<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Toyota Agya 1.200 Cc Lebih Diminati Dibanding 1.000 Cc, Kenapa?</title><description>Toyota Agya 1.200 cc lebih diminati dibandingkan varian 1.00 cc. Sebanyak 96 persen pembeli Agya pilih 1.200 cc.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/12/15/1689640/toyota-agya-1-200-cc-lebih-diminati-dibanding-1-000-cc-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/12/15/1689640/toyota-agya-1-200-cc-lebih-diminati-dibanding-1-000-cc-kenapa"/><item><title>Toyota Agya 1.200 Cc Lebih Diminati Dibanding 1.000 Cc, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/12/15/1689640/toyota-agya-1-200-cc-lebih-diminati-dibanding-1-000-cc-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/12/15/1689640/toyota-agya-1-200-cc-lebih-diminati-dibanding-1-000-cc-kenapa</guid><pubDate>Jum'at 12 Mei 2017 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/12/15/1689640/toyota-agya-1-200-cc-lebih-diminati-dibanding-1-000-cc-kenapa-Q2PguUKiNH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Toyota New Agya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/12/15/1689640/toyota-agya-1-200-cc-lebih-diminati-dibanding-1-000-cc-kenapa-Q2PguUKiNH.jpg</image><title>Toyota New Agya (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - PT Toyota Astra Motor (TAM) sudah mendistribusikan mobil LCGC new Agya ke berbagai wilayah di Indonesia. Mobil ini sudah dipesan sebanyak 3.900 unit sejak diluncurkan pada 7 April 2017.
Agya terbaru ditawarkan dalam dua tipe, yakni 1.000 dan 1.200 cc. Tipe 1.200 cc atau 1.2L paling banyak diminati, jauh berbeda dengan 1.0L.
&quot;Tipe mesin 1.2L itu 96 persen, sisanya 1.0L paling kecil. Malah seharusnya target kami 92 persen,&quot; ujar PR Manager TAM, Rouli Sijabat, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/5/2017).
Dijelaskannya, karakter konsumen di Indonesia menginginkan mobil yang bisa diajak kemana saja dengan medan jalan beragam, sehingga membutuhkan performa mesin yang mumpuni.
&quot;Saat kami melakukan riset, umumnya saran dari para konsumen adalah lebih powerfull. Mungkin mereka melihat bawah mobil bisa dipakai dimana-mana dan yang namanya medan jalan misalnya ke Bandung ada tanjakan-turunan, belum lagi kadang-kadang dia bawa overcapacity,&quot; terang Rouli.
Mesin 1.2L yang digunakan Agya sama seperti LCGC 7-seater Calya. Namun ada penyesuaian pada Agya terkait dimensinya yang berbeda, lebih pendek.
&quot;Memang kalau kami tambah engine baru harus improve yang lain juga. Dari sisi safety mesti di-improve. Disc brake yang depan diperbesar dari 12 ke13 inci. Kalau enggak begitu bisa overpower. Kalau pakai desain yang model lama, bisa kurang safety,&quot; tambahnya.
Penggunaan mesin 1.000 cc VVT-i tidak hanya membuat mobil lebih irit, tapi juga lebih bertenaga dengan power 67 ps, meningkat dibandingkan mesin sebelumnya yang 65,3 ps. Begitu juga dengan kehadiran Agya 1.200 cc dual VVT-i dengan power 88 ps. Agya 1.000 dan 1.200 cc menggunakan dua pilihan transmisi, yaitu manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan.</description><content:encoded>BANDUNG - PT Toyota Astra Motor (TAM) sudah mendistribusikan mobil LCGC new Agya ke berbagai wilayah di Indonesia. Mobil ini sudah dipesan sebanyak 3.900 unit sejak diluncurkan pada 7 April 2017.
Agya terbaru ditawarkan dalam dua tipe, yakni 1.000 dan 1.200 cc. Tipe 1.200 cc atau 1.2L paling banyak diminati, jauh berbeda dengan 1.0L.
&quot;Tipe mesin 1.2L itu 96 persen, sisanya 1.0L paling kecil. Malah seharusnya target kami 92 persen,&quot; ujar PR Manager TAM, Rouli Sijabat, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/5/2017).
Dijelaskannya, karakter konsumen di Indonesia menginginkan mobil yang bisa diajak kemana saja dengan medan jalan beragam, sehingga membutuhkan performa mesin yang mumpuni.
&quot;Saat kami melakukan riset, umumnya saran dari para konsumen adalah lebih powerfull. Mungkin mereka melihat bawah mobil bisa dipakai dimana-mana dan yang namanya medan jalan misalnya ke Bandung ada tanjakan-turunan, belum lagi kadang-kadang dia bawa overcapacity,&quot; terang Rouli.
Mesin 1.2L yang digunakan Agya sama seperti LCGC 7-seater Calya. Namun ada penyesuaian pada Agya terkait dimensinya yang berbeda, lebih pendek.
&quot;Memang kalau kami tambah engine baru harus improve yang lain juga. Dari sisi safety mesti di-improve. Disc brake yang depan diperbesar dari 12 ke13 inci. Kalau enggak begitu bisa overpower. Kalau pakai desain yang model lama, bisa kurang safety,&quot; tambahnya.
Penggunaan mesin 1.000 cc VVT-i tidak hanya membuat mobil lebih irit, tapi juga lebih bertenaga dengan power 67 ps, meningkat dibandingkan mesin sebelumnya yang 65,3 ps. Begitu juga dengan kehadiran Agya 1.200 cc dual VVT-i dengan power 88 ps. Agya 1.000 dan 1.200 cc menggunakan dua pilihan transmisi, yaitu manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan.</content:encoded></item></channel></rss>
