<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kacamata Pintar Ini Miliki Sensor Inframerah</title><description>Kacamata Pintar Ini Miliki Sensor Inframerah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/04/25/207/1675797/kacamata-pintar-ini-miliki-sensor-inframerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/04/25/207/1675797/kacamata-pintar-ini-miliki-sensor-inframerah"/><item><title>Kacamata Pintar Ini Miliki Sensor Inframerah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/04/25/207/1675797/kacamata-pintar-ini-miliki-sensor-inframerah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/04/25/207/1675797/kacamata-pintar-ini-miliki-sensor-inframerah</guid><pubDate>Selasa 25 April 2017 22:00 WIB</pubDate><dc:creator>Moch Prima Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/25/207/1675797/kacamata-pintar-ini-miliki-sensor-inframerah-uot7SK9jEH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ubergizmo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/25/207/1675797/kacamata-pintar-ini-miliki-sensor-inframerah-uot7SK9jEH.jpg</image><title>(Foto: Ubergizmo)</title></images><description>JAKARTA - Salah satu alasan seseorang menggunakan kacamata ialah untuk mendapatkan penglihatan yang lebih jelas. Namun, dibandingkan dengan kacamata biasanya, seorang ilmuwan mengembangkan sebuah kacamata pintar.

Jika kacamata biasa menggunakan lensa kontak di bagian kacanya, para Ilmuwan yang diwartakan oleh Ubergizmo, Selasa (25/4/2017), membuat sebuah kacamata pintar yang lebih rumit mekanismenya.

Kacamata pintar tersebut bisa melakukan pengulangan fokus yang bisa dilakukan oleh mata secara normal. Ide tersebut terinspirasi dari kacamata saat ini dan diharapkan bisa menggantikannya di masa depan.

Dalam kacamata pintar tersebut terdapat lensa cair yang dipasang pada bingkai serta memiliki sistem elektromekanis yang menyebabkan membran dapat membungkuk dan menyesuaikan fokusnya. Selain itu, terdapat pula sensor inframerah yang digunakan untuk penghitung jarak dan mengetahui objek yang dilihat.

Dari situlah, algoritma digunakan untuk menyesuaikan lensa agar pemakainya bisa fokus pada apa yang mereka lihat. Proses pengulangan fokus tersebut hanya membutuhkan waktu sekira 14 milidetik hingga 25 detik.</description><content:encoded>JAKARTA - Salah satu alasan seseorang menggunakan kacamata ialah untuk mendapatkan penglihatan yang lebih jelas. Namun, dibandingkan dengan kacamata biasanya, seorang ilmuwan mengembangkan sebuah kacamata pintar.

Jika kacamata biasa menggunakan lensa kontak di bagian kacanya, para Ilmuwan yang diwartakan oleh Ubergizmo, Selasa (25/4/2017), membuat sebuah kacamata pintar yang lebih rumit mekanismenya.

Kacamata pintar tersebut bisa melakukan pengulangan fokus yang bisa dilakukan oleh mata secara normal. Ide tersebut terinspirasi dari kacamata saat ini dan diharapkan bisa menggantikannya di masa depan.

Dalam kacamata pintar tersebut terdapat lensa cair yang dipasang pada bingkai serta memiliki sistem elektromekanis yang menyebabkan membran dapat membungkuk dan menyesuaikan fokusnya. Selain itu, terdapat pula sensor inframerah yang digunakan untuk penghitung jarak dan mengetahui objek yang dilihat.

Dari situlah, algoritma digunakan untuk menyesuaikan lensa agar pemakainya bisa fokus pada apa yang mereka lihat. Proses pengulangan fokus tersebut hanya membutuhkan waktu sekira 14 milidetik hingga 25 detik.</content:encoded></item></channel></rss>
