<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Teknologi Drone Aquila</title><description>Mengintip Teknologi di Balik Drone Aquila.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/22/207/1548095/mengintip-teknologi-drone-aquila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/22/207/1548095/mengintip-teknologi-drone-aquila"/><item><title>Mengintip Teknologi Drone Aquila</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/22/207/1548095/mengintip-teknologi-drone-aquila</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/22/207/1548095/mengintip-teknologi-drone-aquila</guid><pubDate>Selasa 22 November 2016 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dini Listiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/22/207/1548095/mengintip-teknologi-drone-aquila-4C2yOHsQCk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Mark Zuckerberg/ Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/22/207/1548095/mengintip-teknologi-drone-aquila-4C2yOHsQCk.jpg</image><title>(Foto: Mark Zuckerberg/ Facebook)</title></images><description>MENLO PARK - Facebook memang telah menerbangkan Aquila, drone bertenaga surya yang akan memancarkan internet ke daerah pelosok. Bahkan beberapa hari ini terkuak, Facebook juga menawarkan drone tersebut untuk solusi konektivitas di daerah-daerah terpencil di Tanah Air.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk mengintip teknologi atau spesifikasi yang dimiliki oleh drone Aquila Facebook ini. Menurut laman Facebook Mark Zuckerberg, CEO Facebook, Aquila memiliki lebar sayap lebih dari Boeing 737, tetapi harus memiliki bobot sesedikit mungkin untuk tetap naik selama mungkin. Itu sebabnya, badan pesawat terbuat dari komposit serat karbon.

Beralih ke power, seperti dikatakan di awal, drone ini ditenagai oleh Matahari, jumlah energi yang dikumpulkan Aquila dari Matahari selama siang hari harus cukup menjaga baling-balingnya, komunikasi payload, avionik, pemanas dan sistem cahaya. Artinya, ini menggunakan power sekira 5.000W di ketinggian jelajah.

Sementara untuk kontrol, Aquila kebanyakan mandiri, tetapi masih bergantung pada awak darat dari sekira selusin insinyur, pilot, dan teknisi yang langsung menjaga dan memantau pesawat. Mereka mengendalikan drone melalui software yang memungkinkan mereka untuk menentukan pos, ketinggian dan kecepatan udara atau mengirim Aquila pada rute berbasis GPS.

Sedangkan bicara ketinggian, dalam rangka untuk lepas landas, terbang dan mendarat, sayap dan baling-baling Aquila ini harus mampu beroperasi baik dalam ketinggian dengan suhu yang dingin dan lebih rendah. Mesin juga harus bekerja walau di ketinggian tertentu dengan suhu lebih hangat, di mana udara bisa 10 kali lebih padat. Facebook sedang bekerja untuk mencari tahu berapa besar daya yang dibutuhkan dan apa dampak yang akan terjadi pada kinerja solar panel, ukuran baterai.

Untuk komunikasi, Aquila akan membawa muatan komunikasi yang akan menggunakan laser untuk mentransfer data lebih dari 10 kali lebih cepat dari sistem yang ada. Ini akan bisa mengarahkan pancaran yang cukup tepat.

Menurut Mark, selama tahun depan, Facebook akan terus menguji Aquila, terbang lebih tinggi dan lebih lama serta menambahkan lebih banyak pesawat dan muatan.
</description><content:encoded>MENLO PARK - Facebook memang telah menerbangkan Aquila, drone bertenaga surya yang akan memancarkan internet ke daerah pelosok. Bahkan beberapa hari ini terkuak, Facebook juga menawarkan drone tersebut untuk solusi konektivitas di daerah-daerah terpencil di Tanah Air.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk mengintip teknologi atau spesifikasi yang dimiliki oleh drone Aquila Facebook ini. Menurut laman Facebook Mark Zuckerberg, CEO Facebook, Aquila memiliki lebar sayap lebih dari Boeing 737, tetapi harus memiliki bobot sesedikit mungkin untuk tetap naik selama mungkin. Itu sebabnya, badan pesawat terbuat dari komposit serat karbon.

Beralih ke power, seperti dikatakan di awal, drone ini ditenagai oleh Matahari, jumlah energi yang dikumpulkan Aquila dari Matahari selama siang hari harus cukup menjaga baling-balingnya, komunikasi payload, avionik, pemanas dan sistem cahaya. Artinya, ini menggunakan power sekira 5.000W di ketinggian jelajah.

Sementara untuk kontrol, Aquila kebanyakan mandiri, tetapi masih bergantung pada awak darat dari sekira selusin insinyur, pilot, dan teknisi yang langsung menjaga dan memantau pesawat. Mereka mengendalikan drone melalui software yang memungkinkan mereka untuk menentukan pos, ketinggian dan kecepatan udara atau mengirim Aquila pada rute berbasis GPS.

Sedangkan bicara ketinggian, dalam rangka untuk lepas landas, terbang dan mendarat, sayap dan baling-baling Aquila ini harus mampu beroperasi baik dalam ketinggian dengan suhu yang dingin dan lebih rendah. Mesin juga harus bekerja walau di ketinggian tertentu dengan suhu lebih hangat, di mana udara bisa 10 kali lebih padat. Facebook sedang bekerja untuk mencari tahu berapa besar daya yang dibutuhkan dan apa dampak yang akan terjadi pada kinerja solar panel, ukuran baterai.

Untuk komunikasi, Aquila akan membawa muatan komunikasi yang akan menggunakan laser untuk mentransfer data lebih dari 10 kali lebih cepat dari sistem yang ada. Ini akan bisa mengarahkan pancaran yang cukup tepat.

Menurut Mark, selama tahun depan, Facebook akan terus menguji Aquila, terbang lebih tinggi dan lebih lama serta menambahkan lebih banyak pesawat dan muatan.
</content:encoded></item></channel></rss>
