<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Motor-Motor Listrik yang Pernah Lakukan Uji Coba di Indonesia</title><description>Kehadiran sepeda motor listrik dinilai dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan membuat udara menjadi bersih.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/20/15/1647731/motor-motor-listrik-yang-pernah-lakukan-uji-coba-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/20/15/1647731/motor-motor-listrik-yang-pernah-lakukan-uji-coba-di-indonesia"/><item><title>Motor-Motor Listrik yang Pernah Lakukan Uji Coba di Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/20/15/1647731/motor-motor-listrik-yang-pernah-lakukan-uji-coba-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/20/15/1647731/motor-motor-listrik-yang-pernah-lakukan-uji-coba-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 21 Maret 2017 07:10 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/20/15/1647731/motor-motor-listrik-yang-pernah-lakukan-uji-coba-di-indonesia-V1pOBIoyvR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sepeda motor Viar (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/20/15/1647731/motor-motor-listrik-yang-pernah-lakukan-uji-coba-di-indonesia-V1pOBIoyvR.jpg</image><title>Sepeda motor Viar (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kehadiran sepeda motor listrik dinilai dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan membuat udara menjadi bersih. Sayangnya, perkembangan motor listrik belum terlalu besar di Indonesia mengingat belum adanya regulasi yang mengatur keberadaannya.
Namun, niat untuk memasarkan dan membuat pasar motor listrik semakin besar mulai ditunjukkan agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Indonesia. Beberapa di antaranya sudah mulai melakukan uji coba, bahkan ada juga yang siap diproduksi secara massal. Berikut ini sepeda motor listrik yang pernah diuji coba dan dipamerkan oleh APM:
Honda EV Neo 
Pada September 2016, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Kementerian Perhubungan menguji coba perilaku berkendara menggunakan kendaraan roda dua bertenaga listrik. Dalam program ini, AHM menyediakan dua unit skuter EV Neo.
Skuter yang sudah dijual di beberapa negara itu dianggap sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia. Hasil uji coba tersebut akan menjadi masukan bagi AHM sebelum menjual produknya di Indonesia.
Honda EV Neo yang diuji didukung dengan baterai lithium. Skuter listrik tersebut bisa dikendarai dengan kecepatan maksimum 34 kilometer per jam. Honda EV Neo yang diuji coba dirancang untuk dinaiki satu orang dengan sebuah boks barang berkapasitas maksimal 30 kilogram.
GESITS
Skuter listrik Garansindo Electric Scooter ITS (GESITS) merupakan hasil kerja sama Garansindo Inter Global dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Kerja sama ini sudah berlangsung sejak 2015. Motor tersebut pertama kali dipamerkan dalam bentuk prototipe di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 di Jakarta.
Untuk menguji ketahanan GESITS, tahun lalu dilakukan uji jalan sejauh 1.200 kilometer dari Jakarta hingga Bali. Kecepatan GESITS bisa mencapai 100 km/jam, tetapi dalam uji coba tersebut kecepatan dijaga rata-rata 60 km/jam.
Baterai lithium-ion (li-ion) GESITS ada dua tipe yaitu 6 kwh dengan maksimal kecepatan hingga lebih dari 100 km/jam dan 3 kwh dengan kecepatan 60&amp;ndash;70 km/jam.
Kendala yang dihadapi selama perjalanan adalah mesin motor yang temperaturnya menjadi setinggi 90 derajat Celsius yang membuat mesin langsung mati.
Kendala overheating mesin tersebut diatasi dengan memberikan aliran udara ke mesin dan upaya tersebut efektif menurunkan temperatur menjadi 50&amp;ndash;60 derajat Celcius.
Skuter ini memiliki daya jelajah 80 hingga 100 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh. Skuter ini mampu melaju hingga 100 km/jam. Sistem penggeraknya menggunakan belt dengan single ratio dengan perbandingan final gear 1:3,57. Nantinya, GESITS mulai diproduksi pada 2018 dan dipasarkan dengan harga di bawah Rp20 juta.Viar Pulse dan Q1
Pada 2016, PT Triangle Motor Indonesia selaku APM sepeda motor Viar di Indonesia melakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ini menjadi tanda dimulainya kerja sama riset dan pengembangan teknologi sepeda motor listrik Viar Pulse dan Q1 selama lima tahun ke depan.
Selain penandatangan program kerja sama, PT Triangle Motorindo turut menyerahkan satu unit motor listrik Viar Q1 dan Pulse, serta berbagai peralatan pendukung untuk digunakan pihak UGM sebagai media riset dan pengembangan motor listrik.
Motec 3 (Mobil Tiger Electric Roda 3)
Belakangan ini, netizen dihebohkan dengan foto seorang perempuan berjilbab yang mengendarai sepeda motor roda tiga berkabin di Solo, Jawa Tengah. Kendaraan tersebut diketahui bernama Motec 3 (Mobil Tiger Electric Roda 3). Motor bertenaga listrik buatan China ini didatangkan dalam bentuk terurai, kemudian dirakit di kawasan Rungkut Industri, Surabaya.
