<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 TAHUN JOKOWI-JK: Bagaimana Nasib Mobil Esemka?</title><description>Mobil Esemka tidak bisa lepas dari nama Jokowi. Saat menjabat Wali Kota Surakarta, Jokowi yang mengawal mobil rakitan para siswa SMK itu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/10/20/15/1519714/2-tahun-jokowi-jk-bagaimana-nasib-mobil-esemka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/10/20/15/1519714/2-tahun-jokowi-jk-bagaimana-nasib-mobil-esemka"/><item><title>2 TAHUN JOKOWI-JK: Bagaimana Nasib Mobil Esemka?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/10/20/15/1519714/2-tahun-jokowi-jk-bagaimana-nasib-mobil-esemka</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/10/20/15/1519714/2-tahun-jokowi-jk-bagaimana-nasib-mobil-esemka</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2016 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/20/15/1519714/2-tahun-jokowi-jk-bagaimana-nasib-mobil-esemka-XHQ0NeXzGt.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mobil Esemka Rajawali (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/20/15/1519714/2-tahun-jokowi-jk-bagaimana-nasib-mobil-esemka-XHQ0NeXzGt.JPG</image><title>Mobil Esemka Rajawali (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mobil Esemka tidak bisa lepas dari nama Joko Widodo (Jokowi). Saat masih menjabat Wali Kota Surakarta, Jokowi lah yang mengawal mobil hasil rakitan para siswa sekolah menengah kejuran (SMK) itu hingga namanya sempat tenar. Bahkan, Jokowi sempat menggunakannya sebagai kendaraan dinas, meski mobil itu belum melalui serangkaian pengujian.&amp;nbsp;
Bisa dibilang ada simboisis mutualisme antara Jokowi dan Esemka. Bagi Esemka jelas, mobil itu menjadi terkenal. Sedangkan bagi Jokowi,  Esemka bisa dibilang merupakan salah satu faktor yang mengantarkannya ke kursi DKI 1.
Bahkan, hingga menjadi Presiden pun, nama Esemka seolah tidak bisa lepas dari sosok pria asal Solo, Jawa Tengah, itu. Lantas bagaimana nasib Esemka saat ini? Setelah duduk di kursi Istana, urusan Esemka sudah tidak dalam genggamannya lagi. Adalah PT Adiperkasa Citra Esemka yang melanjutkan estafet perjalanan mobil raktian anak bangsa itu.
PT Adiperksa Citra Esemka sendiri didirikan atas kerjasama antara PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dengan PT Solo Kreasi Manufaktur Indonesia selaku pemegang lisensi mobil Esemka.
Beberapa bulan setelah terpilih sebagai Presiden, Jokowi diundang untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PT Adiperkasa Citra Lestari dan produsen automotif Malaysia, Proton Holdings Bhd. Namun kerjasama yang dijalin hanya sebatas penelitian dan pengembangan (R&amp;amp;D), belum sampai ke tahap produksi.
Penandatanganan MoU ini sempat menuai kritik dari banyak kalangan. Hal yang sempat mengemuka adalah kerjasama tersebut diidentikkan dengan proyek mobil nasional (mobnas). Padahal, belum ada aturan yang jelas mengenai apa saja kriteria mobil nasional. Informasi mengenai kerjasama ACL dengan Proton untuk membangun mobnas pun diluruskan oleh CEO PT ACL HM Hendropriyono. Ia menegaskan kerjasama tersebut sebatas business to business (B to B) yakni antara ACL dan Proton, tidak mengikutsertakan pemerintah.
Hal lain adalah kondisi bisnis Proton saat itu tengah merosot dan kalah bersaing dengan produk Jepang maupun Korea Selatan di negaranya sendiri.
