<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Facebook Akan Bisa Sensor Konten Apa pun Sesuai Keinginan</title><description>Facebook Akan Bisa Sensor Konten Apa pun Sesuai Keinginan</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/28/207/1553305/facebook-akan-bisa-sensor-konten-apa-pun-sesuai-keinginan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/28/207/1553305/facebook-akan-bisa-sensor-konten-apa-pun-sesuai-keinginan"/><item><title>Facebook Akan Bisa Sensor Konten Apa pun Sesuai Keinginan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/28/207/1553305/facebook-akan-bisa-sensor-konten-apa-pun-sesuai-keinginan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/28/207/1553305/facebook-akan-bisa-sensor-konten-apa-pun-sesuai-keinginan</guid><pubDate>Senin 28 November 2016 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Kustin Ayuwuragil Desmuflihah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/28/207/1553305/facebook-akan-bisa-sensor-konten-apa-pun-sesuai-keinginan-ot1vNGro89.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: IB Times</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/28/207/1553305/facebook-akan-bisa-sensor-konten-apa-pun-sesuai-keinginan-ot1vNGro89.jpg</image><title>Foto: IB Times</title></images><description>MENLO PARK -&amp;nbsp;Baru-baru ini CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menghadapi kemarahan publik setelah jaringan sosialnya&amp;nbsp;menghapus pos yang berisi foto &quot;Napalm Girl&quot;.&amp;nbsp;Namun, Facebook memiliki&amp;nbsp;proposal&amp;nbsp;untuk mendukung hak digital memperingatkan &quot;penyensoran&amp;nbsp;privat&quot;.

Jika proposal&amp;nbsp;mulai berlaku, perusahaan akan memiliki&amp;nbsp;kekebalan hukum atas konten yang dihapus dari platform mereka.&amp;nbsp;Proposal itu berada di&amp;nbsp;bawah Trade in Services Agreement (Tisa)&amp;nbsp;yang berisi beberapa&amp;nbsp;usulan terkait internet.

Sebuah platform layanan online seperti Facebook&amp;nbsp;akan diberikan&amp;nbsp;kekuatan  untuk menyensor konten tanpa perlu menerima tanggung jawab hukum atau  akuntabilitas publik. Proposal tersebut juga akan melindungi perusahaan  dari keharusan untuk menyatakan kode sumber mereka untuk regulator  pemerintah.

&amp;ldquo;Proposal tentang sensor diprivatisasi&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;sangat mengkhawatirkan,&quot;&amp;nbsp;kata Joe McNamee, Direktur Eksekutif kelompok hak digital Eropa (EDRi).&quot;Menciptakan kekuatan untuk melemahkan kebebasan berbicara kami tanpa akuntabilitas adalah sembrono dan bertentangan dengan semua ketentuan hukum internasional yang relevan.&quot;

Jika proposal ini benar-benar diimplementasikan,&amp;nbsp;para aktivis&amp;nbsp;hanya&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;melakukan sedikit hal&amp;nbsp;jika terjadi suatu&amp;nbsp;situasi&amp;nbsp;karena&amp;nbsp;masyarakat dilarang&amp;nbsp;melakukan&amp;nbsp;negosiasi&amp;nbsp;dari TiSA&amp;nbsp;karena setiap perubahan yang dilakukan hanya disiarkan melalui pernyataan resmi dari pihak yang bernegosiasi.</description><content:encoded>MENLO PARK -&amp;nbsp;Baru-baru ini CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menghadapi kemarahan publik setelah jaringan sosialnya&amp;nbsp;menghapus pos yang berisi foto &quot;Napalm Girl&quot;.&amp;nbsp;Namun, Facebook memiliki&amp;nbsp;proposal&amp;nbsp;untuk mendukung hak digital memperingatkan &quot;penyensoran&amp;nbsp;privat&quot;.

Jika proposal&amp;nbsp;mulai berlaku, perusahaan akan memiliki&amp;nbsp;kekebalan hukum atas konten yang dihapus dari platform mereka.&amp;nbsp;Proposal itu berada di&amp;nbsp;bawah Trade in Services Agreement (Tisa)&amp;nbsp;yang berisi beberapa&amp;nbsp;usulan terkait internet.

Sebuah platform layanan online seperti Facebook&amp;nbsp;akan diberikan&amp;nbsp;kekuatan  untuk menyensor konten tanpa perlu menerima tanggung jawab hukum atau  akuntabilitas publik. Proposal tersebut juga akan melindungi perusahaan  dari keharusan untuk menyatakan kode sumber mereka untuk regulator  pemerintah.

&amp;ldquo;Proposal tentang sensor diprivatisasi&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;sangat mengkhawatirkan,&quot;&amp;nbsp;kata Joe McNamee, Direktur Eksekutif kelompok hak digital Eropa (EDRi).&quot;Menciptakan kekuatan untuk melemahkan kebebasan berbicara kami tanpa akuntabilitas adalah sembrono dan bertentangan dengan semua ketentuan hukum internasional yang relevan.&quot;

Jika proposal ini benar-benar diimplementasikan,&amp;nbsp;para aktivis&amp;nbsp;hanya&amp;nbsp;bisa&amp;nbsp;melakukan sedikit hal&amp;nbsp;jika terjadi suatu&amp;nbsp;situasi&amp;nbsp;karena&amp;nbsp;masyarakat dilarang&amp;nbsp;melakukan&amp;nbsp;negosiasi&amp;nbsp;dari TiSA&amp;nbsp;karena setiap perubahan yang dilakukan hanya disiarkan melalui pernyataan resmi dari pihak yang bernegosiasi.</content:encoded></item></channel></rss>
