<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Enam Manfaat Rutin Mengecek Tekanan Angin Ban Mobil</title><description>Ada enam manfaat menjaga tekanan angin ban mobil untuk selalu dalam kondisi normal, apa sajakah itu?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/22/15/1548374/enam-manfaat-rutin-mengecek-tekanan-angin-ban-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/22/15/1548374/enam-manfaat-rutin-mengecek-tekanan-angin-ban-mobil"/><item><title>Enam Manfaat Rutin Mengecek Tekanan Angin Ban Mobil</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/22/15/1548374/enam-manfaat-rutin-mengecek-tekanan-angin-ban-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/11/22/15/1548374/enam-manfaat-rutin-mengecek-tekanan-angin-ban-mobil</guid><pubDate>Selasa 22 November 2016 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Pius Mali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/22/15/1548374/enam-manfaat-rutin-mengecek-tekanan-angin-ban-mobil-VDU0nD61Gn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Melakukan pengecekan tekanan angin ban mobil memiliki enam manfaat (Ilustrasi: Toyota Astra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/22/15/1548374/enam-manfaat-rutin-mengecek-tekanan-angin-ban-mobil-VDU0nD61Gn.jpg</image><title>Melakukan pengecekan tekanan angin ban mobil memiliki enam manfaat (Ilustrasi: Toyota Astra)</title></images><description>JAKARTA - Mengecek tekanan angin ban mobil harus dilakukan secara rutin, baik mobil yang dipakai sehari-hari atau hanya sesekali. Dengan demikian, pemilik kendaraan bisa selalu mengetahui apakah ban masih dalam kondisi baik atau tidak.
Tekanan angin ban setiap jenis mobil berbeda-beda dan terdapat di buku manual kendaraan (untuk mobil standar) atau dengan rekomendasi pabrikan ban (untuk yang telah diganti aftermarket). Guna memastikan tekanan angin ban masih normal, pengecekan sebaiknya dilakukan dua pekan sekali untuk kendaran aktif dan sebulan sekali untuk mobil yang tidak sering digunakan.
Laman Astraworld.com, Selasa (22/11/2016), menyebut ada beberapa manfaat menjaga tekanan angin ban mobil untuk selalu dalam kondisi normal. Berikut ini pemaparannya:
1. Memperpanjang umur ban
Jika sering diperiksa, maka ban lebih awet dan tidak mudah retak. Pasalnya, ban yang mengalami kurang tekanan angin bisa lebih cepat retak terutama pada sisi samping. Retakan terjadi ketikan beban berlebih namun mobil terus dikemudikan dengan kondisi ban kempis.
2. Hemat bahan bakar
Ban yang tekanan anginnya pas akan mengurangi beban mesin. Jika angin dalam ban kurang, maka permukaan tapak ban yang bergesekan dengan jalan akan bertambah lebar, akibatnya beban mesin akan bertambah dan konsumsi bahan bakar semakin banyak.
3. Menambah kenyamanan
Ban yang terlalu kencang tekanan anginnya biasanya akan menyebabkan bunyi dengung ketika berjalan, sementara yang kurang angin juga membuat adanya bunyi turbulensi. Bunyi dari ban bisa masuk ke kabin dan pastinya akan menggangu kenyamanan berkendara.
4. Mempermudah kontrol kemudi
Kurangnya tekanan ban depan bisa membuat lingkar kemudi terasa lebih berat. Tekanan yang tidak sama antara ban depan sisi kiri dan kanan juga akan mengakibatkan setir sulit dikendalikan, ban cenderung mengarah ke posisi ban yang tekanannya kurang.
5. Meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan
Tekanan angin berlebih atau bahkan kurang merupakan salah satu penyebab terjadinya ban pecah, selain kembang ban yang sudah tipis atau aus. Oleh karena itu, jagalah tekanan ban sesuai dengan buku petunjuk pemilik kendaraan.
