<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menilik Sejarah Satelit Palapa Perdana Indonesia</title><description>Sudahkah Anda mengenal sejarah satelit telekomunikasi tersebut diambil dari nama &amp;lsquo;Sumpah Pemuda&amp;rsquo; ini?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/06/207/1635698/menilik-sejarah-satelit-palapa-perdana-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/06/207/1635698/menilik-sejarah-satelit-palapa-perdana-indonesia"/><item><title>Menilik Sejarah Satelit Palapa Perdana Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/06/207/1635698/menilik-sejarah-satelit-palapa-perdana-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/06/207/1635698/menilik-sejarah-satelit-palapa-perdana-indonesia</guid><pubDate>Senin 06 Maret 2017 21:31 WIB</pubDate><dc:creator>Kustin Ayuwuragil Desmuflihah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/06/207/1635698/menilik-sejarah-satelit-palapa-perdana-indonesia-TGmx3SC6ys.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: hm.if.undip.ac.id</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/06/207/1635698/menilik-sejarah-satelit-palapa-perdana-indonesia-TGmx3SC6ys.jpg</image><title>Foto: hm.if.undip.ac.id</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Saat ini, Anda mungkin sudah sangat familiar dengan nama Satelit Palapa. Satelit telekomunikasi tersebut diambil dari nama &amp;lsquo;Sumpah Pemuda&amp;rsquo; yang diucapkan Patih Gajah Mada pada masa Majapahit pada 1334. Sudahkah Anda mengenal sejarahnya?

Menurut berbagai sumber, sejarah menunjukkan bahwa satelit pertama Indonesia diluncurkan lebih dari empat dekade lalu oleh roket Amerika Serikat. Satelit Palapa A1 digunakan untuk keperluan dalam negeri seperti transmisi televisi dan telekomunikasi. Sementara Palapa A2, melayani telekomunikasi ASEAN dan keperluan pertahanan dan keamanan.

Satelit memiliki usia yang terbatas, sehingga generasi baru dari satelit tersebut diluncurkan. Tercatat, satelit penerus dari satelit perdana milik Indonesia ialah Palapa B1 dan Palapa B2.

Satelit Palapa B1 dan Palapa B2 menggantikan dua satelit sebelumnya yang habis masa operasinya pada 1983 dan 1984. Ada perbedaan satelit Palapa B1 dan Palapa B2.

Satelit Palapa B2 memanfaatkan teknologi tinggi, sehingga harus diangkut dengan pesawat ulang alik &amp;lsquo;Challenger&amp;rsquo; ke luar angkasa. Sedangkan Palapa B1 diluncurkan dengan cara konvensional.

Akan tetapi, satelit B2 mengalami kegagalan dan dijemput oleh STS-51A pada November 1984. Kemudian, Palapa B2P diluncurkan mengitari orbit, bergerak dari barat ke timur dengan kecepatan yang sama dengan rotasi Bumi.

Satelit B2P berada di ketinggian 36 ribu kilometer (km) di atas khatulistiwa pada lokasi 113 BT. Lalu, pada 1996 Indonesia meluncurkan satelit Palapa C1. Satelit Palapa C1 ialah satelit komunikasi pertama yang dioperasikan oleh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Satelit-satelit sebelumnya sebagian besar dikelola oleh Perumtel.

Palapa C1 dibuat oleh Hughes, Amerika Serikat, AS, dan diluncurkan pada 31 Januari 1996 di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral (LC-36B), AS. Satelit tersebut diluncurkan memanfaatkan roket Atlas 2AS.

Satelit tersebut dimaksudkan untuk mengganti satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113 BT dengan rentang operasi selama 7 tahun, tetapi terjadi kegagalan pengisian baterai pada 24 November 1998.

Akhirnya, Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi dan digantikan oleh Palapa C2. Satelit C2 beroperasi pada Orbit Geo Stasioner slot 113 BT di ketinggian 36.000 km. Operasional satelit ini lalu dipegang PT Indosat Tbk karena penggabungan Satelindo dengan Indosat.