Motec R3 dibanderol dengan harga Rp32,5 juta. Motor yang dapat menampung tiga orang di kabin ini sudah dibekali aki kering 48V-20A dengan motor listrik berdaya 1 kW. Sistem dinamonya brushless.
Untuk sekali isi ulang listrik, Motec R3 mampu menjelajah hingga 50 kilometer. Motec R3 memang disiapkan sebagai alat angkut perkotaan. Dengan tenaga itu, Motec R3 bisa berlari hingga kecepatan maksimum 40 kilometer per jam. (san)</description><content:encoded>JAKARTA - Kehadiran sepeda motor listrik dinilai dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan membuat udara menjadi bersih. Sayangnya, perkembangan motor listrik belum terlalu besar di Indonesia mengingat belum adanya regulasi yang mengatur keberadaannya.
Namun, niat untuk memasarkan dan membuat pasar motor listrik semakin besar mulai ditunjukkan agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Indonesia. Beberapa di antaranya sudah mulai melakukan uji coba, bahkan ada juga yang siap diproduksi secara massal. Berikut ini sepeda motor listrik yang pernah diuji coba dan dipamerkan oleh APM:
Honda EV Neo 
Pada September 2016, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Kementerian Perhubungan menguji coba perilaku berkendara menggunakan kendaraan roda dua bertenaga listrik. Dalam program ini, AHM menyediakan dua unit skuter EV Neo.
Skuter yang sudah dijual di beberapa negara itu dianggap sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia. Hasil uji coba tersebut akan menjadi masukan bagi AHM sebelum menjual produknya di Indonesia.
Honda EV Neo yang diuji didukung dengan baterai lithium. Skuter listrik tersebut bisa dikendarai dengan kecepatan maksimum 34 kilometer per jam. Honda EV Neo yang diuji coba dirancang untuk dinaiki satu orang dengan sebuah boks barang berkapasitas maksimal 30 kilogram.
GESITS
Skuter listrik Garansindo Electric Scooter ITS (GESITS) merupakan hasil kerja sama Garansindo Inter Global dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Kerja sama ini sudah berlangsung sejak 2015. Motor tersebut pertama kali dipamerkan dalam bentuk prototipe di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 di Jakarta.
Untuk menguji ketahanan GESITS, tahun lalu dilakukan uji jalan sejauh 1.200 kilometer dari Jakarta hingga Bali. Kecepatan GESITS bisa mencapai 100 km/jam, tetapi dalam uji coba tersebut kecepatan dijaga rata-rata 60 km/jam.
Baterai lithium-ion (li-ion) GESITS ada dua tipe yaitu 6 kwh dengan maksimal kecepatan hingga lebih dari 100 km/jam dan 3 kwh dengan kecepatan 60&amp;ndash;70 km/jam.
Kendala yang dihadapi selama perjalanan adalah mesin motor yang temperaturnya menjadi setinggi 90 derajat Celsius yang membuat mesin langsung mati.
Kendala overheating mesin tersebut diatasi dengan memberikan aliran udara ke mesin dan upaya tersebut efektif menurunkan temperatur menjadi 50&amp;ndash;60 derajat Celcius.
Skuter ini memiliki daya jelajah 80 hingga 100 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh. Skuter ini mampu melaju hingga 100 km/jam. Sistem penggeraknya menggunakan belt dengan single ratio dengan perbandingan final gear 1:3,57. Nantinya, GESITS mulai diproduksi pada 2018 dan dipasarkan dengan harga di bawah Rp20 juta.Viar Pulse dan Q1
Pada 2016, PT Triangle Motor Indonesia selaku APM sepeda motor Viar di Indonesia melakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ini menjadi tanda dimulainya kerja sama riset dan pengembangan teknologi sepeda motor listrik Viar Pulse dan Q1 selama lima tahun ke depan.
Selain penandatangan program kerja sama, PT Triangle Motorindo turut menyerahkan satu unit motor listrik Viar Q1 dan Pulse, serta berbagai peralatan pendukung untuk digunakan pihak UGM sebagai media riset dan pengembangan motor listrik.
Motec 3 (Mobil Tiger Electric Roda 3)
Belakangan ini, netizen dihebohkan dengan foto seorang perempuan berjilbab yang mengendarai sepeda motor roda tiga berkabin di Solo, Jawa Tengah. Kendaraan tersebut diketahui bernama Motec 3 (Mobil Tiger Electric Roda 3). Motor bertenaga listrik buatan China ini didatangkan dalam bentuk terurai, kemudian dirakit di kawasan Rungkut Industri, Surabaya.
Motec R3 dibanderol dengan harga Rp32,5 juta. Motor yang dapat menampung tiga orang di kabin ini sudah dibekali aki kering 48V-20A dengan motor listrik berdaya 1 kW. Sistem dinamonya brushless.
Untuk sekali isi ulang listrik, Motec R3 mampu menjelajah hingga 50 kilometer. Motec R3 memang disiapkan sebagai alat angkut perkotaan. Dengan tenaga itu, Motec R3 bisa berlari hingga kecepatan maksimum 40 kilometer per jam. (san)</content:encoded></item></channel></rss>
