<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kata Programmer soal Pencarian Google 'Bersih karena Ahok'</title><description>Heboh hasil pencarian Google 'bersih karena Foke' yang disarankan menjadi 'bersih karena Ahok' masih menyimpan tanda tanya besar.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/10/06/207/1507958/kata-programmer-soal-pencarian-google-bersih-karena-ahok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/10/06/207/1507958/kata-programmer-soal-pencarian-google-bersih-karena-ahok"/><item><title>Kata Programmer soal Pencarian Google 'Bersih karena Ahok'</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/10/06/207/1507958/kata-programmer-soal-pencarian-google-bersih-karena-ahok</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/10/06/207/1507958/kata-programmer-soal-pencarian-google-bersih-karena-ahok</guid><pubDate>Kamis 06 Oktober 2016 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Solopos</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/06/207/1507958/kata-programmer-soal-pencarian-google-bersih-karena-ahok-g0olwBZAJ8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Google)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/06/207/1507958/kata-programmer-soal-pencarian-google-bersih-karena-ahok-g0olwBZAJ8.jpg</image><title>(Foto: Google)</title></images><description>SOLO &amp;ndash; Heboh hasil pencarian Google 'bersih karena Foke' yang disarankan menjadi 'bersih karena Ahok' masih menyimpan tanda tanya besar. Nyatanya, hal itu bisa dijelaskan dengan ilmu teknologi.

Mesin pencari Google merupakan kecerdasan buatan (AI) yang mengumpulkan data dari pengguna Google. Seiring berjalannya waktu, data yang ditangkap Google pun semakin banyak. Tidak hanya menangkap pencarian, AI berjalan dengan algoritme tertentu dengan kemampuan untuk memilih data yang kemungkinan besar dicari pengguna Internet (netizen).

Menurut Programmer Kota Solo, Budi Cahyono, fenomena 'bersih karena Foke' disebabkan karena berita dan pencarian dengan kata kunci Ahok lebih banyak dari Foke. Hal itu kemudian memunculkan saran dengan kata Ahok. Selanjutnya, jika netizen  memilih saran tersebut, maka algoritme Google akan membaca saran itu sebagai hal yang benar. Semakin banyak saran diklik netizen, maka siapapun yang mencari frasa tersebut akan diberi saran 'bersih karena Foke'.

Untuk membuktikan perbandingan pencarian kata Foke dan Ahok. Solopos.com mengujinya di domain google.co.id. Kata kunci Ahok (menggunakan tanda petik) memiliki hasil pencarian 49.500.000. Untuk kata kunci Foke (menggunakan tanda petik) memiliki hasil pencarian 2.790.000.

Perolehan angka Ahok yang jauh lebih banyak ketimbang Foke diasumsikan pencari kata kunci Ahok juga lebih banyak. Hal itu berkaitan dengan kemampuan algoritme Google Hummingbird. Algoritme yang dirilis pada 2013 itu memiliki kemampuan semantic search. Kemampuan itu membuat mesin pencari Google mampu memberi saran dari pencarian berupa frasa. Google bisa menentukan salah satu kata dalam sebuah frasa itu lebih baik diganti dengan kata lain.

Mendukung hal tersebut, dilansir Internetmarketingninjas.com, 17 Juni 2013, Google mampu menggolongkan frasa tertentu menjadi frasa berkualitas tinggi karena paling sering dicari netizen.

Frasa tersebut didapat dari frasa yang sering dicari ditambah dengan frasa yang lebih sedikit dibenarkan oleh netizen ditambah lagi dengan perilaku netizen yang tidak kembali ke halaman pencarian setelah mengetik sebuah frasa. Perilaku itu secara otomatis bisa mengubah frasa A menjadi B karena konteks frasa B lebih banyak dicari netizen.</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Heboh hasil pencarian Google 'bersih karena Foke' yang disarankan menjadi 'bersih karena Ahok' masih menyimpan tanda tanya besar. Nyatanya, hal itu bisa dijelaskan dengan ilmu teknologi.

Mesin pencari Google merupakan kecerdasan buatan (AI) yang mengumpulkan data dari pengguna Google. Seiring berjalannya waktu, data yang ditangkap Google pun semakin banyak. Tidak hanya menangkap pencarian, AI berjalan dengan algoritme tertentu dengan kemampuan untuk memilih data yang kemungkinan besar dicari pengguna Internet (netizen).

Menurut Programmer Kota Solo, Budi Cahyono, fenomena 'bersih karena Foke' disebabkan karena berita dan pencarian dengan kata kunci Ahok lebih banyak dari Foke. Hal itu kemudian memunculkan saran dengan kata Ahok. Selanjutnya, jika netizen  memilih saran tersebut, maka algoritme Google akan membaca saran itu sebagai hal yang benar. Semakin banyak saran diklik netizen, maka siapapun yang mencari frasa tersebut akan diberi saran 'bersih karena Foke'.

Untuk membuktikan perbandingan pencarian kata Foke dan Ahok. Solopos.com mengujinya di domain google.co.id. Kata kunci Ahok (menggunakan tanda petik) memiliki hasil pencarian 49.500.000. Untuk kata kunci Foke (menggunakan tanda petik) memiliki hasil pencarian 2.790.000.

Perolehan angka Ahok yang jauh lebih banyak ketimbang Foke diasumsikan pencari kata kunci Ahok juga lebih banyak. Hal itu berkaitan dengan kemampuan algoritme Google Hummingbird. Algoritme yang dirilis pada 2013 itu memiliki kemampuan semantic search. Kemampuan itu membuat mesin pencari Google mampu memberi saran dari pencarian berupa frasa. Google bisa menentukan salah satu kata dalam sebuah frasa itu lebih baik diganti dengan kata lain.

Mendukung hal tersebut, dilansir Internetmarketingninjas.com, 17 Juni 2013, Google mampu menggolongkan frasa tertentu menjadi frasa berkualitas tinggi karena paling sering dicari netizen.

Frasa tersebut didapat dari frasa yang sering dicari ditambah dengan frasa yang lebih sedikit dibenarkan oleh netizen ditambah lagi dengan perilaku netizen yang tidak kembali ke halaman pencarian setelah mengetik sebuah frasa. Perilaku itu secara otomatis bisa mengubah frasa A menjadi B karena konteks frasa B lebih banyak dicari netizen.</content:encoded></item></channel></rss>
