu orang. Namun, hal itu juga bergantung dari tingkat kepadatan rumah. Jika banyak sampah yang harus dibawa, maka semakin banyak petugas yang dibutuhkan.                                                                                                                                              </content:encoded></item></channel></rss>
