<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Kontes Mobil Hemat Energi Berskala Internasional?</title><description>Antusias mahasiswa dari berbagai perguruan tingggi di Indonesia dalam  merancang mobil konsep hemat energi terbilang cukup tinggi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/10/15/1639727/kapan-indonesia-jadi-tuan-rumah-kontes-mobil-hemat-energi-berskala-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/10/15/1639727/kapan-indonesia-jadi-tuan-rumah-kontes-mobil-hemat-energi-berskala-internasional"/><item><title>Kapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Kontes Mobil Hemat Energi Berskala Internasional?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/10/15/1639727/kapan-indonesia-jadi-tuan-rumah-kontes-mobil-hemat-energi-berskala-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/10/15/1639727/kapan-indonesia-jadi-tuan-rumah-kontes-mobil-hemat-energi-berskala-internasional</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2017 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/10/15/1639727/kapan-indonesia-jadi-tuan-rumah-kontes-mobil-hemat-energi-berskala-internasional-u5A7gtfNQO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil hemat energi buatan mahasiswa (Foto: Santo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/10/15/1639727/kapan-indonesia-jadi-tuan-rumah-kontes-mobil-hemat-energi-berskala-internasional-u5A7gtfNQO.jpg</image><title>Mobil hemat energi buatan mahasiswa (Foto: Santo/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Antusias mahasiswa dari berbagai perguruan tingggi di Indonesia dalam merancang mobil konsep hemat energi terbilang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang selalu ambil bagian setiap adanya kontes mobil hemat energi. Namun sangat disayangkan, kontes serupa yang berskala internasional salah satunya seperti Shell Eco-Marathon (SEM) Asia, belum pernah digelar di Indonesia.
Padahal setiap ajang tersebut digelar, Indonesia termasuk negara yang paling banyak membawa mobil konsep untuk dilombakan.
&quot;Belum pernah, mungkin tunggu giliran. Mungkin juga melihat dari minat dan kesiapan. Kalau minat sudah banyak tinggal kesiapan mungkin dari segi logistik dan sebagainya. Mudah-mudahan suatu saat bisa digelar di Indonesia,&quot; ujar Haviez Gautama, General Manager External Relations Shell Indonesia, Jumat (10/3/2017).
Meski begitu, dirinya berharap dengan banyaknya mahasiswa yang mengikuti kontes serupa baik di dalam dan luar negeri bisa menjadi inspirasi pemerintah dan mendapat dukungan dari banyak pihak.
&quot;Lewat kompetisi adu hemat energi seperti ini jadi menginspirasi juga merangkul stakeholder, seperti industri jadi terinspirasi misalnya kaya mobil buatan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pernah diikutkan dalam proyek mobil nasional. Ini sebenarnya salah satu hasil dari acara-acara seperti ini kalau tidak didukung ya tidak akan ada yang bikin mobil hemat energi,&quot; terang Haviez.
Tujuan diadakannya kontes mobil hemat energi menurut Haviez bukan untuk diproduksi massal, namun diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi industri automotif ke depannya.
&quot;Ini kan salah satu acara untuk membuat kendaraan masa depan yang harus hemat energi,&quot; pungkas dia. (san)</description><content:encoded>JAKARTA - Antusias mahasiswa dari berbagai perguruan tingggi di Indonesia dalam merancang mobil konsep hemat energi terbilang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang selalu ambil bagian setiap adanya kontes mobil hemat energi. Namun sangat disayangkan, kontes serupa yang berskala internasional salah satunya seperti Shell Eco-Marathon (SEM) Asia, belum pernah digelar di Indonesia.
Padahal setiap ajang tersebut digelar, Indonesia termasuk negara yang paling banyak membawa mobil konsep untuk dilombakan.
&quot;Belum pernah, mungkin tunggu giliran. Mungkin juga melihat dari minat dan kesiapan. Kalau minat sudah banyak tinggal kesiapan mungkin dari segi logistik dan sebagainya. Mudah-mudahan suatu saat bisa digelar di Indonesia,&quot; ujar Haviez Gautama, General Manager External Relations Shell Indonesia, Jumat (10/3/2017).
Meski begitu, dirinya berharap dengan banyaknya mahasiswa yang mengikuti kontes serupa baik di dalam dan luar negeri bisa menjadi inspirasi pemerintah dan mendapat dukungan dari banyak pihak.
&quot;Lewat kompetisi adu hemat energi seperti ini jadi menginspirasi juga merangkul stakeholder, seperti industri jadi terinspirasi misalnya kaya mobil buatan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pernah diikutkan dalam proyek mobil nasional. Ini sebenarnya salah satu hasil dari acara-acara seperti ini kalau tidak didukung ya tidak akan ada yang bikin mobil hemat energi,&quot; terang Haviez.
Tujuan diadakannya kontes mobil hemat energi menurut Haviez bukan untuk diproduksi massal, namun diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi industri automotif ke depannya.
&quot;Ini kan salah satu acara untuk membuat kendaraan masa depan yang harus hemat energi,&quot; pungkas dia. (san)</content:encoded></item></channel></rss>
