<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Honda Hidupkan Lagi CR-V 7-Seater</title><description>Di awal kemunculannya Honda CR-V dilengkapi tujuh tempat duduk atau tiga baris bangku. Tapi dihentikan penjualannya karena trennya menurun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/02/15/1680956/alasan-honda-hidupkan-lagi-cr-v-7-seater</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/02/15/1680956/alasan-honda-hidupkan-lagi-cr-v-7-seater"/><item><title>Alasan Honda Hidupkan Lagi CR-V 7-Seater</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/02/15/1680956/alasan-honda-hidupkan-lagi-cr-v-7-seater</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/05/02/15/1680956/alasan-honda-hidupkan-lagi-cr-v-7-seater</guid><pubDate>Selasa 02 Mei 2017 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/02/15/1680956/alasan-honda-hidupkan-lagi-cr-v-7-seater-irlZpozjWZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Honda CR-V Turbo 7-seater di IIMS 2017 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/02/15/1680956/alasan-honda-hidupkan-lagi-cr-v-7-seater-irlZpozjWZ.jpg</image><title>Honda CR-V Turbo 7-seater di IIMS 2017 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ini bukan kali pertama Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Honda di Indonesia meluncurkan CR-V dengan tujuh tempat duduk (7-seater). Di awal tahun 2.000-an, HPM sudah menjual mobil sport utility vehicle (SUV) versi tiga baris tempat duduk, namun penjualannya dihentikan.
Marketing and Aftersales Service Director HPM Jonfis Fandy menuturkan, dihadirkannya kembali CR-V 7-seater untuk menjawab permintaan pasar saat ini. Mobil dengan kapasitas tujuh penumpang sedang menjadi tren di Indonesia, dan jenisnya tidak hanya didominasi oleh multi purpose vehicle (MPV).
&quot;Dulu pernah kami perkenalkan CR-V 7-seater. Tapi dalam bisnis ini kan kebiasaan konsumen cepat berubah. Dan kami harus cepat merespons permintaan mereka. Jadi kemarin kami pikir 5-seater baik untuk mereka. Sekarang ada tren kenaikan permintaan untuk 7-seater, ya kami ikuti,&quot; terang Jonfis di arena IIMS 2017, Jakarta.
Ditambahkannya, saat itu CR-V dipasarkan dengan harga Rp199 jutaan. Kelamaan harganya terus naik ke angka Rp200 juta dan Rp300 jutaan. Perubahan harga tersebut disebabkan selera konsumen yang terus berubah sehingga pihaknya harus menyesuaikan. &quot;Setiap tahun trennya selalu berubah dan kami mengikuti perkembangan itu,&quot; imbuhnya.
Selain karena permintaan konsumen, lanjut Jonfis, timbul-tenggelamnya pengaplikasian 7-seater pada produk kendaraan juga dipengaruhi oleh regulasi pemerintah. Pemerintah pernah memproteksi mobil dengan kapasitas tujuh penumpang, lalu di tahun 2000-an dihapus.
&quot;Dulu semua mobil CR-V 7-seater. Sebelumnya ada peraturan pemerintah memproteksi 7-seater, mendapatkan insentif. Itu kenapa 7-seater bisa bertambah. Terus pada tahun 2000 sekian dihapus sampai kemudian terjadi perubahan. Perubahan seperti itu kan yang harus kami antisipasi,&quot; cetusnya.
Perbedaan CR-V 7-seater generasi awal dengan saat ini adalah penggunaan turbo dengan kapasitas mesin 1,5 liter. Meski kapasitas mesin berkurang, namun tidak mengorbankan tenaga. CR-V 7-seater dipasarkan dalam dua varian yakni standar dan Prestige dengan harga masing-masing Rp466 juta dan Rp506 juta on the road Jabodetabek.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ini bukan kali pertama Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Honda di Indonesia meluncurkan CR-V dengan tujuh tempat duduk (7-seater). Di awal tahun 2.000-an, HPM sudah menjual mobil sport utility vehicle (SUV) versi tiga baris tempat duduk, namun penjualannya dihentikan.
Marketing and Aftersales Service Director HPM Jonfis Fandy menuturkan, dihadirkannya kembali CR-V 7-seater untuk menjawab permintaan pasar saat ini. Mobil dengan kapasitas tujuh penumpang sedang menjadi tren di Indonesia, dan jenisnya tidak hanya didominasi oleh multi purpose vehicle (MPV).
&quot;Dulu pernah kami perkenalkan CR-V 7-seater. Tapi dalam bisnis ini kan kebiasaan konsumen cepat berubah. Dan kami harus cepat merespons permintaan mereka. Jadi kemarin kami pikir 5-seater baik untuk mereka. Sekarang ada tren kenaikan permintaan untuk 7-seater, ya kami ikuti,&quot; terang Jonfis di arena IIMS 2017, Jakarta.
Ditambahkannya, saat itu CR-V dipasarkan dengan harga Rp199 jutaan. Kelamaan harganya terus naik ke angka Rp200 juta dan Rp300 jutaan. Perubahan harga tersebut disebabkan selera konsumen yang terus berubah sehingga pihaknya harus menyesuaikan. &quot;Setiap tahun trennya selalu berubah dan kami mengikuti perkembangan itu,&quot; imbuhnya.
Selain karena permintaan konsumen, lanjut Jonfis, timbul-tenggelamnya pengaplikasian 7-seater pada produk kendaraan juga dipengaruhi oleh regulasi pemerintah. Pemerintah pernah memproteksi mobil dengan kapasitas tujuh penumpang, lalu di tahun 2000-an dihapus.
&quot;Dulu semua mobil CR-V 7-seater. Sebelumnya ada peraturan pemerintah memproteksi 7-seater, mendapatkan insentif. Itu kenapa 7-seater bisa bertambah. Terus pada tahun 2000 sekian dihapus sampai kemudian terjadi perubahan. Perubahan seperti itu kan yang harus kami antisipasi,&quot; cetusnya.
Perbedaan CR-V 7-seater generasi awal dengan saat ini adalah penggunaan turbo dengan kapasitas mesin 1,5 liter. Meski kapasitas mesin berkurang, namun tidak mengorbankan tenaga. CR-V 7-seater dipasarkan dalam dua varian yakni standar dan Prestige dengan harga masing-masing Rp466 juta dan Rp506 juta on the road Jabodetabek.</content:encoded></item></channel></rss>