Kemudian, pada awal 2016, muncul nama perusahaan baru yaitu PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) yang masih dipimpin oleh Hendropriyono. Perusahaan tersebut melanjutkan proyek mobil Esemka dan menjadikannya sebagai mobil karya putra bangsa. Bedanya dengan perusahaan sebelumnya, ACEH bermain di segmen kendaraan komersial, yakni membuat mobil pikap, bukan kendaraan penumpang.Pabrik ACEH menggunakan bekas fasilitas perakitan mobil China, Geely, di River Green Industrial Complex, Bojong Jonggol, Cibubur, Cileungsi, Jawa Barat. Luas total area pabrik mencapai 40 hektare. Pabrik itu mampu memproduksi 30 ribu mobil per tahun. Sementara produksi kendaraan penumpang Esemka akan dilakukan di pabrik yang masih dalam proses pembangunan di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Hal ini memberikan sinyal bahwa proyek mobil Esemka akan hidup kembali. Mobil yang bakal diperkenalkan terlebih dulu sebagai pertanda munculnya Esemka adalah jenis pikap. Produk PT ACEH tersebut akan ditujukan sebagai kendaraan angkutan barang di perdesaan. Rencananya, ada dua varian pikap yang akan diproduksi. Masing-masing memiliki mesin 1.000 dan 2.000 cc. Namun, yang pertama diperkenalkan terlebih dulu adalah varian 1.000 cc.
Managing Director PT ACEH Hosea Sanjaya sempat mengatakan bahwa mobil pikap Esemka ditargetkan meluncur pada Agustus 2016. Namun setelah ditunggu-tunggu hingga pengujung Agustus, produk yang dijanjikan tidak kunjung diluncurkan, bahkan sampai saat ini kabarnya belum jelas.
Batal meluncurkan mobil pikap perdana di Agustus, proyek mobil Esemka kembali meredup. Lalu Hendropriyono mengumumkan bahwa pihaknya menghentikan kerja sama dengan Proton. Menurut dia, kerjasama tidak diperpanjang karena kondisi Proton yang semakin sulit. Di awal 2016, Proton diketahui mengirim proposal kerjasama ke hampir 20 perusahaan automotif global. Intinya, Proton menawarkan sebagian besar sahamnya untuk kelanjutan nasib perusahaan yang didirikan oleh Mahathir Mohamad itu.
&quot;Tahun lalu kan baru MoU. Karena masalah politik di negaranya yang enggak berkembang. Tapi kan kita punya proyek swasta, Esemka,&quot; kata Hendropriyono, Rabu 21 September 2016.
Setelah melepas kerja sama dengan Proton, Esemka membidik perusahaan automotif lain. Hendropriyono berencana menggandeng produsen mobil asal Eropa atau China. Namun ia enggan membocorkan lebih detail mengenai perusahaan yang akan digandeng. Pihaknya masih melakukan pembahasan internal. Dikhawatirkan, apabila rencana lebih lanjut bocor ke publik, maka akan ada upaya untuk menghambat pengembangan proyek tersebut.
Sampai sini jelas bahwa proyek mobil Esemka masih menunggu perkembangan perusahaan kerjasama. Eseemka memang tidak mungkin berdiri sendiri, melainkan perlu menggandeng perusahaan yang sudah lebih berpengalaman. Namun seperti apa produk Esemka ke depannya, apakah akan bercitara rasa Eropa atau China? Tunggu saja. (san)</description><content:encoded>JAKARTA - Mobil Esemka tidak bisa lepas dari nama Joko Widodo (Jokowi). Saat masih menjabat Wali Kota Surakarta, Jokowi lah yang mengawal mobil hasil rakitan para siswa sekolah menengah kejuran (SMK) itu hingga namanya sempat tenar. Bahkan, Jokowi sempat menggunakannya sebagai kendaraan dinas, meski mobil itu belum melalui serangkaian pengujian.&amp;nbsp;
Bisa dibilang ada simboisis mutualisme antara Jokowi dan Esemka. Bagi Esemka jelas, mobil itu menjadi terkenal. Sedangkan bagi Jokowi,  Esemka bisa dibilang merupakan salah satu faktor yang mengantarkannya ke kursi DKI 1.
Bahkan, hingga menjadi Presiden pun, nama Esemka seolah tidak bisa lepas dari sosok pria asal Solo, Jawa Tengah, itu. Lantas bagaimana nasib Esemka saat ini? Setelah duduk di kursi Istana, urusan Esemka sudah tidak dalam genggamannya lagi. Adalah PT Adiperkasa Citra Esemka yang melanjutkan estafet perjalanan mobil raktian anak bangsa itu.
PT Adiperksa Citra Esemka sendiri didirikan atas kerjasama antara PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dengan PT Solo Kreasi Manufaktur Indonesia selaku pemegang lisensi mobil Esemka.
Beberapa bulan setelah terpilih sebagai Presiden, Jokowi diundang untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PT Adiperkasa Citra Lestari dan produsen automotif Malaysia, Proton Holdings Bhd. Namun kerjasama yang dijalin hanya sebatas penelitian dan pengembangan (R&amp;amp;D), belum sampai ke tahap produksi.
