<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TOP AUTOS: Penyebab Aki Motor Tekor dan Selalu Cek Ban Serep Mobil</title><description>Usia pakai aki motor bisa saja lebih cepat dari yang diperkirakan. Ban serep atau cadangan kerap lepas dari perhatian pemilik mobil.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/29/15/1554561/top-autos-penyebab-aki-motor-tekor-dan-selalu-cek-ban-serep-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/29/15/1554561/top-autos-penyebab-aki-motor-tekor-dan-selalu-cek-ban-serep-mobil"/><item><title>TOP AUTOS: Penyebab Aki Motor Tekor dan Selalu Cek Ban Serep Mobil</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/29/15/1554561/top-autos-penyebab-aki-motor-tekor-dan-selalu-cek-ban-serep-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/29/15/1554561/top-autos-penyebab-aki-motor-tekor-dan-selalu-cek-ban-serep-mobil</guid><pubDate>Selasa 29 November 2016 20:36 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/29/15/1554561/top-autos-penyebab-aki-motor-tekor-dan-selalu-cek-ban-serep-mobil-u511NsZrIx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi aki motor (Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/29/15/1554561/top-autos-penyebab-aki-motor-tekor-dan-selalu-cek-ban-serep-mobil-u511NsZrIx.jpg</image><title>Ilustrasi aki motor (Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Usia pakai aki motor bisa saja lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal itu dipengaruhi cara perawatan dan pemakaiannya yang tidak sesuai.
Deddy Ismanto, product manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, menyebut ada lima faktor utama yang memengaruhi umur pakai aki, khususnya untuk sepeda motor. Berikut ini kelima faktor tersebut:
1. Cara pemasangannya pertama kali di motor
Pada umumnya masyarakat langsung memasang aki di motor saat menggantinya di bengkel. Saat pemasangan pertama itulah yang bisa menentukan seberapa jauh aki itu akan bertahan.
2. Kecocokan jenis aki dengan motor
Kadang-kadang konsumen menyerahkan sepenuhnya ke toko atau bengkel mengenai jenis aki yang digunakan. Konsumen hanya menyampaikan ke toko bahwa akinya mati namun tidak memilih sendiri produknya. Mekanik pun tidak tahu aki apa yang dipasang pada motornya. Padahal jenis dan tipe aki juga memengaruhi umur pakainya.
3. Perawatan atau servis
Perawatan aki berbanding lurus dengan perawatan kendaraan. Seberapa sering kendaraan diservis ke bengkel akan berimbas pada kondisi aki.
4. Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan
Saat ini aturan lalu lintas mengharuskan pengguna sepeda motor menyalakan lampu di siang hari. Adapula motor yang dipasangi perangkat untuk men-charge telefon genggam. Hal ini tentu akan membuat konsumsi listrik semakin besar.
5. Karakter pemakaian motor
Di Indonesia ada dua tipikal pengguna motor. Pertama, intensif yakni motor digunakan sebagai alat transportasi setiap hari. Ada juga motor yang digunakan pada waktu tertentu atau sebagai hobi. Sering-tidaknya pemakaian motor juga memengaruhi usia pakai aki karena terkait siklus hidup aki itu sendiri.
Selain dirawat aki juga tidak boleh dipindahkan dari satu motor ke motor lain karena garansi bisa hangus.
&amp;ldquo;Dipasang di motor A, kemudian pas dicek digunakan di motor B, maka itu akan gugur. Jadi pada saat dipasang pun sebenarnya dicek dulu kesiapan motornya. Pihak bengkel tidak akan memaksakan untuk mengganti aki bila dari awal sudah diketahui ada gangguan terhadap kerusakan sistem kerusakan pada motor konsumen,&quot; kata Deddy.
Ia menambahkan, ada juga kesalahan dari pihak pabrikan. Jika sudah  begini, produsen akan mengganti aki bermasalah dengan yang baru.
&quot;Yang namanya garansi itu dari faktor internal, yakni manufacturing  repack. Satu bulan setelah dipasang, kemudian dilakukan pemeriksaan  ditemukan gejala-gejala ada deffect manufacture. Itu tanggung jawab kami  sepenuhnya sebagai produsen. Maka tanpa harus diminta oleh konsumen,  langsung bisa dilakukan penggantian aki baru,&quot; pungkas dia.Ban Serep
Ban serep atau cadangan kerap lepas dari perhatian pemilik mobil. Hal ini lantaran karet bundar tersebut digunakan sangat jarang sekali yakni saat ban utama mobil bocor.
Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosadi mengatakan, meski fungsinya hanya sebagai cadangan, ban serep harus selalu dicek agar selalu dalam kondisi siap pakai. Bahkan ia menyarankan agar ban serep juga digunakan atau dirotasi meski tidak dalam kondisi darurat.
&quot;Kalo ban serep sih sebenarnya enggak ada perawatan khusus. Cuma diingat saja untuk rotasi, sesekali bisa dipakai. Ini agar keausan alurnya bisa sama dengan ban utama. Kondisi dan tekanan anginnya juga bisa sama,&quot; jelas Anjar.
Ia menambahkan, pemilik kendaraan juga harus memperhatikan letak dan posisi ban serep saat tak digunakan. Pabrikan mobil biasanya mendesain letak ban serep sesuai dengan jenis mobil.