6. Jangan  kurangi tekanan angin saat mengemudi di cuaca hujan
Banyak pengguna kendaraan yang beranggapan bahwa mengurangi tekanan ban saat hujan bisa memaksimalkan kinerja dari kembangan ban untuk membuang air, padahal ini salah besar. Jika tekanan angin dikurangi saat melintasi jalan basah dapat mengurangi kinerja dari ban itu sendiri, terutama ban mobil.
Harus diketahui juga bahwa ketika berkendara dalam kondisi cuaca panas maka secara otomatis tekanan ban akan bertambah hingga 5 PSI. Sedangkan saat cuaca dingin atau hujan, tekanan ban bertambah hanya 2-3 Psi. (mli)</description><content:encoded>JAKARTA - Mengecek tekanan angin ban mobil harus dilakukan secara rutin, baik mobil yang dipakai sehari-hari atau hanya sesekali. Dengan demikian, pemilik kendaraan bisa selalu mengetahui apakah ban masih dalam kondisi baik atau tidak.
Tekanan angin ban setiap jenis mobil berbeda-beda dan terdapat di buku manual kendaraan (untuk mobil standar) atau dengan rekomendasi pabrikan ban (untuk yang telah diganti aftermarket). Guna memastikan tekanan angin ban masih normal, pengecekan sebaiknya dilakukan dua pekan sekali untuk kendaran aktif dan sebulan sekali untuk mobil yang tidak sering digunakan.
Laman Astraworld.com, Selasa (22/11/2016), menyebut ada beberapa manfaat menjaga tekanan angin ban mobil untuk selalu dalam kondisi normal. Berikut ini pemaparannya:
1. Memperpanjang umur ban
Jika sering diperiksa, maka ban lebih awet dan tidak mudah retak. Pasalnya, ban yang mengalami kurang tekanan angin bisa lebih cepat retak terutama pada sisi samping. Retakan terjadi ketikan beban berlebih namun mobil terus dikemudikan dengan kondisi ban kempis.
2. Hemat bahan bakar
Ban yang tekanan anginnya pas akan mengurangi beban mesin. Jika angin dalam ban kurang, maka permukaan tapak ban yang bergesekan dengan jalan akan bertambah lebar, akibatnya beban mesin akan bertambah dan konsumsi bahan bakar semakin banyak.
3. Menambah kenyamanan
Ban yang terlalu kencang tekanan anginnya biasanya akan menyebabkan bunyi dengung ketika berjalan, sementara yang kurang angin juga membuat adanya bunyi turbulensi. Bunyi dari ban bisa masuk ke kabin dan pastinya akan menggangu kenyamanan berkendara.
4. Mempermudah kontrol kemudi
Kurangnya tekanan ban depan bisa membuat lingkar kemudi terasa lebih berat. Tekanan yang tidak sama antara ban depan sisi kiri dan kanan juga akan mengakibatkan setir sulit dikendalikan, ban cenderung mengarah ke posisi ban yang tekanannya kurang.
5. Meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan
Tekanan angin berlebih atau bahkan kurang merupakan salah satu penyebab terjadinya ban pecah, selain kembang ban yang sudah tipis atau aus. Oleh karena itu, jagalah tekanan ban sesuai dengan buku petunjuk pemilik kendaraan.
6. Jangan  kurangi tekanan angin saat mengemudi di cuaca hujan
Banyak pengguna kendaraan yang beranggapan bahwa mengurangi tekanan ban saat hujan bisa memaksimalkan kinerja dari kembangan ban untuk membuang air, padahal ini salah besar. Jika tekanan angin dikurangi saat melintasi jalan basah dapat mengurangi kinerja dari ban itu sendiri, terutama ban mobil.
Harus diketahui juga bahwa ketika berkendara dalam kondisi cuaca panas maka secara otomatis tekanan ban akan bertambah hingga 5 PSI. Sedangkan saat cuaca dingin atau hujan, tekanan ban bertambah hanya 2-3 Psi. (mli)</content:encoded></item></channel></rss>
