<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singapura Jajal Skuter yang Bisa Jalan Sendiri</title><description>Para ahli di Singapura menguji coba skuter yang dapat berjalan sendiri. Ukurannya yang mungil memungkinkannya digunakan di trotoar.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/23/15/1548849/singapura-jajal-skuter-yang-bisa-jalan-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/23/15/1548849/singapura-jajal-skuter-yang-bisa-jalan-sendiri"/><item><title>Singapura Jajal Skuter yang Bisa Jalan Sendiri</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/23/15/1548849/singapura-jajal-skuter-yang-bisa-jalan-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/23/15/1548849/singapura-jajal-skuter-yang-bisa-jalan-sendiri</guid><pubDate>Rabu 23 November 2016 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/23/15/1548849/singapura-jajal-skuter-yang-bisa-jalan-sendiri-pE6K6KTL6H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para peneliti NUS menguji coba skuter otonom di kampus (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/23/15/1548849/singapura-jajal-skuter-yang-bisa-jalan-sendiri-pE6K6KTL6H.jpg</image><title>Para peneliti NUS menguji coba skuter otonom di kampus (Foto: Reuters)</title></images><description>SINGAPURA - Setelah taksi tanpa sopir atau kendaraan otonom, para peneliti di Singapura menguji coba skuter yang menggunakan teknologi yang sama. Skuter ini berukuran kecil dan masih diperbolehkan digunakan di trotoar.
Daya tampung skuter berbobot 50 kilogram ini hanya satu orang. Rodanya ada empat sehingga memungkinkan penggunanya untuk melakukan aktivitas lain saat berkendara tanpa perlu khawatir terjatuh atau menghadapi ramainya kondisi di sekeliling.
Ada komputer tablet di depan pengguna skuter untuk mengatur tujuan perjalanan. Selebihnya sistem pada skuter akan bekerja, seperti berjalan, mengerem, belok, bahkan mendeteksi rintangan di depan.
Untuk alasan keamanan skuter bertenaga listrik ini hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimum 10 kilometer per jam. Di sekelilingnya dilengkapi dengan sensor laser untuk membantu navigasi kendaraan sehingga tidak akan bertabrakan dengan benda di sekeliling, termasuk pejalan kaki.
Skuter ini dikembangkan oleh para ahli Universitas Nasional Singapura (National University Singapore/NUS).
Sejauh ini uji coba di lokasi-lokasi tertentu, seperti kampus, berjalan mulus. Skuter ini sangat cocok digunakan oleh segala usia. Diharapkan pengoperasiannya kelak bisa mengurangi kebergantungan terhadap penggunaan mobil pribadi.
Kepala proyek skuter otonom NUS Marcelo Ang Jr mengungkapkan, skuter ini juga dapat terhubung atau menjalin komunikasi dengan kendaraan otonom lainnya. Saat ini sudah ada taksi otonom nuTonomy dan ke depannya juga akan diuji coba bus otonom.
Namun keunggulan skuter ini adalah bisa mengakses lokasi yang tidak mungkin dijangkau kendaraan roda empat atau lebih. Para ahli pun menjamin keamanannya dan tidak akan mengganggu orang lain.
&quot;Lajunya sangat halus dan berjalan dengan sangat aman,&quot; timpal seorang mahasiswa yang menjajalnya, Kevin Xiangyu Hui.
Proyek skuter otonom juga merupakan hasil kerja sama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) serta Singapore-MIT Alliance for Research and Technology (SMART). Saat ini sekuter canggih itu masih dalam pengembangan dan belum akan dijual.</description><content:encoded>SINGAPURA - Setelah taksi tanpa sopir atau kendaraan otonom, para peneliti di Singapura menguji coba skuter yang menggunakan teknologi yang sama. Skuter ini berukuran kecil dan masih diperbolehkan digunakan di trotoar.
Daya tampung skuter berbobot 50 kilogram ini hanya satu orang. Rodanya ada empat sehingga memungkinkan penggunanya untuk melakukan aktivitas lain saat berkendara tanpa perlu khawatir terjatuh atau menghadapi ramainya kondisi di sekeliling.
Ada komputer tablet di depan pengguna skuter untuk mengatur tujuan perjalanan. Selebihnya sistem pada skuter akan bekerja, seperti berjalan, mengerem, belok, bahkan mendeteksi rintangan di depan.
Untuk alasan keamanan skuter bertenaga listrik ini hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimum 10 kilometer per jam. Di sekelilingnya dilengkapi dengan sensor laser untuk membantu navigasi kendaraan sehingga tidak akan bertabrakan dengan benda di sekeliling, termasuk pejalan kaki.
Skuter ini dikembangkan oleh para ahli Universitas Nasional Singapura (National University Singapore/NUS).
Sejauh ini uji coba di lokasi-lokasi tertentu, seperti kampus, berjalan mulus. Skuter ini sangat cocok digunakan oleh segala usia. Diharapkan pengoperasiannya kelak bisa mengurangi kebergantungan terhadap penggunaan mobil pribadi.
Kepala proyek skuter otonom NUS Marcelo Ang Jr mengungkapkan, skuter ini juga dapat terhubung atau menjalin komunikasi dengan kendaraan otonom lainnya. Saat ini sudah ada taksi otonom nuTonomy dan ke depannya juga akan diuji coba bus otonom.
Namun keunggulan skuter ini adalah bisa mengakses lokasi yang tidak mungkin dijangkau kendaraan roda empat atau lebih. Para ahli pun menjamin keamanannya dan tidak akan mengganggu orang lain.
&quot;Lajunya sangat halus dan berjalan dengan sangat aman,&quot; timpal seorang mahasiswa yang menjajalnya, Kevin Xiangyu Hui.
Proyek skuter otonom juga merupakan hasil kerja sama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) serta Singapore-MIT Alliance for Research and Technology (SMART). Saat ini sekuter canggih itu masih dalam pengembangan dan belum akan dijual.</content:encoded></item></channel></rss>