Pada jenis sedan dan hatchback umumnya diletakkan di dalam bagasi. Pada kendaraan multi purpose vehicle (MPV) ada yang digantung di belakang atau ditaruh di bagasi. Sementara untuk mobil jenis sport utility vehicle (SUV) ada juga yang digantung seperti MPV, namun tak sedikit yang ditempel di pintu belakang untuk menambah kesan gagah.
&quot;Untuk yang model digantung harus diperhatikan saat menaruhnya lagi. Kalau posisi ban enggak kencang sempurna pastinya akan menimbulkan bunyi. Ini akan mengganggu kalau mobil dijalankan. Bahkan kalau didiamkan terus, besi penahannya bisa patah karena kan dia bergoncang terus,&quot; pungkas Anjar. (san)</description><content:encoded>JAKARTA - Usia pakai aki motor bisa saja lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal itu dipengaruhi cara perawatan dan pemakaiannya yang tidak sesuai.
Deddy Ismanto, product manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, menyebut ada lima faktor utama yang memengaruhi umur pakai aki, khususnya untuk sepeda motor. Berikut ini kelima faktor tersebut:
1. Cara pemasangannya pertama kali di motor
Pada umumnya masyarakat langsung memasang aki di motor saat menggantinya di bengkel. Saat pemasangan pertama itulah yang bisa menentukan seberapa jauh aki itu akan bertahan.
2. Kecocokan jenis aki dengan motor
Kadang-kadang konsumen menyerahkan sepenuhnya ke toko atau bengkel mengenai jenis aki yang digunakan. Konsumen hanya menyampaikan ke toko bahwa akinya mati namun tidak memilih sendiri produknya. Mekanik pun tidak tahu aki apa yang dipasang pada motornya. Padahal jenis dan tipe aki juga memengaruhi umur pakainya.
3. Perawatan atau servis
Perawatan aki berbanding lurus dengan perawatan kendaraan. Seberapa sering kendaraan diservis ke bengkel akan berimbas pada kondisi aki.
4. Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan
Saat ini aturan lalu lintas mengharuskan pengguna sepeda motor menyalakan lampu di siang hari. Adapula motor yang dipasangi perangkat untuk men-charge telefon genggam. Hal ini tentu akan membuat konsumsi listrik semakin besar.
5. Karakter pemakaian motor
Di Indonesia ada dua tipikal pengguna motor. Pertama, intensif yakni motor digunakan sebagai alat transportasi setiap hari. Ada juga motor yang digunakan pada waktu tertentu atau sebagai hobi. Sering-tidaknya pemakaian motor juga memengaruhi usia pakai aki karena terkait siklus hidup aki itu sendiri.
Selain dirawat aki juga tidak boleh dipindahkan dari satu motor ke motor lain karena garansi bisa hangus.
&amp;ldquo;Dipasang di motor A, kemudian pas dicek digunakan di motor B, maka itu akan gugur. Jadi pada saat dipasang pun sebenarnya dicek dulu kesiapan motornya. Pihak bengkel tidak akan memaksakan untuk mengganti aki bila dari awal sudah diketahui ada gangguan terhadap kerusakan sistem kerusakan pada motor konsumen,&quot; kata Deddy.
Ia menambahkan, ada juga kesalahan dari pihak pabrikan. Jika sudah  begini, produsen akan mengganti aki bermasalah dengan yang baru.
&quot;Yang namanya garansi itu dari faktor internal, yakni manufacturing  repack. Satu bulan setelah dipasang, kemudian dilakukan pemeriksaan  ditemukan gejala-gejala ada deffect manufacture. Itu tanggung jawab kami  sepenuhnya sebagai produsen. Maka tanpa harus diminta oleh konsumen,  langsung bisa dilakukan penggantian aki baru,&quot; pungkas dia.Ban Serep
Ban serep atau cadangan kerap lepas dari perhatian pemilik mobil. Hal ini lantaran karet bundar tersebut digunakan sangat jarang sekali yakni saat ban utama mobil bocor.
Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosadi mengatakan, meski fungsinya hanya sebagai cadangan, ban serep harus selalu dicek agar selalu dalam kondisi siap pakai. Bahkan ia menyarankan agar ban serep juga digunakan atau dirotasi meski tidak dalam kondisi darurat.
&quot;Kalo ban serep sih sebenarnya enggak ada perawatan khusus. Cuma diingat saja untuk rotasi, sesekali bisa dipakai. Ini agar keausan alurnya bisa sama dengan ban utama. Kondisi dan tekanan anginnya juga bisa sama,&quot; jelas Anjar.
Ia menambahkan, pemilik kendaraan juga harus memperhatikan letak dan posisi ban serep saat tak digunakan. Pabrikan mobil biasanya mendesain letak ban serep sesuai dengan jenis mobil.
Pada jenis sedan dan hatchback umumnya diletakkan di dalam bagasi. Pada kendaraan multi purpose vehicle (MPV) ada yang digantung di belakang atau ditaruh di bagasi. Sementara untuk mobil jenis sport utility vehicle (SUV) ada juga yang digantung seperti MPV, namun tak sedikit yang ditempel di pintu belakang untuk menambah kesan gagah.
&quot;Untuk yang model digantung harus diperhatikan saat menaruhnya lagi. Kalau posisi ban enggak kencang sempurna pastinya akan menimbulkan bunyi. Ini akan mengganggu kalau mobil dijalankan. Bahkan kalau didiamkan terus, besi penahannya bisa patah karena kan dia bergoncang terus,&quot; pungkas Anjar. (san)</content:encoded></item></channel></rss>