Kemudian, satelit Palapa D diluncurkan sebagai satelit komunikasi yang dimiliki PT Indosat Tbk. Satelit tersebut mengangkasa pada 31 Agustus 2009 di Xichang Satellite Launch Center (XSLC) menggunakan roket Long March (Chang Zheng) 3B.

Satelit Palapa D diproduksi Thales Alenia Space, Prancis. Palapa D menggantikan satelit Palapa C2 pada Orbit Geo Stasioner slot 113 BT yang selesai masa operasionalnya pada 2011.

Pengguna layanan Palapa D antara lain, televisi nasional serta televisi lokal di Tanah Air. Tidak hanya itu, satelit juga mendukung sejumlah radio di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Saat ini, Anda mungkin sudah sangat familiar dengan nama Satelit Palapa. Satelit telekomunikasi tersebut diambil dari nama &amp;lsquo;Sumpah Pemuda&amp;rsquo; yang diucapkan Patih Gajah Mada pada masa Majapahit pada 1334. Sudahkah Anda mengenal sejarahnya?

Menurut berbagai sumber, sejarah menunjukkan bahwa satelit pertama Indonesia diluncurkan lebih dari empat dekade lalu oleh roket Amerika Serikat. Satelit Palapa A1 digunakan untuk keperluan dalam negeri seperti transmisi televisi dan telekomunikasi. Sementara Palapa A2, melayani telekomunikasi ASEAN dan keperluan pertahanan dan keamanan.

Satelit memiliki usia yang terbatas, sehingga generasi baru dari satelit tersebut diluncurkan. Tercatat, satelit penerus dari satelit perdana milik Indonesia ialah Palapa B1 dan Palapa B2.

Satelit Palapa B1 dan Palapa B2 menggantikan dua satelit sebelumnya yang habis masa operasinya pada 1983 dan 1984. Ada perbedaan satelit Palapa B1 dan Palapa B2.

Satelit Palapa B2 memanfaatkan teknologi tinggi, sehingga harus diangkut dengan pesawat ulang alik &amp;lsquo;Challenger&amp;rsquo; ke luar angkasa. Sedangkan Palapa B1 diluncurkan dengan cara konvensional.

Akan tetapi, satelit B2 mengalami kegagalan dan dijemput oleh STS-51A pada November 1984. Kemudian, Palapa B2P diluncurkan mengitari orbit, bergerak dari barat ke timur dengan kecepatan yang sama dengan rotasi Bumi.

Satelit B2P berada di ketinggian 36 ribu kilometer (km) di atas khatulistiwa pada lokasi 113 BT. Lalu, pada 1996 Indonesia meluncurkan satelit Palapa C1. Satelit Palapa C1 ialah satelit komunikasi pertama yang dioperasikan oleh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Satelit-satelit sebelumnya sebagian besar dikelola oleh Perumtel.

Palapa C1 dibuat oleh Hughes, Amerika Serikat, AS, dan diluncurkan pada 31 Januari 1996 di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral (LC-36B), AS. Satelit tersebut diluncurkan memanfaatkan roket Atlas 2AS.

Satelit tersebut dimaksudkan untuk mengganti satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113 BT dengan rentang operasi selama 7 tahun, tetapi terjadi kegagalan pengisian baterai pada 24 November 1998.

Akhirnya, Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi dan digantikan oleh Palapa C2. Satelit C2 beroperasi pada Orbit Geo Stasioner slot 113 BT di ketinggian 36.000 km. Operasional satelit ini lalu dipegang PT Indosat Tbk karena penggabungan Satelindo dengan Indosat.

Kemudian, satelit Palapa D diluncurkan sebagai satelit komunikasi yang dimiliki PT Indosat Tbk. Satelit tersebut mengangkasa pada 31 Agustus 2009 di Xichang Satellite Launch Center (XSLC) menggunakan roket Long March (Chang Zheng) 3B.

Satelit Palapa D diproduksi Thales Alenia Space, Prancis. Palapa D menggantikan satelit Palapa C2 pada Orbit Geo Stasioner slot 113 BT yang selesai masa operasionalnya pada 2011.

Pengguna layanan Palapa D antara lain, televisi nasional serta televisi lokal di Tanah Air. Tidak hanya itu, satelit juga mendukung sejumlah radio di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
