<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Data Keuangan Sensitif saat Pengguna Akses WiFi Publik</title><description>Di era digital seperti saat ini, hampir semua data tersimpan dalam versi digital agar mudah diakses.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/03/207/1633711/data-keuangan-sensitif-saat-pengguna-akses-wifi-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/03/207/1633711/data-keuangan-sensitif-saat-pengguna-akses-wifi-publik"/><item><title>Data Keuangan Sensitif saat Pengguna Akses WiFi Publik</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/03/207/1633711/data-keuangan-sensitif-saat-pengguna-akses-wifi-publik</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2017/03/03/207/1633711/data-keuangan-sensitif-saat-pengguna-akses-wifi-publik</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2017 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Lely Maulida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/03/207/1633711/data-keuangan-sensitif-saat-pengguna-akses-wifi-publik-WNPjU2ATH6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Lely Maulida/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/03/207/1633711/data-keuangan-sensitif-saat-pengguna-akses-wifi-publik-WNPjU2ATH6.jpg</image><title>(Foto: Lely Maulida/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Informasi pribadi seseorang patut untuk dijaga keamanannya. Di era digital seperti saat ini, hampir semua data tersimpan dalam versi digital agar mudah diakses.

Meskipun data pribadi menjadi salah satu syarat untuk mengakses layanan digital, tak selayaknya pengguna mengumbar data keuangan. Data ini tentunya menjadi hal sensitif yang seringkali menjadi incaran para hacker.

Kerentanan risiko menggunakan jaringan WiFi publik sebagian besar disadari oleh orang Indonesia. Data Norton Cyber Security Insights Report 2016 menunjukkan bahwa 62 persen orang Indonesia menyatakan bahwa mereka tak akan memasukkan data keuangan pribadi mereka secara online saat terhubung ke jaringan WiFi publik.

Namun meskipun mereka menyadari risikonya, 51 persen di antara mereka tak dapat mengidentifikasi jaringan WiFi yang mereka gunakan aman. Hanya 36 persen yang menggunakan Virtual Private Network (VPN). Data ini menunjukkan adanya celah bagi para hacker untuk menyerang pengguna WiFi publik.

Dijelaskan Nick Savvides, Security Advocate, Consumer Business Unit Symantec, bahwa hacker tak hanya mengincar data seseorang, termasuk data keuangan melalui jaringan WiFi publik yang sama. Hacker juga seringkali membuat jaringan WiFi publik yang mirip dengan WiFi di lokasi populer seperti bandara, kafe dan hotel untuk mengecoh pengguna.

Dengan tingkat kesadaran pengguna yang masih kurang dalam mengidentifikasi keamanan WiFi publik, maka celah bagi para hacker juga masih terbuka.</description><content:encoded>JAKARTA - Informasi pribadi seseorang patut untuk dijaga keamanannya. Di era digital seperti saat ini, hampir semua data tersimpan dalam versi digital agar mudah diakses.

Meskipun data pribadi menjadi salah satu syarat untuk mengakses layanan digital, tak selayaknya pengguna mengumbar data keuangan. Data ini tentunya menjadi hal sensitif yang seringkali menjadi incaran para hacker.

Kerentanan risiko menggunakan jaringan WiFi publik sebagian besar disadari oleh orang Indonesia. Data Norton Cyber Security Insights Report 2016 menunjukkan bahwa 62 persen orang Indonesia menyatakan bahwa mereka tak akan memasukkan data keuangan pribadi mereka secara online saat terhubung ke jaringan WiFi publik.

Namun meskipun mereka menyadari risikonya, 51 persen di antara mereka tak dapat mengidentifikasi jaringan WiFi yang mereka gunakan aman. Hanya 36 persen yang menggunakan Virtual Private Network (VPN). Data ini menunjukkan adanya celah bagi para hacker untuk menyerang pengguna WiFi publik.

Dijelaskan Nick Savvides, Security Advocate, Consumer Business Unit Symantec, bahwa hacker tak hanya mengincar data seseorang, termasuk data keuangan melalui jaringan WiFi publik yang sama. Hacker juga seringkali membuat jaringan WiFi publik yang mirip dengan WiFi di lokasi populer seperti bandara, kafe dan hotel untuk mengecoh pengguna.

Dengan tingkat kesadaran pengguna yang masih kurang dalam mengidentifikasi keamanan WiFi publik, maka celah bagi para hacker juga masih terbuka.</content:encoded></item></channel></rss>