Penandatanganan MoU ini sempat menuai kritik dari banyak kalangan. Hal yang sempat mengemuka adalah kerjasama tersebut diidentikkan dengan proyek mobil nasional (mobnas). Padahal, belum ada aturan yang jelas mengenai apa saja kriteria mobil nasional. Informasi mengenai kerjasama ACL dengan Proton untuk membangun mobnas pun diluruskan oleh CEO PT ACL HM Hendropriyono. Ia menegaskan kerjasama tersebut sebatas business to business (B to B) yakni antara ACL dan Proton, tidak mengikutsertakan pemerintah.
Hal lain adalah kondisi bisnis Proton saat itu tengah merosot dan kalah bersaing dengan produk Jepang maupun Korea Selatan di negaranya sendiri.
Kemudian, pada awal 2016, muncul nama perusahaan baru yaitu PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) yang masih dipimpin oleh Hendropriyono. Perusahaan tersebut melanjutkan proyek mobil Esemka dan menjadikannya sebagai mobil karya putra bangsa. Bedanya dengan perusahaan sebelumnya, ACEH bermain di segmen kendaraan komersial, yakni membuat mobil pikap, bukan kendaraan penumpang.Pabrik ACEH menggunakan bekas fasilitas perakitan mobil China, Geely, di River Green Industrial Complex, Bojong Jonggol, Cibubur, Cileungsi, Jawa Barat. Luas total area pabrik mencapai 40 hektare. Pabrik itu mampu memproduksi 30 ribu mobil per tahun. Sementara produksi kendaraan penumpang Esemka akan dilakukan di pabrik yang masih dalam proses pembangunan di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Hal ini memberikan sinyal bahwa proyek mobil Esemka akan hidup kembali. Mobil yang bakal diperkenalkan terlebih dulu sebagai pertanda munculnya Esemka adalah jenis pikap. Produk PT ACEH tersebut akan ditujukan sebagai kendaraan angkutan barang di perdesaan. Rencananya, ada dua varian pikap yang akan diproduksi. Masing-masing memiliki mesin 1.000 dan 2.000 cc. Namun, yang pertama diperkenalkan terlebih dulu adalah varian 1.000 cc.
Managing Director PT ACEH Hosea Sanjaya sempat mengatakan bahwa mobil pikap Esemka ditargetkan meluncur pada Agustus 2016. Namun setelah ditunggu-tunggu hingga pengujung Agustus, produk yang dijanjikan tidak kunjung diluncurkan, bahkan sampai saat ini kabarnya belum jelas.
Batal meluncurkan mobil pikap perdana di Agustus, proyek mobil Esemka kembali meredup. Lalu Hendropriyono mengumumkan bahwa pihaknya menghentikan kerja sama dengan Proton. Menurut dia, kerjasama tidak diperpanjang karena kondisi Proton yang semakin sulit. Di awal 2016, Proton diketahui mengirim proposal kerjasama ke hampir 20 perusahaan automotif global. Intinya, Proton menawarkan sebagian besar sahamnya untuk kelanjutan nasib perusahaan yang didirikan oleh Mahathir Mohamad itu.
&quot;Tahun lalu kan baru MoU. Karena masalah politik di negaranya yang enggak berkembang. Tapi kan kita punya proyek swasta, Esemka,&quot; kata Hendropriyono, Rabu 21 September 2016.
Setelah melepas kerja sama dengan Proton, Esemka membidik perusahaan automotif lain. Hendropriyono berencana menggandeng produsen mobil asal Eropa atau China. Namun ia enggan membocorkan lebih detail mengenai perusahaan yang akan digandeng. Pihaknya masih melakukan pembahasan internal. Dikhawatirkan, apabila rencana lebih lanjut bocor ke publik, maka akan ada upaya untuk menghambat pengembangan proyek tersebut.
Sampai sini jelas bahwa proyek mobil Esemka masih menunggu perkembangan perusahaan kerjasama. Eseemka memang tidak mungkin berdiri sendiri, melainkan perlu menggandeng perusahaan yang sudah lebih berpengalaman. Namun seperti apa produk Esemka ke depannya, apakah akan bercitara rasa Eropa atau China? Tunggu saja. (san)</content:encoded></item></channel></rss>
